
Setelah kepergian dokter juga suster kini tinggal Bryan dan Jenlita yang ada didalam ruangan tersebut, Hanya kesunyian keheningan di malam hari yang tercipta bingung itu lah yang dirasakan Bryan sa'at ini.
Iya benar-benar terjebak oleh kata-katanya sendiri, Mengaku sebagai kekasih gadis yang tanpa iya tau namanya juga setatus nya tempat tinggal nya dimana bahkan iya tak tau semuanya.
''Astagah kenapa jadi begini. "ucapnya sambil menunduk meremas rambutnya karna poll pusing nya.
David dan Andre pun kini masuk kedalam ruangan setelah dokter juga suster mengijinkan mereka masuk.
''Bryan...! " Panggil David mendekat dengan diiringi Andre dibelakang nya.
Bryan pun menoleh kearah David juga Andre yang tengah menuju kearahnya.
''Kami perlu penjelasan lu tentang gadis ini. "ucap David sa'at sampai didekat Bryan.
''Heem bisa kah lu jelas kan kekita apa maksud lu tadi? " ucap Andre pula.
''Maksud yang mana gwe gak ngerti. "ucap Bryan yang sa'at ini kepalanya pusing 10 keliling.
''Gak usah sok polos lu Yan gwe nyakin lu ngerti apa maksud pertanyaan gwe. " ucap David disertai anggukan dari Andre.
Sebelum menjawab Bryan pun tarik nafas dan membuangnya secara kasar.
Sungguh ini sangat membuat nya benar-benar sulit bernafas kali ini, Bryan pun memandang kearah keduanya dan berkata.
''Gwe sebenarnya gak ada hubungan apa-apa sama dia, Jangan kan hubungan sepesial namanya saja gwe aja gak tau! "ucap Bryan.
''Ya kalau lu gak kenal dia terus kenapa lu ngaku-ngaku jadi kekasih nya? tanya David gak habis pikir dengan jalan pikiran nya Bryan.
''Lu sadar gak sih dengan ucapan lu tadi? tanya Andre.
''Jujur gwe benar-benar syok tau gak dengan pengakuan lu tadi! " ucap David.
''Huuu ini benar-benar diluar nalar gwe, Okey gwe tau ini salah tapi gwe juga bingung kenapa gwe tiba-tiba mau mengaku sebagai kekasih nya. ''ucap Bryan yang membuat dia sahabat nya bingung dan tak mengerti.
''OKEY gwe tanya ke lu apa rencana lu kali ini? Sekarang kita harus bagaimana? "ucap David ke Bryan.
''Entah lah gwe juga bingung harus bagaimana, Intinya sekarang gwe nunggu dia sadar setelah itu gwe akan antara dia pulang. " ucap Bryan.
''Terus apa kata dokter mengenai keadaan nya apa dia baik-baik saja? tanya Andre.
Mendengar pertanyaan Andre membuat Bryan pun terbatuk karna tersedak secara dadakan.
uuhuk... uhuukk... !
''Ehh lu kenapa Yan? tanya Andre heran begitu juga dengan David.
''Eemm gak papa gwe cuma tiba-tiba aja pengen batuk. "jawab Bryan yang sebenarnya terkejut oleh pertanyaan Andre yang seketika itu iya ingat akan ucapan dokter mengenai Jenlita yang masih virgin.
Sementara Jenlita iya pun kini tengah mencoba membukakan perlahan kedua matanya sa'at mendengar keributan kecil didekat nya.
Disitu iya melihat tiga pria tengah berbincang serius karna efek pusing Jenlita memegang kepalanya dan berkata. " Kalian siapa? Dan ada dimana gwe sekarang. "ucapnya mengejutkan pria tiga tersebut yang tengah ngobrol.
''Eehh Yan dia sadar. " ucap David.
Bryan pun menoleh kearah Jenlita dan mendekat.
''Dav lu keluar dan panggil dokter untuk kesini sekarang juga. "ucap Bryan.
''Heem baik lah. " ucap David keluar ruangan untuk menemui dokter.
Bryan pun mengambil 1 gelas air putih yang telah tersedia di meja dan mengarahkan gelas itu ke Jenlita.
''Minum lah lu pasti haus kan. "ucap nya setengah tersenyum kearah Jenlita dan membantu nya untuk duduk bersandar.
Jenlita pun menyambut gelas berisi air putih tersebut dan meminumnya.
''Makasih. " ucap Jenlita sambil menyerah kan kembali gelas nya kearah Bryan.
''Istirahat sebentar lagi dokter akan datang untuk memeriksa mu kembali. "ucap Bryan sambil meletakkan gelas di atas meja.
''Eemm kenapa gwe bisa disini apa yang. " ucap nya terhenti sa'at tiba-tiba ingatan nya kembali.
Bryan yang menyadari reaksi Jenlita pun mencoba menenangkan nya.
__ADS_1
''Eemm lu tenang ya gak usah mikir yang aneh-aneh okey lu. "ucap Bryan terhenti sa'at Jenlita teriak histeris.
