
Hallo guys yuk lanjut ngehalu yang tertunda..
✧༺✦✮✦༻∞ text ∞༺✦✮✦༻✧
"Maafkan saya pak sebelum atas keributan yang telah terjadi karna suatu permasalahan sepele mengakibatkan hal yang tak diinginkan, Sekali lagi saya minta maaf atas kecerobohan yang tanpa sengaja saya buat. Jika pak Irfan ingin memecat saya baik lah insyaallah saya ihklas. "ucap Brian tegas namun juga pasrah jika dirinya akan di pecat atas tindakan prilaku tak baik di dalam lokasi perkantoran.
''Saya juga minta maaf Pak karna sudah membuat keributan di kantor. " ucap Wildan menyesal juga kesal terhadap Brian.
Pak Irfan pun menarik nafsu dan menghembuskan secara kasar, Dalam hati pak Irfan sedikit kecewa atas apa yang sudah terjadi namun iya pun juga berfikir perkelahian ini terjadi karna suatu masalah tentang wanita, Jadi pak Irfan pun memberi ketegasan agar masalah hal ini tak terulang kembali.
''Apa kalian sadar apa kesalahan kalian saat ini? Kalian tau disini kantor bukan tempat lapangan bebas perkelahian, Jika kalian ingin ribut cari lah tempat yang semestinya bukan disini. Dan mulai sekarang untuk kamu! " ucap pak Irfan menujuk kearah Wildan.
''Kemasi semua peralatan mu dan tinggal kan kantor ini sekarang juga! " ucap pak Irfan tegas no bantah.
Mendengar itu Wildan pun protes dan berucap. " Tapi pak kenapa harus saya? Kenapa bukan dia yang harus pergi? DISINI bukan saya saja yang membuat kesalahan melainkan dia juga. " ucap Wildan tak terima jika dirinya dipecat semetara Brian tidak.
''Disini saya pemimpin nya jadi mulai sekarang kau tinggal kan kantor ini! Tuh arah pintu jalan keluar, Silakan pergi. "ucap pak Irfan to the point.
Wildan pun kini pergi dengan penuh rasa kebencian mendalam baginya ini benar-benar tak adil, Seharusnya bukan hanya dirinya yang keluar tapi Brian pun seharusnya keluar juga seperti dirinya.
''BRENGSEK...! Kenapa harus gwe yang keluar Bajingan! Ini semua gara-gara si Brengsek sialan itu kalau saja dia gak mancing emosi ku gak bakalan perkelahian ini terjadi Sialllll...! " ucapnya makin kesal.
Kembali ke tempat ruangan pak Irfan terlihat disitu masih ada Brian di dalam kondisi wajah menunduk, Iya sadar telah membuat kesalahan wajar jika sang bos marah dan akan memecat nya juga. Dalam hati Brian pun mencoba pasrah kini pekerjaan nya tengah diambang ujung tanduk. Iya harus bisa menerima apa yang jadi keputusan sang bos berhenti atau lanjut itu lah pikir nya.
''Brian Untuk kamu! " ucap pak Irfan yang membuat jantung Brian berdebar-debar juga tegang dibuat nya.
''Silakan lanjutkan pekerjaan mu dan saya minta satu hal padamu untuk tidak mengulang kembali peristiwa itu dikemudian hari, Aku beri kau 1 kesempatan dan manfaat kan kesempatan ini dengan baik-baik karna kesempatan datang hanya sekali. Aku harap kau bisa memenuhi peraturan dikantor ini. "ucap pak Irfan tegas dan berwibawa.
''Aku meminta mu bertahan karna Kedisiplinan mu prestasi mu juga cara kerjamu yang sangat bertanggung jawab membuat ku enggan melepasmu pergi, Maka dari itu aku beri kau 1 kepercayaan untuk menjadi kan contoh para pegawai lain. Jaga lah adap dan moral mu Brian aku naikkan jabatan mu sekarang juga terus semangat aku yakin kamu pasti bisa memajukan kantor ini.
''Alhamdulillah terimakasih banyak pak atas kesempatan yang pak Irfan berikan, Insyaallah saya akan mengingat nasehat pak Irfan juga kepercayaan yang pak Irfan berikan kesaya. ''ucap Brian bersyukur.
''Sama-sama Brian. " ucap pak Irfan tersenyum.
''Baik lah kalau begitu saya ijin undur diri untuk melanjutkan pekerjaan saya pak. " ucap Brian sopan.
__ADS_1
Pak Irfan pun mengangguk kepala nya dan menjawab. "Silakan " ucapnya.
Saat Brian berbalik akan meninggal kan ruangan tiba-tiba pak Irfan pun berucap. "Tunggu Brian! Mulai sekarang kau pindah lah keruangan dari pegawai lain karna kau saya angkat jadi Direktur Utama dikantor ini. Setelah ini saya akan mengumumkan kepada pegawai lain nya agar mereka tau kalau kau Direktur perusahaan ini.
''Saya jadi Direktur pak? Apa pak Irfan gak salah saya hanya jurusan. " Ucapan Brian pun terhenti saat pak Irfan menyela nya.
''Brian saya menaikan jabatan kamu karna saya yakin kau bisa diandalkan juga dapat dipercaya, Kejujuran mu dalam mengerjakan tugas juga tanggungjawab mu yang disiplin membuat ku mantap memilih mu menjadi Direktur Utama ku. "ucap pak Irfan tulus dan yakin akan pilihan nya.
''Saya hanya merasa tak pantas mendapat jabatan ini pak karna saya juga masih dalam proses pembelajaran. " ucap Brian.
