
#Istri_Kecil_Milik_Ceo_Kejam
Exa, masuk dengan langkah gontai menuju dalam rumahnya.
Ia berpapasan dengan Rayan, Rayan menatap Exa lekat.
"Exa, kamu kenapa?" tanya Rayen.
"Nggak papa kok" jawab Exa pergi meninggalkan Rayen kekamarnya.
'Ceklek'
setibanya dikamar Exa langsung merebahkan tubuhnya di atas kasur.
****
Rayen telah diperkerjakan di rumah sakit 'Cinta Sejati'. Buru-buru Rayen berjalan di koridor rumah sakit menuju ruang rawat pasien.
Ternyata, disana sudah ada seorang wanita cantik dengan gaya yang sangat minus dari kata feminim.
"Lo lama banget! biasakan kalo bekerja itu tepat waktu. Oo pantes lo anak baru ya? yang pindahan dari Inggris itu?" ucapnya dengan panjang lebar kepada Rayen.
Rayen tidak menanggapi karena ia rasa percuma.
Wanita yang merasa diacuhkan langsung menarik tangan Rayen kasar.
"Lo, cuek banget anjir!" marah wanita itu, yang biasa dipanggil dokter Aliche.
"Bisakah anda jangan dekat-dekat dengan saya?" ucap Rayen dingin dan menatap tajam kearah dokter cantik itu.
__ADS_1
Aliche kembali menatap tajam kepada Rayen.
"Males gue debat mah lo, ndah" ucapnya pergi meninggalkan Rayen yang sudah sibuk dengan pasiennya.
"Dokter aneh ditambah ngeselin" guman Rayen.
Aliche pergi menuju kantin.
Setibanya di kantin ia berpapasan dengan dokter Andi.
"Hai" sapa dokter Andi tersenyum ramah kepada dokter Aliche.
Aliche yang disapa langsung membuang muka jika bertemu dengan dokter genit yang satu ini.
Sifatnya jauh dari rata-rata yang baik, udah playboy, udah punya istri, suka selingkuh dan suka banget nyakitin.
"Ngapa lo, hah!" marah Aliche kepada dokter Andi.
"Gue punya pacar kok" bangga dokter Aliche sambil melirik ke kiri-kanan.
Tak lama kemudian tampaklah Rayen sedang berjalan kearah mereka.
dokter Aliche menarik tangan Rayen kesampingnya.
"Nih pacar gue!" ucap dokter Aliche sambil menginjak kaki Rayen dengan sepatu hak tinggi.
Sakit, tentu sakit yang dirasakan oleh Rayen. Apa tidak? diinjak rasanya jauh lebih sakit dari patah hati dan diselingkuhi.
Dokter Andi menatap tidak percaya kepada dokter Aliche.
__ADS_1
"Dia? nggak salah" ucap dokter Andi meremehkan Rayen.
Rayen yang tidak tahu apa-apa hanya bisa diam.
"Ya dia, emang kenapa? lagian dia ganteng kok" ucap dokter Aliche memeluk lengan Rayen semakin erat, supaya dibilang mesra.
Dokter Andi yang melihat itu langsung meninggalkan Rayen dan dokter Aliche.
Tak lama setelah dokter Andi pergi. Dokter Aliche langsung melepaskan tangannya.
"Jangan ge-er loh!" ucap dokter Aliche pergi tanpa berterima kasih kepada Rayen.
*****
Sementara dirumah, Exa masih setia dengan kasur dan bantal gulingnya.
Tuan Marsel merasa aneh melihat tingkah laku istrinya itu, mungkin istrinya lagi faktor bayi yang di kandungannya.
Tuan Marsel menghampiri istrinya.
"Sayang, kenapa?" tanya Tuan Marsel duduk disebelah Exa.
Exa menatap Tuan Marsel dan memeluknya.
"Huaaa, bungaku mati" sedih Exa kepada suaminya.
"Nanti kita tanam lagi ya sayang, yaudah nanti kita beli bibitnya" bujuk Tuan Marsel yang membuat Exa tersenyum.
"Bantuin ya!" ucap Exa yang diangguki oleh suaminya.
__ADS_1
Exa kembali ceria seperti sedia kalanya, Tuan Marsel senang melihatnya.