Gadis Kesayangan Dokter Tampan

Gadis Kesayangan Dokter Tampan
diculik


__ADS_3

Keesokan pagi nya Dava bangun dari tidur nya dan sudah tidak mendapati Alena di sebelah nya.


Ia menatap pintu kamar mandi yg terbuka,menandakan tidak ada orang di dalam.Dava melihat ke bawah siapa tahu Alena sudah di dapur,namun nyata nya sudah tidak ada Alena.


Dava berlarian menuju ke halaman,ia melihat mobil Alena sudah tidak terparkir disana.


"kemana dia? mengapa tidak bilang² jika pergi? tapi mengapa terlalu pagi? bukan kah pemotretan nya slalu siang" batin Dava.


Ia mengambil hanpone nya dan menelepon Alena berharap akan di angkat,namun percuma karena tidak di angkat²,membuat Dava khawatir setengah mati.


Ia membanting hanpone nya kekasur prustasi.Entah kenapa hati nya terasa tidak enak.


"kamu dimana Len" gumam Dava mengusap wajah nya pelan


Ia berlari menuju ke halaman dan melajukan mobil nya sambil menatap² sekitar,ia juga berminat menuju ke tempat pemotretan biasa nya Alena.


"bang,Alena nya ada?" tanya Dava menatap salah satu orang di sana yg biasa nya memotret Alena.


"Saya juga tidak tau bang,kan pemotretan nya siang" jawab orang itu.


Tanpa menjawab lagi Dava meninggalkan orang itu dan melajukan mobil nya. Ia bingung setengah mati harus mencari Alena dimana lagi.


Tiba tiba ia teringat dengan club di luar kota yg dulu ia menemui Alena keadaan mabuk.tapi mana mungkin dia ke club sejauh itu,batin Dava.


Ia menelepon anak buah nya dan menyuruh anak buah nya mencari Alena sampai dapat.


Ia melajukan mobil nya ke rumah sakit untuk mengerjakan sedikit pekerjaan nya,tapi ia sama sekali tak konsentrasi apalagi ia sangat khawatir,membuat nya terus memarahi pasien yg menurut nya salah,,,ia memang sabar..tapi ia juga sangat menyeramkan jika mengamuk.,,baru kali ini pula pasien² nya melihat ia mengamuk sampai segitu nya,membuat mereka merinding ketakutan..


"Bro,lo itu kerja kok malah nakutin pasien sih" ucap Andre menatap Dava.


"Diem lo!" bentak Dava menggema di ruangan itu.


"Lo ada apa lagi sih? kalo ada masalah jangan marah² mulu,cepet tua lo" goda Andre membuat Dava menatap ke Andra dengan tatapan membunuh.

__ADS_1


Dava memilih tak menceritakan kepada Andre,ia masih malas berbicara,tiba tiba hanpone nya berdering,ia segera mengangkat telepon dari anak buah nya itu.


"*Hallo...gimana?" tanya Dava


"Maaf boss,tapi kami tidak dapat menemukan nya" ucap anak buah Dava


" DASAR BODOH! GITU SAJA TIDAK BECUS! AKU TIDAK MAU TAU CARI DIA SAMPAI DAPAT*!" teriak Dava yg sudah di selimuti emosi.


Sedangkan Andre hampir tak percaya dengan Dava yg menurut nya sudah berubah sejak ada Alena di kehidupan nya.mungkin perubahan nya adalah ia menjadi bucin Alena.


Sedangkan Dava saja tidak pernah membentak anak buah nya,dan baru ini membentak seperti orang kesurupan.


Ia meletakan hanpone nya dan berlalu meninggalkan Andre yg masih menatap nya.


Dava melajukan mobil nya menuju rumah,ia berharap Alena sudah berada di rumah.


Tapi saat ia sudah ada dirumah,raut kekecewaan+kekawatiran menjadi satu.


Ia tidak melihat ada nya Alena di rumah.


Malam hari nya pun belum ada tanda² Alena pulang. Dava mencoba menuju ke tempat pemotretan lagi..


"Seharian ini dia tidak datang pak" jawab salah satu orang di tempat pemotretan itu membuat Dava terkejut.


"Jika tidak pemotretan lalu kemana dia" batin Dava


30 menit ia sudah sampai di rumah,ia berlari masuk dan mendapati Alena berjalan sedikit pincang.


"Alena!" panggil Dava,Alena memutar badan nya dan berhamburan ke pelukan Dava,Dava terkejut dengan perlakuan Alena.pasal nya ia ingin memarahi Alena tapi ia urungkan.


Alena mulai terisak di dada Dava,Dava mengelus elus rambut pirang Alena memberi ketenangan.


Alena agak tenangan dan ia melepas pelukan.

__ADS_1


"Ayo duduk dulu" ajak Dava menuntun Alena untuk duduk di sofa ruang utama


"Maafin aku Dav,hiks maaf" ucap Alena yg mulai terisak kembali.


"Sudah tidak perlu menangis,dari mana kamu seharian? kamu bahkan tidak ikut motret tadi!" ucap Dava menatap Alena


"A....a.....aku di culik" jawab Alena mendudukan kepala nya membuat Dava membulatkan mata nya Dava bahkan sangat merasa sudah menjadi suami yg tidak bisa menjaga istri nya.


"Bagaimana bisa?" tanya Dava menaikan dana suara nya sedikit.


"Aku hiks...aku hanya mau membeli sesuatu di supermarket saat keluar dari sepurmarket aku di beri bius dan pingsan" ucap Alena menjeda.


"Kemudian mereka.......mereka meniduri akuu"ucap Alena berhamburan ke badan Dava,Dava semakin terkejut dengan ucapan Alena.


"Hiks,aku minta maaf Dav,aku minta maaf karena belum bisa menjadi istri yg baik,aku minta maaf karena kelakuan aku selama ini,tolong jangan tinggalin aku hiks" ucap Alena menangis sejadi jadi nya di pelukan Dava.


Rahang Dava mengeras,gigi nya menggertak,tangan nya mengepal hingga urat² nya terlihat dari luar,napas nya tidak teratur sangking emosi nya.sungguh ia tak rela dengan semua ini,ia semakin merasa tak bisa menjaga Alena dengan baik.


Alena melepaskan pelukan nya dan menatap Dava.


"Kamu gak akan tinggalin aku kan?" tanya Alena dengan mata seduh.


"Siapa yg melakukan itu?" tanya Dava tampa menjawab pertanyaan Alena.


"Aku tidak kenal,mereka preman,seperti nya suruhan" jawab Alena meneteskan air mata nya.


Dava menghapus air mata Alena dengan ibu jari nya lalu mengecup kening Alena.


"Aku tidak akan meninggalkan mu" jawab Dava dan memeluk erat Alena,sebenar nya ia tak rela,bahkan ia saja belum pernah sekalipun menyentuh Alena,tapi sudah keduluan orang lain yg tidak tau asal usul nya.


Sungguh membuat Dava ingin membunuh orang² itu,emosi nya masih bisa di redah kan di depan Alena,tapi mungkin saja ia membunuh orang itu memakai tangan nya sendiri sangking emosi nya.


.

__ADS_1


.


.jangan lupa tinggalkan jejak ya🤗💙.


__ADS_2