Gadis Kesayangan Dokter Tampan

Gadis Kesayangan Dokter Tampan
Rencana


__ADS_3

Keesokan pagi nya,tampak dua pasang suami istri masih dalam selimut nya dan masih tertidur pulas.


Dava membuka mata nya perlahan,ia manatap wajah Alena yg masih terlelap karena keletihan,Dava mengecup kening Alena lalu beranjak untuk mandi.


12 menit ia sudah selesai dengan mandi nya,ia segera memakai baju di ruang ganti.lalu beejalan ke ranjang untuk mebangunkan Alena.


"Len,bangun,Ayo sarapan" ajak Dava menepuk nepuk pelan pipi Alena.


"Hem" ucap Alena dengan suara khas bangun tidur.


Ia membuka mata nya dan melihat wajah tampan Dava.cup...Alena mengecup bibir Dava sekilas membuat Dava tersenyum.


Alena segera membersihkan diri nya,lalu ia memoles sedikit make up dan menyusul Dava yg sudah duluan ke dapur.


Terlihat Dava sedeng ribut dengan masakan nya,ia kemudian menata makanan yg sudah ia masak.lalu mereka berdua pun duduk dengan berhadapan.


"Maaf Va,aku tadi kesiangan jadi tidak sempat masak" ucap Alena di sela makan nya.


"Iya tidak apa²,lagian kamu kan kecapekan" ucap Dava.


"Emm Va,maaf kemarin aku sudah tidak..." ucapan nya Alena terhenti ketika jari telunjuk Dava sudah menempel di bibir nya.


"Kemarin aku mendaptakan nya,jadi diam lah" ucap Dava menatap Alena.


"Kamu serius?" tanya Alena sambil tersenyum. dan di anggukin Dava.


"Memang kamu tahu apa yg mereka lakukan tidak?" tanya Dava


"aku gak tau,cuman saat aku bangun,ada preman di sebelah ku dan di satu ranjang" ucap Alena jujur.


"Seperti nya mereka tidak mengapa ngapa kan mu" ucap Dava yakin.


Tidak lama ponsel Dava berbunyi,menandakan ada pesan,Dava membuka pesan itu,dan membuka satu persatu foto yg di kirim nomor tidak di kenal itu.


Dava memencet nomor orang itu berniat menelepon,tapi sayang nya sudah tidak aktif.


"Kenapa va?" tanya Alena yg menatap wajah Dava menjadi emosi.

__ADS_1


Dava memberikan hanpone nya kepada Alena,Alena mengambil dan melihat satu persatu foto tersebut,ia membulatkan mata nya karena di situ adalah foto ia sedang tidur dengan preman yg menyulik dia.


"Va,aku bisa jelasin ini" ucap Alena yg wajah nya sudah pucat karena takut salah paham.


"Tidak perlu,,diam lah,aku tidak marah Len,aku percaya padamu" ucap Dava lembut.membuat Alena bernapas lega.


"Hah,kau ingin bermain main dengan ku,lihat saja siapa yg akan menang" batin Dava tersenyum miring.


"yang,kamu tau kan perusahaan Reno dimana?" tanya Dava dan di anggukin Alena.


"di jalan XXX" ucap Alena dan di anggukin Dava.


"Kenapa memang?" tanya Alena.


"Aku mau ke sana" ucap Dava.


"Aku ikut" ujar Alena.


"Apa kau merindukan Reno hemm?sehingga ingin ikut" tanya Dava


"Kamu kan ada pemotretan yang" ucap Dava.


"Aku sudah mengundurkan diri"


"kenapa?" tanya Dava


"Aku hanya ingin menjadi istri yg baik saja" ucap Alena sambil tersenyum dan di anggukin Dava tanda setuju.


***


Dava akir nya mengalah dan mengijinkan Alena untuk ikut Dava menuju ke perusahaan Reno.


60 menit mereka sampai di perusahaan itu,Dava menggandeng tangan Alena dan masuk bersama.


Ia tadi juga sudah membuat janji ke pada Reno lewat pesan whatsaap. jadi mereka pun menunggu Reno di lobby.


Tak lama keluarlah Reno dari kemeja dengan jas nya dan celana jins nya.tampak sangat muda dan tampan.

__ADS_1


"Alena!" sapa Reno menatap Alena dari bawah hingga atas.


"hemm" jawab Alena tanpa menoleh san masih fokus dengan ponsel nya.


"ehem" deheman Dava membuat Reno menghentikan menatap Alena.


Reno pun duduk berhadapan dengan Dava.


"Ada apa? cepat saya tidak banyak waktu!" ucap Reno


"cih,bentar lagi hancur aja masih sombong" batin Dava


"Saya kemari untuk mewakilkan bapak Tio untuk mengambil saham yg di tanam di perusahaan ini!" tegas Dava membuat Reno masih tak percaya


"Mereka benar² ingin menghancurkan Reno.


lalu aku harus apa? diam saja dengan kehancuran nya atau membela,tidak...tidak mungkin aku membela dia.bisa bisa di cambuk aku sama Dava,lagian ini juga salah dia,jadi Reno harus berani tanggung jawab juga lah" batin Alena


"Saya tidak percaya!" ucap Reno menatap sinis Dava. Dava mengambil hanpone nya dan memberi tahukan pesan² nya pak Tio kemarin malam yg dikirim ke Dava,yg bertulis menyuruh Dava memperwakilkan mencabut semua saham yg ada di perusahaan Reno.


Reno yg melihat itu menjadi pucat,seperti sudah tidak ada darah mengalir di wajah nya,ia sungguh² tak percaya dengan semua ini,ia pikir pak Tio hanya menggertak nya saja.


"Alasan nya?" masih dengan santai dan menutupi kekhawatiran nya.


"Karna tuan sudah lancang" tegas Dava.


"Saya tidak mengerti apa yg anda katakan" ucap Reno


"Anda pikir saya tidak tau kelicikan anda,Saya tegas kan JANGAN PERNAH MENGGANGGU ISTRI SAYA LAGI" ucap Dava penuh penekanan,membuat beberapa karyawan disana menoleh ke arah mereka.


Setelah mengatakan itu,Dava langsung pergi dan menggandeng tangan Alena yg dari tadi hanya sebagai pendengar dan penonton.


.


.


.jangan lupa tinggalkan jejak😙💙

__ADS_1


__ADS_2