Gadis Buta Tersayang

Gadis Buta Tersayang
Bab 15. Pernyataan Razza


__ADS_3

Freya menggeleng, gue pun bernafas lega sambil mengelus dada. Belanjaan yang sekarang aja totalnya udah dua ratus lebih, gila aja kalo disuruh tambah lagi. Untung aja uang gue di dompet ada lumayan banyak, jadi cukup lah buat bayarin belanjaan itu.


"Totalnya jadi dua ratus lima puluh lima ribu rupiah ya kak," ucap kasir itu.


"Ah iya, sebentar mbak," ucap Freya yang langsung mengambil uang dari dompetnya.


Tapi, saat itu juga gue tahan tangan Freya dan dengan gagahnya gue bilang kalau gue mau bayarin belanjaan dia.


"Udah Freya, biar gue aja yang bayar. Ini mbak!" ucap gue sambil menyerahkan uang ke kasir.


"Baik mas! Uangnya tiga ratus ribu ya? Ini kembaliannya mas," ucap kasir itu.


"Makasih mbak," ucap gue yang langsung mengambil belanjaan milik Freya dari atas meja dan tersenyum ke arahnya.


Gue lihat Freya masih terdiam membisu di tempatnya, jujur gue gak ngerti dia kenapa dan apa yang bikin dia jadi diam aja kayak gini. Tapi, akhirnya gue colek tuh pipi gemas Freya dan saat itu juga Freya kaget lalu tersadar dari lamunannya.


"Lo ngapain bengong aja Freya? Ayo keluar, kita pulang ke rumah lu!" ucap gue.


"Ka-kamu kenapa bayarin belanjaan aku sih, Razza?" tanya Freya.


Gue tersenyum tipis, "Jadi lu mikirin itu makanya diam aja? Ayolah Freya, gak perlu lu terlalu mikir soal gue bayarin belanja lu!" jawab gue.


"Aku gak enak aja sama kamu, nanti aku ganti rugi ya uang kamu itu?" ucapnya.


"Gausah, gue ikhlas kok tolong lu. Sebagai lelaki, udah sewajibnya kan gue bayarin belanjaan lu?" ucap gue.


"Ya tapi kan kamu bukan siapa-siapa aku," ujarnya.


Entah kenapa, dengar ucapan Freya barusan bikin gue merasa kurang nyaman. Gue tahu gue sama Freya gak ada apa-apa, tapi ya seenggaknya jangan dibahas juga lah. Untung aja gue suka sama dia, kalau enggak mungkin gue udah tinggalin dia karena dia bikin gue sakit hati.

__ADS_1


"Yaudah, kita keluar yuk! Gue yang bawain semua belanjaan lu ini," ajak gue.


"Makasih banyak ya Razza? Kamu emang baik banget sama aku," ucapnya sambil tersenyum.


"Sama-sama, cantik." gue rangkul pundaknya dengan satu tangan, kemudian melangkah ke luar dari supermarket.


Namun, yang tidak disangka-sangka adalah keadaan di luar sana ternyata sedang hujan deras. Sontak gue menahan diri buat ajak Freya ke motor, gak mungkin dong kita hujan-hujanan, apalagi gue gak bawa jas hujan juga. Terpaksa deh gue sama Freya nunggu hujan reda di pelataran supermarket.


"Hujan nih Freya, kita neduh dulu ya disini? Soalnya gue gak bawa jas hujan, gak mungkin dong kita berdua hujan-hujanan?" ucap gue.


Gue lihat dia manggut-manggut, tapi dengan wajah cemberut yang bikin gue keheranan.


"Lo kenapa cemberut lagi sih Freya? Gara-gara gue gak bawa jas hujan? Gue minta maaf deh, ayolah jangan cemberut terus cantik!" tanya gue sembari mencolek pipinya.


"Eh gak kok, aku cuma kesal dikit karena tiba-tiba hujan udah turun aja. Padahal aku mau buru-buru sampe di rumah," jawabnya.


