Gadis Kecil Milik CEO Kejam

Gadis Kecil Milik CEO Kejam
Wanita Misterius


__ADS_3

#Istri_Kecil_Milik_Ceo_Kejam


Rayan kembali pulang, setibanya dirumah. Ia menatap sendu kearah Exa dan Tuan Marsel yang sedang tersenyum.


Karena tidak ingin merasakan sakit hati yang mandalam, Rayan segera masuk ke kamarnya.


Setibanya didalam kamar. Ia kembali memikirkan tentang Exa.


Sulit, sangat sulit sekali melupakan seseorang yang sangat dicintainya itu.


"Hmmm, andai Exa tidak hilang. mungkin, dia menjadi milikku" gumannya.


Kini, Rayan memilih untuk mandi. Selama dua jam lamanya Rayan melakukan ritual mandi.


"Segarnya"


Setelah mandi, Rayan memilih untuk ke balkon.Disana Rayan sedang menatap lekat kearah langit.


Jika boleh berharap, ia sangat ingin melupakan Exa dan jatuh cinta kepada wanita yang bisa mencintainya dengan tulus.

__ADS_1


****


Tuan Marsel sudah tiba di tempat pembelian bibit bunga.


Disana sudah tersedia banyak sekali bibit bunga.Yang pastinya cantik-cantik seperti istrinya.


"Kamu mau yang mana sayang? hati-hati kamu lagi hamil jadi jangan jauh-jauh dari aku" ujarnya dengan tegas.


Exa sangat kagum melihat beraneka ragam bibit bunga yang sangat indah itu.


"Aku mau bunga Mawar merah saja" ucap Exa menunjuk ke salah satu bibit yang tampak sangat menarik hatinya untuk memiliki.


Mereka pulang dengan membawa bibit bunga itu, setibanya dirumah Exa langsung menuju kearah taman.


Disana sudah banyak bunga-bunga yang berjajaran.Tapi, itu tidak membuat Exa puas untuk memiliki bunga lebih.


"Hahaha, sangat indah" bahagia Exa senang. Itu membuat Tuan Marsel sangat senang melihat istrinya yang bahagia.


"Andai dulu aku tidak menyakitinya, pasti hidupku dan dia sangat bahagia. Sekarang aku berjanji akan selalu membahagiakanmu dan tidak akan pernah menyakitimu seperti dulu lagi" guman Tuan Marsel merasa bersalah jika ia mengenang saat Exa pergi meninggalkannya.

__ADS_1


Tapi, ia sangat sedih. Bahwa besok Tuan Marsel akan menjalani misi dengan beberapa anak buahnya ke Thailand. Disana sudah ada orang yang bersemena-mena akan kekuasaan.


Maka dari itu, seorang CEO seperti Tuan Marsel yang jiwanya sudah ada darah Mafia ia akan membunuh siapapun. Walau, nyawanya yang ikut terancam.


Tuan Marsel saat ini sangat bingung akan keadaan Exa kalau ditinggal. Siapa yang akan menjaganya? Tuan Marsel takut kalau-kalau Rayan mencari-cari kesempatan untuk mendekati istrinya.


Itu yang saat ini yang di khawatirkan oleh Tuan Marsel, sementara kakak ipar sedang sibuk melakukan pekerjaannya bersama sang calon istri.


"Aku bisa membantumu" ujar seorang wanita. Ntah darimana wanita itu berasa, tapi yang paling penting wanita itu bukan orang sembarangan. Sepertinya dari kalangan orang atas.


"Siapa kamu?" tanya Tuan Marsel ketus kepada wanita itu, Exa yang melihat itu merasa heran dibuatnya.


Exapun berpikir, siapa wanita yang ada dihadapannya saat ini? apa jangan-jangan orang jahat?.


"Tenang, saya Siswi SMA. Tapi, saya paling bisa melakukan bersih-bersih dan juga menjaga Nyoya muda kita. Tolonglah! saya butuh kerja untuk menyelamatkan nyawa pacar saya" ucapnya sendu, ingin dikasihani.


Exa menghela nafas panjang begitu juga Tuan Marsel.


"Yasudah, tapi ingat jangan macam-macam apalagi jangan ganggu dokter kami" ucap Tuan Marsel berlalu meninggalkan wanita itu sambil menggandeng tangan istrinya.

__ADS_1


'Untuk jaga-jaga aku akan menyuruh Dio untuk mengawasi gerak-gerik wanita tersebut dan juga sih Rayan' dalam hati Tuan Marsel. Sebenarnya bimbang, tapi tidak apalah.


__ADS_2