
Keesokan pagi nya Alena bangun dari tidur nya dan sudah tidak mendapati Dava di sebelah nya.
Ia keluar dari kamar nya,dan melihat Dava yg sedang berbicara serius yg sedang berbicara dengan telepon. Tidak tau siapa yg menelepon membuat Dava terlalu serius.
Alena kembali ke kamar dan membersihkan diri nya dahulu.
10 menit ia sudah selesai dengan mandi nya dan segera mengganti pakaian di ruang ganti.
Lalu ia berjalan mencari Dava, ternyata Dava sudah selesai dengan telepon nya dan sedang duduk di meja makan.
Alena pun segara masak. Tidak pakai lama ia sudah selesai dengan masakan nya.
Mereka berdua makan tanpa suara,dan Dava membuka suara setelah hening beberapa menit.
"Nanti aku pulang agak malam, tidur saja duluan, tidak usah menunggu" ucap Dava
"Mau kemana?" tanya Alena
"Ada urusan mendadak di rumah sakit" jawab Dava berbohong, dan di anggukin Alena.
***
Setelah urusan rumah sakit selesai, Dava segera menuju ke markas nya.
__ADS_1
30 menit ia sudah sampai dirumah kosong dan seperti sepi dan tidak terawat.
Ia masuk dan menemui anak buah nya disana. Terlihat ada 2 orang preman sedang diikat di kursi yg tak lain mereka adalah anak buah Reno.
"Apa mereka sudah berbicara sejujurnya?" tanya Dava menatap 2 orang preman yg katanya meniduri Alena beberapa hari kemarin.
"Belum boss"
"Lakukan semau mu saja! lakukan hingga ia jujur!" ucap Dava dan di iyakan 2 anak buah nya.
"Oh iya, soal memata matai istri ku sudah tidak usah lagi, lagian dia sudah tidak berkerja" ucap Dava lagi dan di anggukin kedua anak buah Dava.
Kedua anak buah Dava memukuli preman yg sedang di sekap itu. sedangkan Dava hanya menonton.
Tidak ada jawaban dari kedua preman itu, Anak buah Dava pun kembali memekuli preman itu hingga muka mereka sudah penuh dengan luka.
Karena salah satu dari preman itu sudah tidak kuat di pukuli terus menerus ia mulai membuka suara nya setelah beberapa jam diam tak ingin bergeming sama sekali.
"Ampun mas, iya saya akan jujur, tapi jangan beri tau Pak Reno jika kami jujur" ucap salah satu preman itu.membuat yg preman satu nya terkejut, padahal mereka sangat berhutang budi pada Reno, itu alasan mereka mau melakukan apa saja yg diperintahkan Reno.
"iya katakan saja....apa?" tanya salah satu anak buah Dava, sedangkan Dava memasang telinga nya lebar2.
Padahal salah satu preman sudah melototi preman yg akan jujur itu, namun preman satu nya tidak menghiraukan, ia sudah tidak ingin mati disini karena dipukuli anak buah Dava.
__ADS_1
"Sebenarnya.... pak Reno hanya ingin kalian pisah saja" ucap Salah satu preman suruhan Reno itu.
"Pak Reno hanya menyuruh kami memotret istri bapak dengan salah satu anak buah nya, kami tidak mengapa ngapakan nya sama sekali pak" ucap preman itu lagi.
"Pak Reno hanya ingin mengirim foto yg dipotret tadi ke bapak dan berharap bapak dengan istri bapak akan pisah" ucap nya lagi.
"Apa kau jujur?" tanya Dava memulai membuka suara.
"Iya pak,saya tidak berbohong sama sekali"
"Jadi kesimpulan nya ia ingin memotret Alena dengan preman tidur berduaan dan mengirim ke aku berharap aku berantam dan meceraikan Alena. Begitu?" tanya Dava dan di aggukin anak buah Reno itu.
"Lalu kenapa Alena pulang2 berjalan nya pincang?" tanya Dava
"Saya benar2 tidak melakukan apa2 pak,,,soal itu saya tidak tau" ucap preman suruhan Reno itu lagi, sedangkan preman yg ke dua hanya diam saja dari tadi.
"Yasudah lepaskan dia! dan kamu jika berbohong..lihat saja apa yg akan saya lakukan padamu!" ancan Dava menatap tajam anak buah Reno itu.
Mungkin tuhan berpihak pada Alena dan Dava, untung nya Alena saat pulang langsung jujur pada Dava apa yg terjadi, sehingga tak menimbulkan salah paham di antara mereka,,tentu saja Dava juga sangat bersyukur karena masalah itu ia dan Alena malah semakin dekat dan semua nya sudah mulai berubah mulai dari sikap Alena kepada Dava.
.
.jangan lupa tinggalkan jejak nya ya😙💙..
__ADS_1