Gadis Kecil Milik CEO Kejam

Gadis Kecil Milik CEO Kejam
Exa sedih


__ADS_3

#Istri_Kecil_Milik_Ceo_Kejam


Mereka semua masuk ke dalam rumah.


Tuan Marsel menghampiri Exa, istrinya.


"Sayang, kamu udah mandi?" tanya Tuan Marsel setibanya disebelah Exa.


Exa melihat suaminya.


"Udah, sayang" balas Exa tersenyum.


"Yaudah aku pergi mandi dulu" pamit Tuan Marsel pergi meninggalkan istrinya.


Exa disamping kakaknya beserta disana ada Rayen.


"Exa, Ngimana kandungan kamu?" ucap Rayen bertanya untuk memulai percakapan.


"Eee ngimana ya, ya biasa aja lah sih. Tapi, aku tu sering lemah olehnya" balas Exa memberi penjelasan.


Rayen tertawa mendengar penjelasan Exa. Begitu juga dengan Givan, kakaknya.


Exa heran, mengapa semua orang tertawa mendengar penjelasannya.


"Aku salah ngomong?" tanya Chia yang sudah malu karena ditertawakan.


Rayen menggeleng begitu juga dengan yang lain.

__ADS_1


Tak lama kemudian, Tuan Marsel datang menemui gelak tawa mereka dan ikut bergabung. Kini Tuan Marsel duduk di samping istrinya, Tuan Marsel membelai lembut rambut Exa.


"Kenapa, hmm?" risih Exa karena rambutnya di acak-acakin.


Tuan Marsel bersikap santai saja mendengar pertanyaan istrinya, dan ia tau kalo istrinya risih atas sikapnya.


Givan yang melihat Tuan Marsel mengerjai adiknya, hanya bisa geleng-geleng kepala.


'Kryuukk'


"Saya lapar" ucap Leon mencairkan suasana, semua yang ada disana tertawa mendengar suara perut Leon.


"Yasudah silahkan kalian makan" ucap Tuan Marsel mempersilahkan semua tamu-tamunya makan.


Semuanya menuju meja makan, mereka berebutan.


Begitu juga dengan Tuan Marsel, ia sangat senang melihat istrinya tertawa lepas dan sangat bahagia. Tidak ada raut sedih dan kesepian di wajah istrinya.


Sedangkan Rayen, ia juga sangat Senang melihat Exa, walau cinta tidak akan bisa bersatu. Tapi, perasaan itu tidak pernah hilang sampai saat ini. Sudah berusaha tapi tetap saja tidak bisa. Ya, namanya cinta bisa datang kapan saja.


***


Hari sudah malam, Givan duduk di balkon memikirkan sang kekasih di Inggris.


"Sayangku lagi apa ya?" guman Givan sambil memegang HP-nya.


Givan engan menelepon pacarnya, takut mengganggu, ia memilih untuk membaca koran dan berita tentang mafia-mafia hebat.

__ADS_1


Kini Givan menyembunyikan sesuatu dari orang tuanya dan adik, ia sedang belajar untuk menjadi seorang Mafia kejam tanpa pengetahuan siapapun. Karena apa ia menrahasiakan itu? Karena ayah dan bundanya tidak setuju.


Sementara dikamar yang megah , Disana ada Rayen yang sedang bergaya supaya tampan.


"Sebenarnya aku tampan, tapi mengapa aku masih jomblo?" gumannya kepada diri sendiri.


Rayen kembali mengubah posisi tubuhnya untuk memperoleh foto yang bagus. Ia ingin, mencari pasangan, siapa tau dengan adanya pasangan ia dapat melupakan masa lalunya.


Rayen mengupload fotonya ke Instagram.


banyak yang like and komen baru beberapa detik, ada suatu gadis mengomentari.


[Sangat tampan!] pujinya.


Rayen tersenyum-senyum sendiri melihat komentar-komentar yang positif dari para pengikutnya.


***


Hari sudah pagi, Exa bangun dan langsung mandi. kemudian Exa joging sekeliling taman rumahnya.


"Hmmm, segarnya" guman Exa menghirup udara pagi yang indah.


Exa tidak membangunkan suaminya, karena hari ini libur.


"Aduh, bunga ini kenapa layu?" rintih Exa menghampiri bunga mawar merahnya yang sudah layu berwarna coklat.


Exa sedih karena bunga kesayangannya sudah mati, tak terasa air matanya jatuh.

__ADS_1


__ADS_2