''Tenang Brian akan ada yang membantu mu menjalankan kantor ini it's okay lakukan apa yang menurut mu baik. Rezeki datang tanpa kita duga jadi sambut lah rezeki ini dengan tangan terbuka dan ucap kan alhamdulillah. " ucap pak Irfan tersenyum simpul.
Brian pun mengangguk kepalanya tanda iya membenarkan perkataan pak Irfan.
''Sekali lagi terimakasih banyak pak Irfan saya benar-benar banyak berhutang budi pada pak Irfan, Saya bingung bagaimana cara saya harus membalas semua kebaikan pak Irfan. Tapi insyaallah saya usaha kan akan selalu buat pak Irfan bangga untuk memajukan kantor ini. "ucap Brian tulus.
''Baiklah Brian saya percayakan kantor ini padamu terus semngat termasuk urusan hati selesaikan masalah itu saya tau kau berkelahi karna masalah itu kan? Saya maklumin itu karna saya juga pernah merasakan hal yang sama seperti dirimu. INGAT Brian laki-laki harus kuat no lemah karna laki-laki lemah akan mudah mengalah dan berakhir kalah. " ucap pak Irfan yang langsung saja membuat Brian terkejut atas ucapan yang bos lontarkan.
''Jadi pak Irfan tau masalah saya? tanya Brian heran.
Dalam hati jujur Brian sangat malu karna bos nya tau tentang apa yang membuat nya harus ribut tak terkendali, Tapi iya juga bersyukur karna pak Irfan bisa memahami kondisi dan situasi yang iya rasakan.
''Baiklah Brian mari saya antara kau keruangan baru mu juga memperkenalkan mu sebagai direktur utama dikantor ini ke semua pegawai lainnya. " ucap pak Irfan.
''Baik pak. "ucap Brian.
Kini pak Irfan juga Brian pun menuju kantor ruang utama yang dimana disana para pegawai sedang mengerjakan pekerjaan mereka masing-masing.
''Baik lah semua saya ada pengumuman penting bisakah saya minta waktu kalian sebentar. " ucap pak Irfan.
''Bisa pak. " ucap semua pegawai serempak.
''Baik lah Brian silakan kemarin. "ucap pak Irfan meminta Brian berdiri disamping nya.
Semua pegawai kini menatap dirinya termasuk dua sahabat nya David juga Andre, Berbagai macam pertanyaannya dipikiran mereka masing-masing.
__ADS_1
Setelah Brian kini berdiri disamping nya pak Irfan pun memulai pengumuman yang membuat semua orang menatap kearah kedepan yang dimana disitu ada Brian juga pak Irfan.
''Untuk kalian semua disini hari ini waktu juga jam ini saya umumkan bahwa mulai saat ini detik ini dan untuk seterusnya, Brian Abraham akan menjadi Direktur Utama di kantor ini jadi saya harap kalian semua bisa patuh juga bekerjasama secara adil dan jujur untuk kemajuan kantor ini. Apa kalian paham semua? ucap pak Irfan.
''Paham pak. " ucap semua pegawai serempak.
''Baiklah kalau begitu sekian dan terimakasih atas waktunya, Sekarang silakan kalian kembali lagi ke pekerjaan kalian masing-masing. "ucap pak Irfan tersenyum.
''Dan untuk kamu Brian mari ikuti saya keruangan baru mu. " ucap nya.
''Baik pak. "ucap Brian.
Brian pun mengikuti langkah kaki pak Irfan menuju ruangan Direktur utama, 10 menit akhirnya mereka pun sampai.
''Ini ruangan yang akan kau tempati, Bagaimana Brian apa kau suka? tanya pak Irfan kepada Brian.
''Alhamdulilah saya suka pak. " ucap Brian menatap seluruh ruangan yang menurut nya terlalu mewah.
''Syukur lah kalau kau suka, jika kamu kurang nyaman dengan dekorasi nya saya akan ganti dengan dekorasi lain nya. "ucap pak Irfan.
''Tidak perlu pak ini juga sudah bagus saya juga suka. " ucap Brian tersenyum.
''Baiklah kalau begitu, Eemm... kalau boleh kasih saran sebaiknya kamu istrahat saja dulu Brian, Obati luka lembab diwajahmu itu aku rasa itu cukup sakit bukan. Lagi pun besok juga hari libur kerja jadi kamu bisa istirahat full. "ucap pak Irfan menatap wajah Brian.
''Baik pak terimakasih atas perhatian nya kalau begitu saya permisi. " ucap Brian.
Pak Irfan pun tersenyum dan mengangguk kepalanya sebagai Jawaban.
🌳🌳🌳🌳🌳🌳🌳🌳🌳🌳🌳🌳🌳🌳🌳🌳🌳
Sedangkan di luar kantor Wildan kini tengah ribut dengan Anita.
''Cukup Anita! Mulai sekarang kau berhenti menemui si brengsek itu lagi. Apa kau tak kasihan padaku haa? Lihat lah, aku begini karna dia aku dipecat juga karna dia! " ucap Wildan meradang emosi karna Anita lebih memilih Brian dibanding dirinya.
''Aku gak perduli Wildan mau seperti apa dirimu itu bukan urusan ku, Dan aku minta padamu jangan pernah menghalangi ku untuk menemui nya. Dan satu lagi, Yang brengsek disini bukan dia tapi kamu! "ucap Anita berbalik dan akan pergi, Namun sebelum pergi Wildan lebih dulu menahan tangan nya.
__ADS_1
''Kau mau kemana haa!