
#Istri_Kecil_Milik_Ceo_Kejam
Exa makan dengan lahapnya,Rayen melirik kearah layar handphonenya. Ternyata,sudah banyak pesan dan panggilan masuk dari dokter Aliche.
Rayen tersenyum-senyum sendiri melihat pesan dari dokter Aliche.
Exa yang melihat itu merasa heran akan tingkah Rayen.
"Rayen,kamu kenapa?" tanya Exa menghampiri Rayen,Rayen melirik Exa sekilas lalu menggelengkan kepalanya.
"Nggak papa Xa,oiya aku ada urusan di rumah sakit" pamit Rayen sambil menyambar jaketnya dan berlalu pergi, saat akan pergi Rayen tidak sengaja melihat seorang gadis cantik yang menatapnya.
Gadis itu menghampiri Rayen dan tersenyum.
"Mau kemana kak?" tanyanya ramah.
"Saya mau ke rumah sakit,pamit dulu" jawab Rayen meninggalkan gadis itu,tanpa disadari Lala merasakan ada sesuatu yang lain terhadap dirinya.
***
Aliche telah menunggu Rayen disebuah kedai bakso dekat rumah sakit.
"Lama banget deh dianya" gerutu Aliche sambil melihat handphone.
Tidak lama kemudian Rayen datang dan tersenyum.
"Maaf saya telat" ucap Rayen, Aliche hanya mengangguk.
Merekapun berbincang,kini topik mereka sudah mulai serius, Aliche menatap lekat mata Rayen.
__ADS_1
"Rayen, lu marah nggak?" tanya Aliche.
"Marah kenapa? Saya nggak marah kok" jawab Rayen cepat, ia sibuk membaca pesan dari Tuan Marsel.
'Pesan'
Marsel Suami Exa_-
' Istriku bagaimana?'
' Apakah sudah makan?, sudah istirahatkah?, kamu dimana?, tolong jaga istriku! ndah, disini masih ada misi yang belum diselesaikan '
balasan dari Rayen-_
"Baik, sudah makan tadi,sudah,saya lagi dirumah sakit , ok saya jaga. ok, semangat! buat ketemu istrinya” balas Rayen yang geleng-geleng kepala melihat chat dari Tuan Marsel.
***
"kamu jangan bercanda, saya belum kepikiran untuk menikah" jawab Rayen masih belum mengerti ucapan dari Aliche.
Aliche menghela nafas panjang dan tersenyum.
"Berarti gue ditolak ya?" tanya Aliche dengan nada sedih, Rayen hanya bisa mengangguk.
Aliche tersenyum dan terdiam.
"Yaudah,gue pergi dulu ya Rayen" pamit Aliche setelah membayar baksonya dan begitu juga punya Rayen, Rayen mengangguk dan tersenyum.
Rayen melihat kepergian Aliche yang sudah menjauh,Aliche pergi ke kamar mandi.
__ADS_1
Aliche menangis.
"Gue kurang apa sih? Rayen, hahaha kayaknya gue harus menjauh dari lu. hiks," guman Aliche menghapus air matanya dan kembali tersenyum,ia tidak ingin dikatakan lemah.
Rayen masih belum beranjak dari tempat bakso tersebut,ia teringat akan perkataan Aliche dan tersenyum salting jika mengingat kenangan bersama Aliche.
'Sabar dulu ya,mungkin hari ini kamu yang mengatakan. Tapi,nanti aku yang akan katakan sendiri bahwa aku suka kamu. Tunggu aku sudah siap menjadi CEO,aku akan menikahi kamu' dalam hati Rayen berharap Aliche bisa menunggu sampai waktunya tiba.
Rayen memutuskan untuk pergi menemui Givan dan Leon di apartemennya.
Setibanya disana ia masuk sambil membawa sebungkus donat.
"We Rayen,tumben" ledek Leon menyenggol lengan Rayen.
"Dokter tampan dan dingin kita datang" ucap Givan menadakan kedua tangannya kepada Rayen minta dipeluk, Rayen yang melihat itu menepuk jidatnya, urat malu Givan udah putus.Givan kan emang tidak punya malu.
"Keknya, Rayen lagi bahagia ngitu" ucap Leon yang mulai serius, Rayen mengangguk dan tersenyum.
" Keknya bentar lagi,saya akan melepaskan diri dari pekerjaan dokter" ucap Rayen yang membuat kedua lelaki disampingnya terkejut.
" Rayen,mau jadi CEO kah? sudah punya calon?" tanya Leon dan Givan bersamaan.
"Saya sudah punya,tapi mungkin butuh waktu yang cukup lama untuk mengatakan kepada Papi, Mami dan juga dirinya" jawab Rayen.
Merekapun berbincang sangat lama, dan akhirnya Rayen pamit pulang.
"Kenalin dong orangnya,asal jangan Exa!" rajuk Leon.
" Bukan Exa kok tenang aja, nggak baik juga ganggu orang yang sudah punya suami" ucap Rayen pergi.
__ADS_1
#Bersambung...