
#Gadis_Kecil_Milik_Ceo_Kejam
"Zafran" guman Exa.
"Kamu kenal Zafran, sayang?" tanya Tuan Marsel kepada istrinya.
Exa mengangguk.
"Dia itu sahabat aku" balas Exa.
Merekapun memasuki tempat acara.
Disana terdapatlah Zafran yang sedang bercanda tawa dengan ibunya.
"Hai, bro" sapa Tuan Marsel sambil mengangkat tangannya untuk ber tos.
Zafranpun membalasnya, Zafran melirik kearah Exa.
"Dia siapa Sel?" tanya Zafran menunjuk ke arah Exa.
"Dia istriku" balas Tuan Marsel merangkul pundak istrinya.
"Namanya siapa?" tanya Zafran kepo.
"Exa, oiya kamu tau Mexani?"
'Degg!!'
"Taulah, dia sahabatku" lirih Zafran sendu, sakit jika mengingat kenangan bersama sahabat masa kecilnya.
"Zafran Ferzyen, lahir di Jakarta" ujar Exa mendekati Tuan Marsel.
"Kamu Mexani?" tanya Zafran tak percaya.
Exa mengangguk senang.
Zafran senang, ia refleks memeluk Exa.
Tuan Marsel menatap tajam kearah Zafran dan Exa.
"Ekhem"
__ADS_1
Merekapun melepaskan pelukannya.
"Maaf Sel, gue refleks" ujar Zafran cengengesan.
Tuan Marselpun hanya tersenyum kecil menangapinya.
"Yasudah kami ambil minum dulu ya" ujar Tuan Marsel kepada Zafran, Zafranpun mengangguk.
Tuan Marsel dan Exa pun menuju ketempat minuman berada.
"Kamu mau apa sayang?" tanya Tuan Marsel kepada istrinya.
Exa menggeleng, Karena yang ia lihat hanya minuman bersoda yang berada diatas meja tersebut.
"Nggak ah, kamu nggak liat minumannya bersoda semua" Rajuk Exa menunjuk minuman tersebut satu-persatu.
Tuan Marsel pun melihatnya satu-persatu.
"Apa yang salah dengan minuman bersoda?" tanyanya kepada Exa.
Exa hanya menatap tajam kepada suaminya yang langsung membuat Tuan Marsel tersadar.
"Ya maaf" enteng Tuan Marsel mengandeng tangan istrinya.
Tampak Zafran dengan gagahnya memberi pidato.
Exa melihat Zafran, ia sedang mencari pasangan hidupnya.
"Sayang, Zafran belum punya pasangan?" tanya Exa kepada Tuan Marsel.
Tuan Marsel menatap Exa lekat.
"Jangan urus Zafran, kamu itu istrinya aku ngapain mikirin cowok lain" ketus Tuan Marsel cemburu.
Exa yang melihat tingkah laku suaminya hanya bisa geleng-geleng kepala.
"Cieee yang cemburu" ledek Exa cengengesan.
Tuan Marselpun dengan geram mencubit pipi tembam istrinya.
"Ihh sakit" rengek Exa memegang pipinya yang memerah.
__ADS_1
Tuan Marsel yang melihat itu tertawa jadinya.
"Makanya jadi istri jangan usil" ujar Tuan Marsel.
Acarapun selesai, Tuan Marsel dan Exapun pamit untuk pulang.
***
Sementara itu di rumah Aliche dan Hafiz sedang terjadi pertengkaran.
"Sampai kapan kamu mau selingkuh mas?" tanya Aliche lirih, sebenarnya ia sudah tak tahan dengan tingkah laku sang suami.
Hafiz suka mabuk-mabukan, judi dan ditembah pemain wanita.
"Arrghh diam kau!!" teriak Hafiz menunjuk Aliche.
Aliche yang melihat itu langsung saja menepis tangan suaminya kasar.
"Suami nggak berguna" umpat Aliche kepada Hafiz.
Hafiz yang mendengar itu langsung marah besar.
"Sialan kau wanita pembawa sial"
***
Tuan Marsel dan Exa telah tiba dirumah.
"Aku mau bantuin kamu kerjain dokumen" pinta Exa kepada suaminya manja, Tuan Marsel tersenyum melihat tingkah istrinya yang semakin hari bikin ia bahagia.
Apalagi anaknya yang akan lahir.
"Boleh dong" balas Tuan Marsel tersenyum.
Merekapun mengerjakan berkas dengan bergotong royong.
Pekerjaan itu cepat selesai, karena kekompakan mereka berdua
Hari sudah menunjukkan pukul dua belas malam, Tuan Marsel dan Exa memutuskan untuk tidur.
Mereka berdua terlelap hingga azan subuh berkumandang.
__ADS_1
Exa menggeliat.
"Udah subuh" gumannya .