Gadis Kesayangan Dokter Tampan

Gadis Kesayangan Dokter Tampan
Berubah


__ADS_3

keesokan pagi nya,Dava membuka mata nya perlahan lahan menyesuaikan kelopak mata yg masuk,tapi ia sudah tak mendapati Alena di sebelah nya. kemudian ia membersihkan diri dahulu,dan mencari Alena.


"kamu sedang apa?" tanya Dava mendapati Alena yg sedang di dapur.


"Apa lagi? masak lah" jawab Alena membuat Dava tersenyum tipis.


Setelah selesai masak mereka berdua pun makan masakan Alena,dan baru kali ini selama menikah Alena memasak.


"Kenapa? ga enak ya?" ucap Alena yg melihat Dava melamun.


"enggak kok,ini malah enak banget" ucap Dava sambil tersenyum dan di balas tersenyum oleh Alena juga.


Setelah sarapan Dava hendak berangkat ke rumah sakit,sedangkan Alena belum di bolehin Dava untuk pergi pemotretan dahulu dan di turuti oleh Alena.


"Dava!" panggil Alena saat Dava hendak berangkat membuat langkah Dava berhenti.


Alena berjalan mendekati Dava dan mengambil lalu mencium punggung tangan Dava,membuat Dava terkejut dengan perlakuan² baru Alena.


Alena pun mengantarakan Dava menuju ke halaman apartemen,ia masuk lagi setelah sudah tidak mendapat dan melihat mobil Dava yg sudah menjauh.


***


Sedangkan Dava di rumah sakit sedang di ruangan nya,ia mengambil hanpone nya dan menelepon anak buah nya.


"*Hallo,jaga Alena dan terus awasi dia,jangan sedetik pun kalian tinggalkan! dan laporkan apa saja yg Alena lakukan!" perintah Dava


"Dan salah satu dari kalian cari juga dalang dari semua ini,laporkan pada ku segera" ucap Dava lagi.


"Ok boss" jawab anak buah Dava,,Dava pun mematikan panggilan nya*.


Ia sungguh tidak bisa tenang jika belum tau siapa dalang di balik semua ini,ingin sekali ia menghajar habis² an orang yg sudah berani menyentuh istri nya.


tok tok tok


"masuk" ucap Dava dari luar.


"dok,ada pasien yg menunggu bapak di luar" ucap salah satu suster


"Usir saja" ucap Dava.


"Tapi dok...."

__ADS_1


"SAYA BILANG USIR SAJA!!" bentak Dava menggema di ruangan nya,membuat suster itu sontak terkejut dan ketakutan.Suster itu pun meninggalkan Dava yg sudah di kabuti emosi.


***


"*Len,kamu sudah makan siang?"


isi pesan dari Dava*.


tak lama ada suara notif masuk.


"belum,*kamu sudah?" #Alena


”belum" #Dava


"aku anterin makanan ya,sharelock RS nya" #Alena*


Dava pun segera mengirim letak lokasi rumah sakit nya.


20 menit kemudian.


tok tok tok


Tampak Alena dengan balutan dress berwarna ungu tanpa lengan dan seatas lutut mententeng kotak bekal.


"Duduk yang" ucap Dava membuat Alena terkejut dan malu..melihat Alena malu² seperti itu ingin sekali Dava mencubit pipi Alena yg gemas itu.


Alena duduk di bangku depan Dava dan Alena mulai menata makanan nya.


Mereka berdua pun mulai memakan makanan yg di masak Alena tadi.


Selesai dengan makan nya,Tiba tiba Dava menarik tangan Alena,membuat Alena terjatuh di pangkuan Dava.


Alena membulatkan mata nya terkejut dengan perlakuan Dava.


"Dav,ini di rumah sakit" ucap Alena pelan.


"Tidak ada yg berani masuk jika tidak mengetuk pintu dulu" jawab Dava dan hanya di anggukin Alena pasrah.


Alena menenggelamkan wajah nya di dada Dava,sedangkan Dava menaruh dagu nya di bahu Alena sambil memainkan leptop lipat nya.


"I love you" ucap Dava menatap Alena.

__ADS_1


"I love you too" jawab Alena mendongakan wajah nya menatap Dava


"Dari kapan?" tanya Dava membuat Alena bingung dengan pertanyaan nya.


"Maksud nya dari kapan kamu mencintai ku?" tanya Dava lagi yg tau jika Alena kebingungan.


"Aku tidak pernah menjadi istri yg baik,tapi kamu selalu sabar sama sifat aku yg selalu kasar sama kamu,bahkan kamu melakukan apa yg seharus nya istri lakukan,semenjak itu aku merasa kamu sangat tulus mencintai aku" jawab Alena panjang lebar.


tanpa aba²,Dava ******* bibir tipis Alena,perlahan lahan Alena pun membalas,tak lama suara hanpone Dava berbunyi dan mereka berdua menghentikan aktifitas mereka.Mereka mengatur napas mereka dahulu baru Dava mengangkat panggilan yg dari anak buah nya itu.


"*Hallo" ucap Dava


"Hallo boss, dari informasi yg kami dapatkan preman² yg meniduri Alena aladah suruhan" ucap anak buah Dava


"Segera cari siapa yg menyuruh mereka" ucap Dava dan langsung mematikan panggilan sepihak


"Kenapa Dav?" tanya Alena.


"Preman itu memang suruhan" Jawab Dava


"Tidak usah di pikirkan lagi" ucap Dava lagi dan mengecup bibir Alena sekilas.


"Aku ingin ke rumah ayah nanti" ucap Alena


"Ok aku ikut" sahut Dava.


***


Ditempat lain.


"Bagaimana? apa kau sudah melakukan yg aku suruh?" tanya laki²


"Sudah boss" ucap preman A


"Kalian tidak membunuh nya kan?" tanya orang laki² tadi


"Tidak" jawab preman lain nya.


"Bagus,aku yakin mereka akan bertengkar dan akan pisah" ucap Laki² tersebut sambil tersenyum miring


jangan lupa tinggalkan jejak🤗💙

__ADS_1


__ADS_2