Gadis Kesayangan Dokter Tampan

Gadis Kesayangan Dokter Tampan
menikah


__ADS_3

Hari ini adalah hari pernikahan Alena dengan Dava,tak henti² nya ia menangis saat di rias sehingga tukang rias sedikit kewalahan.


"Mba,jangan nangis terus,ini make up nya luntur" ucap perias itu.


Alena menarik napas dalam dalam lalu dihembuskan perlahan,dan mencoba tersenyum.


Selesai dengan rias,Alena hanya mondar mandir di depan cermin nya.ia sangat gugup,bukan nikah karena perjodohan yg ia harapkan,nikah dengan orang yg ia cintai dan saling mencintai itu yg di harapkan Alena,tapi takdir berkata lain..mungkin Dava dengan Alena ditakdir kan bersama dengan cara seperti ini.


"SAH"


"SAH" itu lah yg di dengar oleh Alena dari kamar nya,hampir saja air mata nya menetes namun dengan segera ia menarik napas nya lalu menghembuskan agar tidak menetes dan melunturkan make up nya


Tiba², Riri datang dan memanggil Alena untuk ke bawah,dan ia pun mengiringi Riri ibu mertua nya kebawah.


Semua yg ada di situ begitu terkesiap melihat kecantikan Alena dengan balutan kebaya berwarna putih dengan polesan make up tipis dan tidak menor,rambut yg di sanggul dan dengan beberapa perhiasan di tubuh nya...Malam ini aura nya tampak jauh beda,ia bahkan sangat cantik dari siapa pun.


Penghulu mentutur mereka berdua untuk Bertukar cincin lalu Dava mencium kening Alena.mereka pun melakukan nya,Dava dengan senang hati sedangkan Alena masih dengan terpaksa.


***


Ijab qobul selesai, Alena mengganti pakaian nya dengan Kebaya berwarna kemerahan dan Dava juga menyesuikan.


Mereka berdua menyalim nyalimi orang yg memberi selamat.


Pernikahan mereka dirayakan mewah dan besar² an,walaupun awal nya Alena menolak,tapi apalah daya Alena jika ayah nya marah lagi.


Bisnis dan rekan kerja Tio pun datang,semua teman Alena juga datang,begitupula dengan Dava.

__ADS_1


Karena kecapekan berdiri,Alena sejenak duduk dan memijat mijat kaki nya sendiri.


"kamu capek?" tanya Dava ikut duduk di sebelah Alena. Tidak ada jawaban dari Alena membuat Dava mengembuskan napa nya perlahan untuk lebih sabar lagi menghadapi sikap Alena.


"Yasudah ayo,nanti biar aku bilangin ke ayah kalo kita sudah duluan ke kamar"ucap Dava menarik pelan tangan Alena,Alena pun ngikut saja karena memang sudah kecapean.


Dihotel itu,Dava mengikuti Alena untuk masuk ke dalam kamar.


Alena pun merebahkan tubuh nya sejenak.


sedangkan Dava masih membersihkan diri duluan,tak lama ia keluar dengan handuk di pinggang nya dengan rambut yg masih basah berjatuhan dilantai.


"Kenapa menatap ku seperti itu?" tanya Dava menatap Alena yg sedang menatap nya.


"Ah tidak papa" ucap Alena malu... pipi nya merah tapi ia segera menuju ke kamar mandi.sedangkan Dava tertawa kecil melihat Alena yg tertangkap basah.


"Baju ku tidak ada dihotel,lalu aku pakai apa!" ucap Alena kesal.


"Dilemari" jawab Dava menatap laptop nya kembali.


Alena membuka lemari,terlihat pakaian² baru,itu Dava sediakan jika memang keadaan seperti ini,karena ihi hotel milik nya,jadi kamar itu sudah milik nya dan tidak bisa di pesan orang lain.


Alena tampak membuka resleting kesusahan,Dava yg melihat itu membantu.


"Apa yang kau lakukan" ucap Alena mundur.


"Aku hanya membantu,kenapa kau takut sekali,aku hanya membantu,bukan memakan mu"

__ADS_1


"Dasar dokter mesum!" teriak Alena membuat Dava terkekeh.


Setelah selesai dengan resleting,Alena menuju kamar mandi dan mengganti dengan piyama nya.Tapi ia benar² tak berani keluar.


"*Bagaimana jika ia melakukan dan meminta hak nya"


"Jika ia tau aku sudah tidakk.........bagaimana iniii*" batin Alena ketakutan.


"Len,kau tidak papa kan di dalam?" tanya Dava dari luar pintu.


"I...iya aku tidak papa" jawab Alena.


Setelah beberapa menit Alena pun keluar dari kamar mandi dan langsung merebahkan tubuh nya dikasur dan memunggungi Dava yg duduk di sofa dengan laptop nya.


Tak lama Dava ketiduran di sofa,ia memang sengaja tidur di sofa,ia tahu Alena melakukan pernikahan ini hanya terpaksa,jadi ia tidak ingin tidur dengan Alena dulu.


Sedangkan Alena masih belum tidur,ia masih tidak bisa tidur,ia pun membalikan badan nya dan menatap Dava yg tidur di sofa.


"kenapa dia tidur disitu?" batin Alena


"Bodo amat lah,ngapain juga urusin dia,kan enakan gini" batin Alena lagi.


Tak lama ia pun terlelap.


.


.

__ADS_1


.jangan lupa tinggalkan jejak ya🤗💙


__ADS_2