Gadis Kesayangan Dokter Tampan

Gadis Kesayangan Dokter Tampan
Dalang


__ADS_3

Sore hari nya Dava dan Alena menuju ke rumah Tio.


"Ayah!" ucap Alena dan langsung memeluk ayah nya itu.


"He anak ayah datang" ucap Tio membalas pelukan anak nya.


"Eh nak Dava,ayo duduk dulu!" ucap Tio dan melepas pelukan saat melihat Dava masuk ke dalam rumha nya.


Mereka bertiga pun duduk di sofa ruang tamu,Sedangkan Alena duduk di sebelah Dava dengan menggandeng tangan Dava,itu pun tak lepas dari mata Tio,Tio tersenyum tipis melihat anak nya yg sudah mulai menerima Dava.


Mereka bertiga pun mulai berbincang bincang dan kadang tertawa lepas melepas rindu.


"Yah,Dava mau ngomong sama ayah" ucap Dava.


"Yaudah kita ke ruang kerja ayah saja" ucap Tio berjalan duluan dan diikuti Dava dari belakang.


Sedangkan Alena hanya menatap punggung mereka berdua,Ia juga makin penasaran apa yg akan mereka lakukan.


***


"Gini yah,Kemarin Alena tidak pulang semalaman,dan saat pulang ia bilang dia di culik dan di tiduri preman" ucap Dava menudukan kepala nya.


Sedangkan Tio terkejut bukan main dengan perkataan Dava.


"Maaf yah,karena Dava tidak menjaga Alena dengan baik" ucap Dava penuh penyesalan.


"Lalu kau akan melakukan apa?" tanya Tio tenang..padahal ingin sekali dia memukul meja kerja nya dengan kuat.


"Ayah tenang saja,aku sudah menyuruh anak buah ku menyelidiki semua nya,dan aku tidak akan tinggal diam!" ucap Dava dengan mata penuh amarah.


"Ayah tidak pernah menyalakan mu,itu semua musibah" ucap Tio menepuk pundak Dava pelan


"Apa kau akan meninggalkan Alena?" tanya Tio membuat Dava terkejut dengan pertanyaan ayah mertua nya itu.

__ADS_1


"Tentu saja tidak,aku tidak mungkin meninggalkan nya,apapun kondisi nya aku tidak akan meninggalkan nya" ucap Dava cepat


"Ayah bangga dengan mu,itu lah yg membuat ayah yakin jika kau pasti bisa membahagiakan Alena" ucap Tio tersenyum.


tiba tiba ponsel Dava berbunyi menandakan ada panggilan masuk,dengan segara Dava mengangkat panggilan dari anak buah nya itu.


"hallo bos,dari informasi yg kami dapatkan ,Reno lah dalang semua ini" ucap anak buah Dava membuat darah Dava mendidih.


Dava pun mematikan panggilan sepihak.


"Siapa Nak?" tanya Tio melihat muka Dava yg sudah di kabuti amarah.


"Reno! dia dalang semua ini!" ucap Dava menatap Ke Tio.


"Jika dia ingin melakukan itu,kenapa ia tak melakukan dan meniduri Alena sendiri,seperti dulu ia hendak meniduri Alena di apartemen nya yg gelap itu" ucap Tio Heran.


"Seperti nya dia ada niat lain" ucap Tio lagi


"Lalu harus kita apakan dia?" tanya Dava.


"Aku akan menemui Reno nanti" ucap Dava dengan sorot mata yg sudah tak bisa di tebak.


Tanpa mereka sadari ada seseorang yg mendengar percakapan mereka di balik pintu...siapa lagi kalau bukan Alena.


Alen Terkejut bukan main saat mendengar Reno yg dulu hampir memperkosa nya saat keadaan gelap di apartemen nya.


Dan terkejut lagi saat ia mendengar jika ia diperkosa preman² yg disuruh Reno.Dan Reno adalah dalang nya.


Sungguh tidak bisa di percaya,Reno yg terkenal baik dan ramah menurut Alena bisa berbuat hal seperti itu.


" tapi..untuk apa dia melakukan itu?" tanya Alena dalam hati.


***

__ADS_1


Di apartemen Dava.


"Besok aku mau ajak kamu jalan,,sore aja" ucap Dava yg sudah memangku Alena di kasur mereka.


"Kemana?" tanya Alena


"Rahasia" jawab Dava membuat Alena mengerucutkan bibir nya membuat Dava ingin menggigit bibir tipis Alena.yg menggemaskan itu.


"Dav!" panggil Alena


"kenapa?" tanya Dava menatap Alena.


"Apa benar Reno dalang semua ini?" tanya Alena.


Hening......


"Tau dari mana kamu?" tanya Dava setelah beberapa menit diam tak bergeming.


"Aku mendengarkan apa yg kamu dan ayah katakan tadi" ucap Alena pelan.


"Apa kamu mendengar jika Reno yg....."ucapan Dava nya ia gantung sendiri dan menunggu jawaban dari Alena


"Iya,aku sudah tau sebenar nya" ucap Alena.


cup...tanpa aba² Alena mengecup bibir Dava sekilas,mau nya sekilas,tapi Dava menahan tekuk leher Alena dan malah menjadi *******.******* yg di bibir pun berpindah menjadi ke leher jenjang Alena,,Alena menikmati setiap sentuhan yg Dava berikan


Mereka berpindah menjadi di ranjang,entah dari kapan Dava sudah ada di atas Alena.


"Len aku menginginkan nya" ucap Dava dengan suara parau menahan hasrat nya yg sudah ke umbun umbun.


Alena pun mengangguk pelan sambil tersenyum.Mereka.pun melakukan nya dan menjadi malam yg panjang bagi mereka berdua.


Tapi aneh nya Alena tidak berani membuka mata nya saat melakukan,mungkin ia trauma karena pernah ditiduri oleh preman² dan di lakukan dengan paksa,,itu membuat nya tidak mempunyai nyali membuka mata,baginya jika ia membuka mata,mungkin bayang² preman akan ada lagi di otak nya,namun Dava tidak mempermasalahakan itu,ia bisa memaklumi.

__ADS_1


jangan lupa tinggalkan jejak😙💙


__ADS_2