Gadis Pilihan Mamah Ku

Gadis Pilihan Mamah Ku
Kejadian yang tak terduga 2";)


__ADS_3

Bryan pun menghubungi no orang tua Jenlita, Terdengar sambung telfon masuk dari sebrang sana dan tak lama telfon pun diangkat.


πŸ“ž''Hallo assalamu'alaikum Jenlita kamu dimana nak kenapa sampai jam segini kamu gak pulang-pulang juga? Mamah menunggu mu pulang nak apa ada sesuatu yang terjadi padamu nak jawab nak...! "ucap mamah lia disebrang telfon.


πŸ“ž''Wa'alaikumussalam tante maaf sebelum nya say. ''belum sempat Bryan selesai ngomong sudah di sela oleh pertanyaan mamah nya Jenlita.


πŸ“ž''Kamu siapa dan kenapa ponsel HP anak ku bias ada di tangan mu? Dimana Jenlita apa yang terjadi padanya? " ucap mamah Lia.


πŸ“ž''Tante tenang lah Jenlita baik-baik saja tolong beri saya waktu untuk bicara. "ucap Bryan meminta pengertian.


πŸ“ž" Begini tante, bala... bala.. bala..


Bryan pun menjelaskan semua apa yang terjadi pada Jenlita tak lebih juga tak kurang.


πŸ“ž"Jadi bagaimana keadaan anak ku sekarang bisa kah aku bicara pada Jenlita? ucap mamah Lia sedih saat mendengar putri nya mengalami kejadian yang tak seharusnya.


πŸ“ž"Bisa tante sebentar. "ucap Bryan yang mendekati Jenlita sambil menyerah ponsel nya.


''Mamah mu ingin bicara tenang lah jangan beraksi berlebihan yang membuat mamah mu khawatir okey. ''ucap Bryan.


Jenlita hanya menganggukkan kepalanya tanda iya faham akan maksud dari perkataan Bryan tadi.


Sejenak Jenlita menarik nafas dan membuangnya secara perlahan.


πŸ“ž" Assalamu'alaikum hallo mah. "ucap Jenlita diawal obrolan.


πŸ“ž" Wa'alaikumussalam Jenlita bagaimana keadaan mu sekarang nak? Apa ada yang sakit maafkan mamah gak seharusnya mamah memaksa kamu untuk jalan bareng bersama Reza, Mamah gak tau kalau dia mempunyai niat jahat dengan mu nak maafkan mamah. "ucap mamah Lia menyesal karna tak mendengarkan apa kata Jenlita waktu sebelum pergi.


πŸ“ž''Gak papa mah setidaknya sekarang Jenlita selamat dan baik-baik saja, Semua ini berkat Bryan dia yang menolong Ita mah. " ucap Jenlita menatap kearah Bryan yang tengah tersenyum manis kearah dirinya.


πŸ“ž"Iya nak mamah benar-benar bersyukur padanya karna sudah menolong mu, Mamah akan ke RS sekarang tunggu mamah nak. "ucap mamah Lia namun langsung dihalang Jenlita.


πŸ“ž''Gak usah mah ini sudah malam gak baik buat mamah, Mamah tunggu Jenlita dirumah saja besok insyaallah Ita boleh pulang mah. " ucap Jenlita.


πŸ“ž"Tapi nak. "ucap mamah Lia terhenti saat Jenlita menyela nya.


πŸ“ž" Mamah tenang lah Jenlita disini baik-baik saja gak perlu ada yang dikahwatirkan, Sekarang mamah istirahat lah jangan menunggu Ita pulang karna Ita pulang nya besok bukan sekarang hehehehee...! ''ucap Jenlita tersenyum renyah sambil menggaruk kepalanya yang tak gatal.


πŸ“ž''Baiklah nak mamah tunggu kepulangan mu besok, Kalau begitu kamu juga istirahat yang cukup ya disana maafkan mamah sayang karna mamah kamu hampir saja celaka. "ucap mamah Lia sendu.


πŸ“ž" Iya mah gak papa ya sudah kalau gitu Ita istirahat dulu ya mah, Mamah juga banyak-banyak istirahat yang cukup disana jangan banyak mikir ini itu. Jenlita sayang mamah bye assalamu'alaikum...! "ucap Jenlita.


πŸ“ž''Iya nak, Wa'alaikumussalam... " jawab mamah Lia dan telfon pun terputus.


Setelah melihat Jenlita mengakhiri telfon nya Bryan pun melangkah mendekati Jenlita.


''Bagaimana apa sudah lega buat mu eem? Selagi kita berkata jujur insyaallah semua masalah yang sedang kau hadapi akan berjalan dengan lancar. ''Ucap Bryan tersenyum.


''Heem ya kamu benar! Eeem makasih ya sudah menolong ku juga membantu ku aku janji akan membalas semua kebaikan mu. "ucap Jenlita tersenyum semanis mungkin.


''Tak perlu dibalas karna aku juga ihklas menolong mu. " ucap Bryan yang lantas berdiri dari duduk nya dan akan berlalu namun, Belum sempat Bryan beralih Jenlita lebih dulu meraih lengan tangannya Bryan.


''Tunggu...! ''ucap Jenlita menahan lengan Bryan.


''Heemm ada apa? tanya Bryan menatap kearah Jenlita.


