
ke esokan pagi nya. Dava bengun terlebih dahulu,ia membersihkan diri nya,lalu ia memesan makanan untuk sarapan.
"Len,bangun" ucap Dava menepuk pipi Alena pelan.
"hemm" jawab Alena dengan suara khas bangun tidur.
Ia beranjak dan menuju ke kamar mandi.
10 menit ia sudah selesai dengan mandi nya.
"Ayo sarapan dulu" ajak Dava membuka makanan dan menata,Alena pun duduk di sebelah Dava dan memulai sarapan tanpa berbicara hanya sendok yg beradu.
Siang hari nya,setelah makan siang mereka pun semua pulang,sedangkan Dava dengan Alena pamit untuk menuju ke apartemen,karena rencana nya mereka akan tinggal di apartemen berdua saja.
Tak lupa Alena menyalimi Ayah nya,ia juga menawarkan ayah nya agar ikut saja dengan nya karena pasti ayah nya sendirian dirumah dan merasa kesepian,tapi Tio menolak.Akir nya Alena pun mengalah.
***
Di apartemen sudah tersedia semua nya,pakaian Alena dan Dava juga sudah ada karena Dava menyuruh asisten nya untuk melakukan itu.
Dava merebahkan tubuh nya di kasur,dan di ikuti Alena,Alena memunggungi Dava.
Tak lama mereka berdua terlelap karena merasa masih kelelahan.
***
Dava bangun duluan dan segera ke dapur,ia melihat dapur yg masih kosong,ia mengambil hanpone nya dan memesan makanan lewat grab food.
Ia melangkah kan kaki nya ke kamar dan membangunkan Alena.
"Len,bangun..ini sudah malam" ucap Dava menepuk nepuk pipi Alena.
__ADS_1
"Tidak bisa kah kau tidak menggangu aku tidur,urus saja diri mu sendiri,jangan urus aku,aku hanya menganggap pernikahan kita ini mainan" ucap Alena dengan enteng nya.
Dava sungguh terkejut dibuat Alena,dada nya sesak,serasa oksigen nya di ambil paksa,hati nya sungguh seperti di sayat pisau tajam karena ucapan Alena,tanpa Alena sadari ia membuat Dava sakit hati karena ucapan nya.
Dava meninggalkan Alena yg masih tidur,ia menuju ke rumah sakit untuk menyibukan diri nya agar tak terlalu sakit hati dan memikirkan Ucapan Alena.
***
hanya butuh waktu 30 menit ia sudah sampai di rumah sakit.
Ia masuk tanpa menjawab sapaan suster atau dokter lainnya membuat mereka bingung sendiri,karena mula nya Dava itu adalah orang yg ramah dan mudah tersenyum tapi sekarang senyuman tak ada di bibir nya.bahkan hanya ada tatapan dingin dan datar yg Dava tunjukan.
Ia masuk ke dalam ruangan nya.lalu duduk di kursi,bersenderan di punggung kursi sambil memijat pelipis nya.
tok tok tok
"Masuk" ucap Dava dari dalam
"Kalo ga penting mendingan lo keluar!" ucap Dava dengan amarah.
"Heh bro santai dong,lo kenapa sih?" tanya Andre bingung,karena selama ini ucapan Andre ke Dava hanya candaan dan tidak pernah di anggap serius oleh Dava.
"Gapapa!" jawab Dava ketus sambil memijat pelipis nya
"Lo ga pinter boong" sahut Andre
"Kita kan udah sahabatan sejak lama masak lo masih umpet² aja" ucap Andre lagi.
"Istri gue nganggep nikah hanya permainan" ucap Dava mengingat ucapan Alena tadi membuat hati nya kembali sesak.
"Kalian bertengkar?" tanya Andre.
__ADS_1
Dava pun menceritakan tentang pernikahan nya yg di jodohkan.
"Nama nya juga di jodohkan,masak gitu aja lo udah nyerah,pengecut lo,pulang sono,jagain bini lo" ucap Andre meledek.
Dava pun meninggalkan ruangan dan meninggalkan Andre yg masih di dalam ruangan nya,ia melajukan mobil nya ke apartemen nya.
30 menit ia sampai di rumah dan segara masuk ke dalam kamar.
Ia melihat di kamar sudah tidak ada Alena, ia mencari cari Alena di seluruh ruangan namun tetap tidak ada.
Panik pun mulai melanda,ia dengan cepat mengambil telepon nya dan menyuruh anak buah nya mencari keberadaan Alena.
Ia sampai tak bisa tenang,ia menatap san memegangi telepon nya berharap jika anak buah nya bisa menemukan keberadaan Alen.
Tak lama ada telepon masuk,Dava segera mengangkat.
"*Hallo bos,istri boss ada di jalan X" ucap anak buah Dava
"Tempat apa itu?" tanya Dava
"Dia sedang ada pemotratan boss*"
Dava pun mematikan telepon itu sepihak dan menjalankan mobil nya menuju ke tempat Alena berada
Ia melajukan mobil nya dengan kecepatan tinggi.Hingga hanya butuh waktu 25 menit ia sudah sampai.
Ia masuk ke dalam,melihat Alena sedang berbicara akrab sambil tertawa dengan seorang laki².
Dava menggandeng tangan Alena lalu menggeret Alena,awalnya Alena memberontak,namun kekuatan Dava jauh dari pada Alena dan ia memilih ikut saja...
jangan lupa like+komen+vote yaa.
__ADS_1