''Aaaaaaaaa...tidak gwe mohon pleaseee jangan ganggu gwe...! Pergi lu pergiiiiiii...! " ucap Jenlita syok namun Bryan sekuat tenaga menenangkan dirinya.
''Hayyy gak ada yang ngapa-ngapain lu tenang lah. "ucap Bryan menghentikan aksi Jenlita yang lepas kendali.
''Yan ini ada apa sih? " ucap Andre kaget.
''Andre cepat lu samperin David duuh kenapa sih dia lama banget. "ucap Bryan gelisah.
''Tapi lu gimana? ucap Andre.
''Udah gwe bisa atasi ini lu cepet samperin David bawa dokter kesini sekarang juga. " ucap Bryan lagi.
Andre pun keluar ruangan menyusul David, sementara Bryan iya terus mencoba menenangkan Jenlita.
''Pergiiii lu jauhi gwe...! Gwe dah kotor jauhi gweee...! ucap Jenlita menangis tersedu-sedu meratapi nasibnya.
''Hiks... hiks... hiks... Pergiiiii... dan jangan sentuh gwe..." ucap Jenlita melepas pegangan tangan Bryan.
''Hay dengar kan gwe! Ini gak seperti apa yang lu pikirkan lu. "ucap Bryan terhenti saat Jenlita menyela nya.
''Pergiiii...! Kenapa lu bawa gwe kesini ha? Kenapa gak lu biarkan gwe mati aja? Apa untung nya gwe hidup sementara gwe hiks... hik... gweee... hiks... hiks... " ucap Jenlita tak sanggup lagi berkata.
Bryan pun meraih tubuh Jenlita kedalam pelukkan nya dan membelai lembut kepada Jenlita serta merapikan anak rambut yang telah menutupi wajah sendunya Jenlita.
Jenlita yang sadar dirinya kotor pun memberontak diri dari pelukkan Bryan.
''Lepassss menjauh lah dariku yang kotor ini! "ucap Jenlita mendorong dan memukul dada bidangnya Bryan.
''Gwe gak akan lepasin lu! DENGARIN GWE...!" ucap Bryan menangkup wajah Jenlita mengarah ke wajahnya.
''Gak ada yang perlu lu khwatir kan karna sebelum itu terjadi gwe lebih dulu yang menghajar nya hingga tumbang. Dan sekarang dia pun sudah nerima balasannya di penjara. ''ucap Bryan lembut.
''Tapi sama saja gwe. "ucap nya terhenti sa'at Bryan menyela.
''It's okay kata dokter lu masih tersegel. " ucap Bryan berbisik ditelinga Jenlita.
''Gweee...! Ucap Jenlita bingung mau ngomong apa.
Bryan pun mendekat kan wajahnya kearah Jenlita dan berkata. "Apa yang masih lu khawatir kan eem? Tak ada yang perlu lu takut kan karna semuanya akan baik-baik saja dan untuk lu...! " ucap nya menatap serius kearah Jenlita.
''Gwe mungkin belum mengenal lu lebih dekat tapi gwe ngerasa. "ucap Bryan terhenti.
''Apa? tanya Jenlita yang jujur saja sa'at ini hatinya tengah berdegup kencang seperti orang habis lari maraton saja.
Bryan pun memundurkan wajahnya dari Jenlita lalu beralih dan berdiri dari duduk nya.
Sementara Jenlita terus menatap kearah Bryan yang kini menjauh darinya. Yang tadinya hatinya berdegup kencang kini berubah menjadi sedih sebab Bryan beralih dari dirinya.
''Boleh gwe tau siapa nama lu? tanya Bryan.
Jenlita yang tadinya menatap kearah Bryan kini beralih menunduk.
''Siapa nama lu? tanya Bryan sekali lagi.
''Jenlita Putri. " jawab nya.
''Asal orang sini? tanya Bryan lagi.
Jenlita pun mengangguk kepalanya sebagai jawabannya.
''Eemm apa gwe juga boleh bertanya? ucap Jenlita memberanikan diri menatap kearah Bryan.
''Heem...! "ucap Bryan.
''Nama lu si.. siapa? " tanya Jenlita sedikit gugup.
Bryan pun tersenyum mendengar pertanyaan Jenlita, Iya pun duduk kembali mendekati Jenlita serta mengarahkan tangan nya ke arah Jenlita dan berkata. "Perkenalkan nama gwe Bryan Abraham asli orang kalimantan selatan. " ucap nya dan Jenlita pun menyambut tangan Bryan.
Mereka pun saling lempar senyuman satu sama lain.
Bryan pun melepas pegangan tangan nya dan beralih menyentuh wajah Jenlita dengan lembut lalu beralih ke bibir Jenlita dan berkata. "Ini apakah masih terasa sakit? " ucap Bryan mengusap lembut bibir Jenlita.
__ADS_1
Jenlita yang mendapat sentuh lembut dari Bryan pun tertunduk tersipu malu, Iya hanya bisa menjawab pertanyaan Bryan dengan anggukan kepala.
