Gadis Kesayangan Dokter Tampan

Gadis Kesayangan Dokter Tampan
cuek


__ADS_3

Malam hari pun tiba..


Mutia dan Andi pun pamit untuk pulang sehabis makan malam..


Saat makan malam Mutia agak keheranan karena kondisi dan suasana nya terlihat tegang dan sunyi.


Mutia menatap Tio lalu menatap Alena yg sibuk dengan makanan nya.


"Apa ayah marah pada Kakak?" batin Mutia


Setelah makan malam selesai,Mutia mendekatkan bibir nya ke telinga kakak nya.


"Cepat lah minta maaf pada ayah,jika tidak kau akan dicuekin" bisik Mutia mengejek di telinga Alena.


Sedangkan Alena menatap tajam ke arah Mutia yg terkekeh.


Mereka pun tau,jika mereka tidak menurut atau membuat kesalahan dan tidak segera minta maaf..pasti mereka akan di cuekin oleh Ayah nya.membuat mereka meringis tidak kuat di cueki terus menerus.


Tio dan Alena mengantarkan Andi dan Mutia hingga mobil mereka sudah tidak terlihat,Tio pun masuk mendahului Alena tanpa sepatah kata pun.


"Hufhh,jika aku menerima perjodohan itu,bagaimana nasib ku?, aku hanya ingin menikah satu kali dalam hidup ini" batin Alena sambil melengkah kan kaki nya menuju ke kemar.


Kamar bercat dinding berwarna ungu dengan kasur empuk serta ranjang,rak buku dengan beberapa buku nya,sofa dengan tv di sudut.


Ia merebahkan tubuh nya..lalu menatap ke arah pintu.


Ia sangat merasa di cuekin karena permintaan ayah nya tidak bisa ia turuti.


Karena biasa nya jika ingin tidur,Tio selalu datang ke kamar Alena kemudian mengecup kening Alena,mengatakan selamat tidur lalu menaikan selimut Alena hingga ke dada.


Tapi hari ini tidak ada yg mengatakan selamat tidur pada Alena membuat Alena sedikit gelisah karena benar² dicuekin ayah tersayang nya.


Alena masih menatap pintu berharap ayah nya datang dan mengecup kening nya dengan hangat.Tapi sudah hampir 1 jam ayah nya tak kunjung datang dan membuktikan jika ayah nya benar² mencueki nya dan marah kepada nya.

__ADS_1


Alena tampak berpikir keras untuk menerima atau tidak perjodohan yg di tawarkan oleh Tio padanya.


"*Percuma jika aku menolak,bisa² mati aki setiap hari di cuekin ayah"


"Tapi jika menerima,,aku tidak mengenal laki itu, dan kita juga tidak saling mencintai*" batin Alena lagi.


Ia berpikir terlalu keras membuat nya terlelap karena kelelahan berpikir.


***


keesokan hari nya.


Saat sarapan,benar saja jika Tio masih mencueki putri nya itu. sebenar nya ia hanya ingin melihat anak anak nya bahagia dengan suami nya dan memberi cucu sebelum ia sudah tiada lagi.


"Yahhhhh" rengek Alena yg sudah tak kiat di cuekin terus menerus.


"hem" jawab Tio tanpa menoleh.


Tidak ada jawaban dari Tio.


"Baiklah Aku tak papa di jodohkan,ini demi AYAH!" ucap Alena dengan tekanan dan membuat Tio tersenyum.


"Baiklah akan ayah urus semua nya" ucap Tio sambil tersenyum,Alena yg melihat ayah nya kembali tersenyum pada nya pun lega.


ia hanya seharian di cuekin sudah seperti orang prustasi apalagi jika berhari hari,mungkin gila dia,mangkanya dia sudah memikirkan keputusan nya,dan berpikir dengan sikap nya mungkin suami nya tidak akan betah dengan nya.


Ia pun pamit berangkat karena ada pemotretan di luar kota,dan pamit karena pulang akan terlambat.


Ia berangkat menggunakan supir.


35 menit ia sampai di tempat biasa nya pemotratan,ia menyuruh Supir nya untuk pulang karena pemotretan nya diluar kota dan dia akan berangkat bersama temannya saja.


Ia pun berangkat bersama rombongan nya menuju ke luar kota menaiki bus.

__ADS_1


Karena tidak mengambil keputusan terlalu jauh motret nya.hanya 1 jam setengah mereka sampai di tujuan.


Tampak Pemandangan yg sangat indah,sepertu sawah,tapi bukan sawah,hanya bunga bunga dan rerumputan luas disana,bagus dan cocok di buat tempat pemotretan.


"Wah bagus banget ya" ujar salah satu teman Alena yg bernama Indah


"Iya bagus banget,pas di buat untuk potretan" sahut Alena dan di anggukin Indah.


Mereka pun segera melakukan pemotretan,tampak Alena yg sudah memakai dress sepaha dengan bagian dada terbuka sedikit mempelihatkan celah nya.


Dan punggung mulus nya yg terlihat sedikit


Tak lama pemotretan pun selesai,Ia memutuskan untuk ikut Indah dan tak langsung pulang dengan rombongan yg sudah pulang.


"Bagaiman jika kita ke club dekat sana?" ucap Indah dan di anggukin Alena.


Alena masih menggunakan baju yg sama yg tadi di pakai memotret membuat kaum adam bisa saja khilaf melihat kesempurnaan tubuh Alena.


Sampai di club,Alena meminum beberapa kali minuman tanpa sadar,mungkin ia sudah banyak minum untuk menenangkan diri karena perjodohan itu,padahal Indah sudah menegur tapi tetap saja dia tak menguris


ucapan Indah


"Aku ketoilet bentar ndah" ucap Alena sudah setengah mabuk.


"Aku antar?"tanya Inda dan di gelengkan kepala oleh Alena.


Alena pun berjalan sempoyongan menuju toilet.


Ia munuju ke wastafel dan membasuh muka nya lalu mengelap muka nya dengan tisu agar ia tetap sadar dan bisa menghilangkan mabuk nya.


Tapi saat ia ingin kembali tiba tiba kepala nya pusing terasa berputar putar,kaki nya sulit dan berat untuk melangkah,tangan satu Alena memegang kepala nya dan satu nya memegang pintu untuk menahan diri agar tidak jatuh.


Tak lama tubuh Alena pun jatuh dan tersungkur kebawah,ia pun tak sadarkan diri,lalu tiba tiba ada seseorang yg memeluk nya dan menahan nya sebelum ia jatuh ke lantai.

__ADS_1


__ADS_2