
Sedangkan di negara K Dimas baru saja sampai dan segera menghampiri Rama yang di tugaskan Ver di negara K. Rama dengan semangat menghampiri Dimas yang baru saja turun dari Jet pribadi milik Ver, Rama begitu senang karma dia tidak sendiri lagi untuk memantau keluarga Angkat Ver walau hanya ada dimas namun dia bersyukur karna bisa membagi tugas nya apa lgi saat Kenzi di jadikan umpan membuat Rama extra menjaga Ayah Arga,Kenzo dan Sonia dengan ketat bahkan Rama juga memasang beberapa pelacak di badan mereka dan tentunya Rama menyuruh salah satu anak buah nya yang dia jadikan mata mata di mansion keluarga Wijaya.
“Hy Ram semangat amat lu..“ sapa Dimas sambil tos ala laki- laki
“Yoi harus itu lu tau knp gue semangat bgt .. tentu karna tugas gue sedikit berkurang karna ada nya lu di sini..“ ucap Rama
“Sue lu ouh ya Btw gmna keadaan mereka..“ tanya Dimas
“Kacau apa lagi saat Kenzi di culik membuat Kenzo semakin menggila bahkan dia udh jarang bgt buat ke kantor dan Sonia juga dia sampe bersikap dingin pada Kenzo dan terus terusan menyalahkan Kenzo atau kejadian ini sedangkan Tn Arga kondisi nya semakin menurun bahkan dia jarang bgt keluar kamar nya..“ jelas Rama
“Huft semakin rumit saja..Secepatnya kita harus bertindak jangan biar kan masalah ini semakin menjadi..“ ucap Dimas
“Lu bnr dim dan yang gue takutin cuma satu..“
__ADS_1
“Apa?..“
“Queen..“
“Maksud lu??..“
“Gue kenal bgt sifat Queen gmna walau hanya dalam beberapa tahun gue ikut sma dia gue udh kenal bgt sifat dia yang gje takutin cuma Queen nekat buat nyerahin diri nya ke Dia..“ ucap Rama membuat Dimas membatu
“Dah lah yuk kita ke markas masih banyak kerjaan yang blm selesai nih ..“ Ucap Rama dan pergi menuju Mobil nya
Dimas hanya diam mengikuti Rama fikiran Dimas hanya ada Ver takut ya Takut Ver melakukan yang tidak tidak, takut apa yang di ucap kan Rama adalah benar
__________________
__ADS_1
/////////////////////////////////////
Ver terus mengikuti petunjuk petunjuk yang sengaja di pasang di berbagai pohon tidak ada raut ketakutan di wajah Ver yang ada hanya raut kecemasan, cemas akan kondisi Kenzi yang blm tentu org itu akan membebaskan Kenzi dengan gampang nya tanpa lecet sedikit pun. Hingga tidak terasa langkah Ver berhenti tepat di depan Gerbang besar nan usam seperti tidak berpenghuni.
“Welcame My Queen..“ Suara itu Ver sangat kenal akan suara itu suara yang sudah hilang bertahun tahun lama nya Suara yang dulu pernah mengisi ruang hati nya suara yang dulu pernah dia rindukan di keseharian nya
“Masuk lah ikuti trs jalan itu dan kau akan bertemu dengan keponakan mu TERSAYANG..“ ucap nya lagi namun Ver tidak melihat ada org di sekeliling nya
“Huft baik lah Semangat Ver demi Kenzi kau harus lanjutkan langkah mu..“ ucap Ver lirih
Dengan langkah pasti Ver mengikuti jalan setapak yang gelap dia hanya membawa senter kecil yang selalu dia pakai tidak lupa juga persenjataan yang lengkap ke 3 pistol yang selalu dia bawa di samping pinggang kanan kiri dan dia selipkan di bawah kaki nya tidak lupa beberapa pisau kecil yang sangat tajam di samping pinggang nya berjejer dengan pistol nya dan di selipkan di sepatu nya tidak lupa juga dia jadikan pisau itu sebagai tusukan rambutnya.
“Kenzi..“ lirih Ver saat dia sampai di sebuah ruangan dan terlihat anak kecil yang terduduk di atas kursi dengan tangan di ikat dan kaki di ikat tidak lupa juga berjejer beberapa org di belakang nya
__ADS_1