GADIS CANTIK TAWANAN CEO LUMPUH

GADIS CANTIK TAWANAN CEO LUMPUH
Ikhlas Menerima


__ADS_3

Sejatinya, Adam tak tahu kapan semalam ia mulai terpejam namun suara sayup-sayup orang mengaji terdengar di telinga Adam membangunkan Adam dari mimpinya.


Adam mengumpulkan nyawanya sembari menerka apakah suara lantunan ayat suci yang ia dengar berasal dari kamar sebelah.


Sanubari Adam merasakan ketentraman manakala suara merdu lantunan ayat suci yang Ayesha perdengarkan membuat suasana pagi Adam terasa baik dan syahdu.


Sementara dikamar sebelah, Ayesha yang memang terbiasa bangun menunaikan shalat tahajud dilanjutkan tadarus hingga menunggu waktu subuh tiba.


Setengah 6 Ayesha keluar kamar, menengok kamar sebelah yang belum terbuka dan tak ada tanda-tanda Adam sudah bangun.


Ayesha, menuju dapur menyiapkan sarapan dan minuman hangat untuk ia dan Adam.


Dulu, jika akhir pekan, Ayesha sering melakukannya bersama mendiang Ayah Ridwan.


Selepas sang Ayah pulang dari Masjid, Ayesha dan Ayah Ridwan memasak dan menyiapkan sarapan bersama.


Sungguh, Ayesha merindukan saat-saat seperti itu bersama Ayah Ridwan.


Hingga kini, bila teringat Ayah Ridwan Ayesha masih saja tak mampu membendung air matanya.


Meski sebisa mungkin ia selalu menampakan ketegaran, tak dipungkiri, rasa kehilangan masih begitu terasa.


Ikhlas menerima meski sulit dijalankan namun tetap harus ia lakukan sebisa mungkin.


Memang tak ada gunanya menangisi, namun sisi relung hati yang masih pedih dan kehilangan sering mendominasi.


Ayesha menyiapkan kopi dan teh untuk Adam dan dirinya.


Sementara menu nasi goreng teri yang menjadi favoritnya buatan Ayah Ridwan kini sudah tersaji di meja makan.


Ayesha memilih mandi selepas masak, hingga ia lupa bahwa di rumahnya tak sendiri.


Kejadian tak terduga saat Ayesha yang keluar kamar mandi hanya dengan handuknya bertepatan Adam keluar kamar.


Tentu saja kedua insan yang berstatus halal itu tampak canggung.


Sorot tajam Ayesha sambil berlari menuju kamar menyisakan senyuman disudut bibir Adam.


Sungguh suguhan pagi yang menyegarkan mata bagi Adam meski ia memilih biasa saja agar sang istri tidak kepedean menurut Adam.


Walau sekilas, tampilan Ayesha dengan handuk diatas lutut dan bahu terekspose tak dipungkiri ada sesuatu yang bergerak setelah sekian lama mati suri.


"Dasar Boss nyebelin! Ah kenapa juga ga antisipasi. Mana tahu dia udah bangun. Huft, Apes banget pagi-pagi!"


Ayesha merutuki diri sambil terus menyalahkan dirinya yang teledor hingga menyuguhkan pemandangan yang nyatanya mampu membuat Adam berdesir.


"Tenang, lupakan dan bersikap seolah ga ada apa-apa!"


Ayesha memantapkan diri sebelum keluar dari kamar.


Nyatanya Adam sudah menunggu sang pemilik rumah dimeja makan tanpa menyentuh suguhan yang sudah mampu menggoda indera penciuman dan perasanya.


"Kamu ga usah lebay, Aku ga tertarik sekalipun Kamu ga pake baju!"

__ADS_1


Luar biasa!


Ayesha menyorot tajam komentar Adam saat ini memancing emosi dipagi hari.


Ayesha duduk di meja makan memilih tak menanggapi sembari menata hatinya yang sebetulnya masih terasa malu akan kejadian tadi.


Melihat Ayesha yang hendak menikmati sarapannya sendiri, Adam mengernyitkan dahi.


"Kamu itu, ga ada sopan santunnya sama sekali, basa basi kek. Aku ga Kamu tawarin?"


Melihat Ayesha yang sudah makan tanpa memerdulikan Adam.


"Ya makan aja, Memang perlu Saya suapin gitu?" Ayesha mode kesal.


"Boleh, lumayan irit tenaga." Adam menyunggingkan senyum.


"Cepet makan Pak! Bapak kan harus pulang ke rumah Bapak." Ayesha memutuskan meminta Adam pulang saja ke rumahnya.