Bryan yang terbawa suasana ala romantisa kini mencoba mendekat kan wajahnya ke wajah Jenlita, Disentuh nya dagu Jenlita dengan lembut mengarahkan ke wajahnya hingga kini wajah dan hidung mereka saling bersentuhan, Saat bibir mereka akan menyatu namun tiba-tiba.
Dorrrr...!
KEEMPAT makhluk pengganggu pun masuk keruangan tersebut tanpa permisi. Walhasil ciuman mereka pun gagal total ya guys, padahal tinggal dikit lagi loh..
Bryan yang terkejut dengan kehadiran mereka pun jadi salting sendiri begitu juga dengan Jenlita tak jauh beda dengan Bryan.
''Eehhemm...! Maaf mengganggu waktu nya sebentar baiklah saya akan memeriksa passen, Untuk sementara silakan anda keluar sebentar ya. "ucap sang dokter kepada Bryan juga yang lainnya.
''Eemm baik dok. " ucap Bryan berlalu serta diiringi oleh kedua sahabat nya.
Setelah keluar dari ruangan tersebut David juga Andre pun berbondong-bondong memberi pertanyaan macam wartawan bertemu arti terkenal.
''Anjirrr lu Yan gwe kira lu nyuruh gwe keluar karna perlu dokter ternyata lu perlu waktu gituan dibelakang gwe. "ucap Andre ngegas.
''Gila lu anjirrr...! Sok polos gak taunya main trobos aja benar-benar lu ya. ''ucap David tak kalah ngegas nya.
''Haiiiss...Apaan sih lu pada gak jelas banget. " ucap Bryan santai.
''Anjirrr lagat lu santuy bener bro. "ucap Andre.
''Wah ternyata gwe baru tau Bryan yang terkenal cuek dengan gadis lain bisa sebar-bar itu, Jangan bilang karna Anita lu berubah drastis gini. " ucap David.
''Apaan sih lu pikirannya pada aneh-aneh, Nih akibatnya orang kelamaan ngejomblo gini nih. "ucap Bryan.
''Ciihh apa masalah nya dengan kejombloan kita dengan masalah lu yang asal serobot tanpa mengenal tempat dan waktu. ''ucap Andre sewot.
''Masalahnya lu semua pikiran nya negatif mulu sama gwe! Dah lah gwe lagi malas debat dan untuk kalian stop komen no bantah. " ucap Bryan sambil memijit pelipis kening nya. Jujur iya pun sebenarnya malu akan tindakan tak wajarnya tadi, Tak disangka-sangka dirinya bisa lepas kendali.
Akhirnya mereka pun terdiam hingga dokter juga suster pun keluar dari ruangan.
'''Bagaimana dok emm apa dia sudah benar baik-baik saja. "ucap Bryan sa'at melihat dokter keluar dari ruangan.
''Alhamdulillah untuk pemeriksaan passen sudah mulai membaik dari syok nya mungkin karna adanya anda, Terus beri dia semangat dan selalu menghiburnya karna perhatian anda sangat berarti buat nya. " ucap dokter yang membuat David dan Andre terdiam tanpa suara.
''Jika passen ingin pulang juga tidak papa karna saya lihat passen sa'at ini dalam kondisi bahagia. Tapi kalau boleh kasih saran sebaiknya pulang nya besok saja karna waktunya sudah terlalu larut malam kalau begitu saya permisi. "ucap dokter lagi.
''Oohh inggih dok terimakasih banyak. " ucap Bryan dan dokter suster pun pergi berlalu.
''Gwe nunggu diluar aja bro...! "ucap David.
''Heem gwe juga. " ucap Andre pula.
Bryan pun mengangguk kan kepalanya sebagai jawabannya.
Saat Bryan membuka pintu terlihat disana Jenlita juga tengah menatap kedatangan dirinya. Bryan pun masuk dan menutup kembali pintu nya.
Jenlita pun kini tertunduk malu sa'at Bryan mulai mendekati nya.
''Mau sampai kapan menunduk terus seperti itu eemm? Apa kau tak ingin melihat wajahku ini? "ucap Bryan menatap kearah Jenlita.
''Jenlita? ''panggil Bryan dengan diiringi Jenlita yang langsung menatap dirinya.
''Istirahat lah besok aku akan mengantarkan mu pulang. " ucap Bryan.
''Tapi aku harus pulang sekarang mamah pasti menghawatirkan ku. "ucap Jenlita gelisah.
Bryan pun lantas tersenyum lalu berkata. " Boleh aku pinjam HP mu sebentar? tanya Bryan.
''Buat apa? tanya balik Jenlita.
''Tentu untuk menghubungi orang tua mu. "jawab Bryan yang langsung disambut dengan celengan kepala Jenlita.
''Jangan...! Aku gak ingin mamah ku tau kondisi ku saat ini. " ucap Jenlita sedih.
''Aku gak ingin buat mamah sedih dan syok. "ucap Jenlita lagi.
''It's okey selagi kita berkata jujur insyaallah mamah mu akan baik-baik saja percaya. " ucap Bryan tersenyum manis dan mengusap lembut pipi Jenlita.
Jenlita pun menyerah ponsel nya ke Bryan setelah membuka kata sandinya.
__ADS_1