
Orang laki laki itu menggendong Alena lalu membawa Alena menuju ke mobil.
Ia melajukan mobil nya menuju ke apartemen nya.
50 menit mereka sampai dan laki itu membawa Alena menuju ke kamar dan meletakan Alena pelan² dan berhati².
Laki itu menatap lekad mata dan wajah Alena.."Sangat cantik" ucap Laki itu sambil mengelus pipi Alena.
Tiba tiba mata nya menuju ke paha Alena yg mulus dan putih,karena Alena hanya menggunakan dress sepaha jadi memperlihatkan paha nya.
Laki itu juga normal,jadi sedikit goyang.Membuat laki² itu menelan air liur nya kasar.
Ia menyelimuti gadis itu dengan sedada nya.ia kembali menatap Alena,Ia merasa ada perasaan aneh di dalam diri nya.
belum pernah ia rasakan sama sekali dan baru ini ia merasakan.
"Aku tak mau dijodohkan,,aku tak mau" gumam Alena masih belum sadar dan masih bisa di dengar oleh laki itu.
"Apa dia dijodohkan juga?" tanya Laki itu dalam hati
"Huh sama aku juga akan di jodohkan,padahal aku sangat tertarik dengan wanita ini" ucap Laki itu pelan
Ia pun melangkah kan kaki nya dan duduk di sofa pojok an.
Tak lama Alena terbangun,ia memegangi kepala nya karena sakit plus pusing.
"Aduh" rintih Alena membuat Laki tadi terbangun dari tidur nya di sofa dan menuju ke Alena.
"Apa kau sudah tak apa²?" tanya laki itu.
"Siapa kamu?" tanya Alena khawatir.
"Tenang saja,saya bukan orang jahat"
"Tadi saya melihat kamu pingsan di club jadi saya membawa kamu ke apartemen saya karena saya juga tidak tau rumah kamu" ucap laki itu lagi.
Alena tampak berpikir,lalu ia teringat dengan Indah dan segera Alena mengambil hanpone nya di saku.
"*Hallo indah maaf kan aku" ucap Alena
"Kamu dimana len? kamu gak apa2 kan?" tanya indah cemas
__ADS_1
"Aku tidak papa,kamu pulang saja,aku sudah pulang" ucap Alena dan mematikan telepon sepihak*.
Alena pun kembali menatap laki² tadi yg menolongnya.
"Siapa nama kamu?" tanya Alena menatap laki itu.
"Dava"
"Apa yg kamu lakukan pada ku?" tanya Alena ragu² takut menyinggung.
"Sungguh aku tidak mengapa ngapa kan mu" jawab Dava cepat menatap Alena.
Tiba tiba Alena berdiri dan ingin berjalan,tapi langkah nya terhenti ketika Dava mencekal lengan Alena.
"mau kemana?" tanya Dava
"Pulang"
"Biar aku antar" ucap Dava.
"Tidak udah aku bisa sendiri" tolak Alena.
Di dalam mobil Alena memutuskan melihat jendela saja sedangkan Dava mencuri curi pandangan ke Alena.
"Kenapa kau di club malam² hingga mabuk?,itu tidak baik untuk kesehatan,apalagi kau seperti nya minum minuman terlalu banyak,itu akan merusak tubuh mu"ucap Dava tanpa menoleh.
"Apa yg kau tau tentang kesehatan?,lagi pula aku tidak butuh tuturan mu" ucap Alena ketus.
"Aku dokter..jadi aku tau tentang itu." sahut Dava.
"Jika kau dokter,tapi mengapa kau ke club dan merusak diri mu sendiri dan kau malah menceramahi orang" ucap Alena menatap Dava.
"Aku kesana tidak minum! aku hanya bertemu dengan sahabat ku,lagian aku tak pernah minum" jawab Dava.
"M**asak masih ada saja laki yg tidak pernah minum" batin Alena tak percaya dengan ucapan Dava.
Hanya butuh 30 menit mereka sampai,karena apartmen Dava dekat dengan rumah Alena.
"Kenapa kau baru pulang! tidak baik gadis pulang malam!" ucap Tio yg dari tadi cemas menunggu Alena di depan pintu
"Maaf yah" ucap Alena yg baru keluar dari mobil Dava.Tak lama Dava ikut keluar.membuat Dava terkejut ada nya Tio di situ.
__ADS_1
"Om Tio!"
"Dava!" ucap Tio dan Dava kompak.
"Ayah kenal dia?" tanya Alena heran
"Dia anak sahabat ayah" jawab Tio tersenyum.
"Apa kabar om?" tanya Dava lalu mencium punggung tangan Tio.
"Baik,kalo kamu giamana?" tanya Tio
"Baik om"
"Ayo masuk dulu" ajak Tio lalu masuk bersama Dava dan Alena.
"Kalian berdua kok bisa satu mobil?" tanya Tio heran.dan sudah duduk di sofa semua
"Tadi anak om ke..."
"Pemotretan yah" potong Alena dan meloloti Dava
"Jadi om Tio belum tau jika anak nya ke club" batin Dava.
"Anak om ini model terkenal itu kan ya?" tanya
"Iya nak,kamu tau?" tanya Tio
"Tau muka nya saja,tapi tidak tau nama nya heheh" jawab Dava
"Nama nya Alena" sahut Tio dan di anggukin Dava,sedangkan Alena hanya mendengar percakapan ayah nya dengan anak sahabat ayah nya.
"Dava seperti nya tidak tau jika ia dijodohkan dengan putri ku ini,seperti nya ayah nya belum memberi tau kan Dava siapa nama calon nya,sehingga dia tak tau jika Putri ku calon nya" batin Tio lalu terkekeh.
.
.
.
.JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK🤗💙
__ADS_1