"Ck, seneng banget ngusir Saya!"


Adam menyuapkan nasi goreng buatan Ayesha dan ia seketika membulatkan matanya.


"Ini nasi goreng apa?"


"Makan aja Pak, kalau ga enak kasih kucing!"


Sahut Ayesha tanpa memperdulikan Adam.


"Dia itu jago masak. Ini seperti ada apa ya didalam nasi gorengnya? Tapi kok enak sih rasanya."


Selesai santap nasi goreng teri buatan Ayesha Adam memilih mandi membersihkan diri sementara Ayesha mencuci piring dan menyapu serta membersihkan pekarangan rumahnya.


Adam mengamati apa yang Ayesha lakukan.


Lagi dan lagi, Adam dibuat terkesima dengan sikap Ayesha yang sangat unik menurutnya.


"Bapak kok ga siap-siap?" Ayesha saat melihat Adam sedang di depan pintu rumah.


"Kamu ikut Saya pulang ke Mansionkan?"


"Saya masih mau disini. Lagi pula Saya bisa berangkat kerja dari sini. Bapak telpon saja Rian buat jemput Bapak."


"Kalo begitu Saya bareng sama Kamu saja pulangnya. Daripada Saya diinterogasi Mom karena tidak pulang bersama Kamu."


Ayesha menarik nafas mengumpulkan udara sepenuh dada.


Entah, harus merespon apalagi pada sikap suaminya yang ngeyelan.


Saat keduanya sedang menonton TV, lebih tepatnya Ayesha sih yang asik sendiri sementara Adam memilih sibuk dengan ponselnya serta menjawab beberapa urusan kantor.


Ponsel Adam berdering, rupanya Mom Hawa yang menghubungi.


"Ya Mom?"

__ADS_1


"Dam, Kalian dimana? Mom pikir Kalian masih dihotel?"


"Adam dan Ayesha ada dirumah Ayesha, ada apa Mom?"


"Walah, jadi Kalian sengaja honeymoon disana supaya ga diganggu Mom, Ok silahkan. Yang lama juga gapapa. Semoga cucu Mom segera hadir."


Adam membolakan mata mendengar kata-kata Mom Hawa.


"Dam, Mom mau bicara sama Ayesha mana?"


Adam menyerahkan ponselnya kepada Ayesha dan memberikan kode bahwa Mom Hawa yang menghubungi.


"Sayang, Kamu disana?"


"Mom, apa kabar?"


"Baik, Kalian gapapa yang lama disana, Mom seneng akhirnya Kalian bisa punya waktu berdua. Semoga Mom segera dapat cucu."


Tentu saja Ayesha membulatkan mata mendengar kata-kata Ibu mertuanya.


"Sayang, begini Mom mau memberitahukan kalau besok Kalian berangkat honeymoon. Pokoknya jangan nolak. Mom sudah urus semuanya, jadi Kalian tinggal berangkat."


Ayesha tentu saja kaget dengan apa yang didengarnya.


Adam melihat ekspresi wajah terkejut Ayesha memberikan kode meminta loud speaker agar bisa mendengar kata-kata Mom Hawa.


"Bagaimana Sayang, Kalian tentu harus bersiap, hari ini pulanglah dulu ke Mansion."


"Mom, Adam banyak pekerjaan di kantor, sebaiknya lain waktu saja."


"Ck, Kamu bagaimana sih Dam, pokoknya Mom tidak terima penolakan. Dan Mom akan meminta orang untuk mengawasi Kalian. Jadi Kalian jangan kabur dan tetap harus berangkat honeymoon."


"Ajak Ayesha kembali ke Mansion Dam, Mom sudah menyiapkan sesuatu untuk kalian bawa nanti."


"Sudah dulu ya, Mom tunggu di Mansion."


Panggilan Mom Hawa sudah terputus.


Kedua suami istri itu saling pandang.


"Kok jadi begini sih Pak!" protes Ayesha.


"Ya mana Saya tahu, itu kan Mom yang atur!" Adam juga kesal dengan apa yang Mom Hawa rencanakan.


"Pokoknya Saya ga mau!" Ayesha masih keras.


"Memang Kamu pikir Saya suka?" Adam tak kalah.


"Ya kalau begitu Bapak ngomong lagi sama Mom kalau Kita ga usah pergi!"


"Kamu dengar sendiri kan bagaimana?"


"Ah ribet!"

__ADS_1


Ayesha memilih meninggalkan Adam masuk ke kamar.


__ADS_2