
Mereka semua terkejut atas pernyataan Talia tentang vino bahkan Dengan detail talia juga memperlihatkan Video mereka yang sudah mengkhianati keluarga wirawan bukan hanya itu mereka juga berencana menguasai harta keluarga Wirawan dan Alexander namun dengan kecerdikan Talia, Talia memalsukan data data keluarga wirawan dan alexander membuat satria atau anin percaya bahkan dengan teliti talia menyama persiskan data data keluarga wirawan dan alexander.
“Jadi selama ini gue bukan..“ ucap tania dengan menutup mulut nya dengan ke dua tangan nya bahkan air mata nya pun sudah membasahi pipi nya
“Iya lu bukan anak mereka tapi lu anak om sanjaya dan tante tiara.. “ ungkap Talia dan tania pun langsung memeluk erat ayah kandung nya di susul dengan leon yang berhamburan ke pelukan kakak dan ayah nya
“Mafioso tahan mereka di ruang penyiksaan jangan lupa bereskan semua nya hingga tak tersisa.. jangan ada kerja sedikit pun..“ tegas talia sambil menatap tajam ke arah Ayah satria,Toni,vino dan tante anin
“Baik queen..“ ucap Mafioso dan seger menyeret mereka ke ruang penyiksaan
Marvin yang melihat itu hanya diam dan berlalu pergi di ikut raka dan aditya. sedangkan Zidan dia masih terdiam dengan raut wajah bersalah, bersalah karna tidak mengetahui rahasia keluarga nya dari awal dan bersalah karna sudah tidak percaya akan talia, Mama marisa atau Dimas.
Setelah kepergian Marvin dkk Leon pun pamit pulang dengan tania dan ayah. sedangkan kakek nenek dan om gio masih diam menatap kosong. mereka seakan ridak percaya dengan yang terjadi hari ini org yang mereka percaya, mereka jaga, mereka rawat dengan kasih sayang dan harta berlimpah justru mereka lah musuh yang sebenarnya.
Tak lama beberapa org datang dengan pakaian serba hitam sudah pasti talia mengenal siapa yang datang. dengan senyum manis di wajah talia, talia pun berlari ke arah pria paruh baya dan memeluk nya dengan erat. sedangkan Zidan dia begitu tercengang karna seseorang yang sempat menjadi akar permusuhan nya dengan talia adalah kakek dari pihak mama marisa walau Zidan tidak pernah berteman langsung dengan nya tapi Zidan sudah kenal bahkan sangat kenal dengan nya.
__ADS_1
Bodoh iya itu zidan walu sudah mengenal nya kenapa dia tidak percaya saat talia di tuduh bermalam dengan om om di hotel mewah. Berulang kali Zidan merutuki kebodohan nya Argh kenapa dia gampang percaya dengan gosip yang ga jelas fikir zidan.
“Kau ini sudah besar Alena tapi sifat manja mu selalu saja masih kau pakai..“ ucap kakek kindra
“Biarkan saja selagi tidak ada leon kakek tetap milik Ver dan kakek harus ingat mulai sekarang Alena sudah tidak adadan yang di sini hanya ada Veronica tidak ada alena atau talia.. kakek harus ingat itu..“ jelas Vero
“ya iya baik lah.. dasar keras kepala..“ gumam nya
“Kakek berhenti begumam aku mendengarnya...“ ucap Vero dengan wajah menggemaskan
“Hey jangan ikut campur dan ingat aku masih sangat marah dan membenci pembunuh seperti mu....“ ucap Veronica dengan mata tajam
“Hay bimo lama tak jumpa..“ ucap laki laki itu sengaja seolah tidak menghiraukan ucapan ver
“Hay lex.. udh sukses aja sekarang..“ canda Bimo
__ADS_1
“oh iya kenalin ini sepupu gue tasya..“ lanjut bimo sambil memperkenalkan tasya pada Alex teman masa kecil Ver dan Bimo
“Tasya..“ ucap tasya cuek
“Alex.." singkat tanpa mengalihkan pandangan nya ke arah tasya
“Apa kabar yah..“ ucap mama marisa sambil menyalimi ayah nya di ikuti dengan Dimas dan Zidan
“Ayah baik... maaf ibu mu tidak bisa ikut karna dia begitu sibuk dengan teman teman nya..“ ucap kakek kindra
"Tidak apa apa ayah datang saja Marisa sudah bersyukur..“ ucap mama marisa
Ver yang merasa tidak di hiraukan mereka pun lebih memilih meninggalkan mereka semua yang asik berbincang bincang. Di kamar Ver kembali menatap foto besar yang dia pajang di sudut kamar nya iya dia memajang foto bunda angkat dan mommy kandung nya. Ver masih menaruh harapan untuk bisa berkumpul dengan keluarga yang lengkap nanun Ver sadarbitu hanya lah harapan yang tidak mungkin bisa terwujud.
Di sisi lain Marvin yang baru saja sampai di apartemen nya pun segera menyambar minuman beralkohol yang dia beli kecewa dan sakit hati kembali dia rasakan saat melihat Ver dan leon bertunangan. Marvin ingin kenangis dan berteriak namun itu tidak akan mungkin mengubah semuanya sekarang Ver sudah menjadi miliki org lain lalu bagaimana dengan Mervin.
__ADS_1
“Gue cinta sama lu talia.. apa sedikit pun gue ga ada kesempatan buat miliki lu..“ lirih Marvin dan kembali menenggak minuman beralkohol itu