"Ohh, tunggu aja mungkin sebentar lagi bakal reda hujannya! Abis itu baru deh gue anterin lu pulang ke rumah dan lamar lu," sarkas gue.


"Ish, kamu kok masih aja sih cubit-cubit pipi aku? Bukannya tadi kamu udah janji ya buat gak mau sentuh aku lagi?" ucapnya.


"Hehe, maaf cantik abisnya lu gemesin banget sih kalo lagi kaget gitu. Gue kan gak tahan jadinya," ujar gue.


"Suruh siapa kamu ngomong kayak gitu tadi? Maksudnya apa coba lamar-lamar?" tanyanya.


"Emang kenapa sih Freya? Gue gak boleh lamar lu gitu? Gue kan cowok, jadi gue berhak buat lamar perempuan manapun yang gue suka," jawab gue.


"Kamu gausah ngada-ngada deh Razza! Kita baru kenal, masa main lamar aja? Lagian kamu juga masih sekolah tau," ucapnya.


"Gak masalah, setelah lulus nanti kan kita tinggal langsung nikah. Jadi, lamaran itu sebagai pengikat aja biar lu gak diambil sama orang," ucap gue.

__ADS_1


"Apaan sih? Kamu kalo bercanda jangan bawa-bawa lamaran deh, gak lucu tau!" pintanya terlihat kesal.


"Kata siapa gue bercanda? Gue serius Freya, gue suka sama lu dan gue gak mau kehilangan lu!" ucap gue dengan tegas sambil rangkul dia dari samping.


"Ih Razza, jangan sen—"


"Apa? Gue gak boleh sentuh lu? Bodoamat, gue bakal tetap peluk atau cium lu karena gue suka sama lu Freya! Lu harus jadi pacar gue, dan gue bakal secepatnya lamar lu!" sela gue.


Entahlah bakal gimana reaksi Freya setelah gue mengatakan itu, tapi sebagai lelaki gue emang harus berani buat mengungkap apa yang ada di dalam hati gue saat ini. Ya gue gak mau kehilangan Freya karena gue sangat cinta sama dia.


Freya kelihatan diam aja, mungkin dia masih gak percaya sama kata-kata gue barusan. Langsung aja gue tangkup wajahnya dan gue cium keningnya, dia terpejam seketika dan bisa gue rasain kalau dia sedang berdebar-debar karena itu.


"Gue sayang sama lu Freya, sejak awal gue lihat lu udah timbul rasa sayang itu. Makanya gue selalu pengen ketemu sama lu lagi," ucap gue.


"Ka-kamu bisa lepasin aku gak?" ujarnya.


"Enggak, untuk kali ini gue gak akan lepasin lu. Gue mau lu jadi milik gue seutuhnya Freya, gue suka sama lu! Lu ngerti kan perasaan gue gimana sekarang?" ucap gue.


"I-i-iya Razza, tapi kamu masih sekolah. Sedangkan aku udah dua puluh tahun, kamu bisa cari perempuan lain yang seumuran sama kamu dan gak buta kayak aku," ucapnya.


"Hey, usia gak jadi masalah dalam percintaan. Lalu soal mata lu, gue sama sekali gak perduli. Kalau emang gue masalahin kebutaan lu, udah dari dulu gue tinggalin lu Freya!" ucap gue tegas.


"Kamu serius bicara kayak gini Razza? Kamu gak lagi bercanda atau prank aku kan?" tanyanya.


"Iyalah serius, buat apa gue bercanda? Gue suka dan cinta sama lu Freya cantik, lu mau kan jadi pendamping hidup gue mulai saat ini?" jawab gue.


Dia terlihat bingung dan tersipu, gue kecup kembali keningnya sambil membelai rambutnya yang halus dan wangi. Gue bawa tubuh Freya ke dalam pelukan yang hangat sembari gue usap punggungnya, tidak ada penolakan ataupun protes dari dia seperti sebelumnya kali ini, mungkin dia juga menikmati itu.


...~Bersambung~...

__ADS_1


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


__ADS_2