Jenlita pun menarik lengan Bryan untuk duduk kembali didekat nya, Disini posisi Jenlita duduk ditepi ranjang passen begitu juga dengan Bryan duduk di tepi yang sama.


Jenlita pun tersenyum lalu mengangkat tangan kanannya mengarah kewajah Bryan, Jarinya yang putih bersih itu menyentuh pipi Bryan dengan lembut.


Halus lembut itu lah yang dirasakan Jenlita saat menyentuh wajah Bryan. Pria tampan ini dalam waktu yang singkat mampu menarik gelora cinta Jenlita saat ini, Untuk sesaat mata mereka saling memandang.


Semakin lama pandangan mereka berubah menjadi pandangan gairah. Jenlita mencoba mendekatkan wajahnya kewajah Bryan jarak wajahnya kini semakin dekat dan dekat hingga.


Cupp..


Bibir mereka kini telah menyatu, terulas senyuman sedikit dibibir Bryan saat kini Jenlita menciumnya, Tak ingin membuang kesempatan waktu Bryan pun mengambil alih permainan ciuman itu hingga memanas.


Jenlita yang merasa kehabisan energi nafasnya pun memukul dada bidang Bryan agar menghentikan aksi ciuman yang mereka buat itu.


Bryan pun melepas tautan bibir nya sambil menatap penuh gairah kearah Jenlita. Saat Bryan akan menciumnya lagi Jenlita pun berkata.


''Stop...! ''Ucap Jenlita menahan tubuh Bryan sambil menghirup banyak-banyak udara segar oksigen pernafasan.


''A.. aakkuu... aku gak bisa nafas. "ucap Jenlita menunduk malu atas kekonyolan nya.


Bryan yang pada dasarnya masih dikuasai nafsu pun mencoba menyadarkan diri.

__ADS_1


Bryan pun menggeleng-geleng kan kepalanya, Jenlita yang melihat itu pun khawatir dan segera meraih wajah Bryan.


''Kamu kenapa? ''tanya Jenlita mengusap lembut pipi keduanya Bryan.


Bryan pun menurut kan kembali tangan Jenlita dari wajahnya.


''Sorry gwe lepas kendali gwe benar-benar gak bermaksud. " terhenti saat jari telujuk Jenlita menempel dibibir manis nya Bryan.


''Sssstttt...! Ini bukan salah mu karna ini atas dasar kemauan ku sendiri, Sorry itu kata-kata yang seharusnya aku ucapkan. ''ucap Jenlita menahan malu teramat dalam.


''Sorry karna gwe terlalu murahan buat mu. "ucap Jenlita setengah menahan tangis karna malu.


Bryan yang sebenarnya merasa dirinya juga salah pun mencoba menenangkan Jenlita yang tengah menahan tangis.


''It's okay gwe gak mempermasalahkan itu kok. " ucap Bryan tersenyum dan membelai rambut dikepalanya.


''Tapi sama saja aku lebih dulu menggoda mu, Apa beda nya diriku dengan wanita mur...! "ucapan Jenlita terhenti saat tiba-tiba Bryan menciumnya.


Cupp...!


Bryan pun melumu bibir Jenlita dengan lembut tangan jemari Bryan menyentuh leher jenjang nya Jenlita naik kepermukaan telinga lalu kewajah Jenlita.


Bryan pun melepas tautan bibir nya sebentar namun kening hidung mereka masih saling bersentuhan seulas kata-kata keluar dari bibir Bryan.


" Jadilah kekasih ku Jenlita jadilah milikku selamanya. "ucap Bryan menyatukan kembali ciumannya, Mereka pun saling berciuman saling menikmati satu sama lain hingga terdengar satu panggilan masuk di ponsel Bryan.


Dreettt...!


Dreettt....!


Dreettt....!


Bryan pun akhirnya melepaskan tautan bibir nya saat Jenlita mendorong nya.


''Ada telfon bisakah kau angkat dulu. " ucap Jenlita mengusap lembut bibir Bryan karna terlihat basah atas pertempuran ciuman panas mereka.


Bryan pun juga sama mengusap lembut bibir Jenlita yang basah karna perbuatan.


''Aku angkat telfon dulu ya. "ucap Bryan sebelum beralih menyempatkan diri mencium kening Jenlita.


Mendapat perlakuan lembut Bryan pun Jenlita tersenyum malu saat mengingat bagaimana pertama mereka bertemu hingga sekarang.


Hatinya berucap. " Akan ku pertahanan hubungan ini sampai mana aku bisa selalu bersama mu Bryan, Aku harap kita selalu bersama selamanya tanpa ada halangan yang menggangu hubungan kita. ''ucap Jenlita memandang kearah Bryan yang tengah ngobrol bersama seseorang di sebrang telfonnya.


Jenlita yang tengah senyam senyum sendiri mengingat bagaimana serunya aksi ciuman panas nya bersama Bryan, Iya juga tak menyangka jika Bryan sangat ahli dibidang penciuman. Lamunannya membuat dirinya tak menyadari akan kehadiran Bryan didekat nya.


''Eehheemm, Hayooo senyum-senyum kenapa tuh eemm? ucap Bryan mengejutkan Jenlita.


''ASTAGHFIRULLAH...! Iiihh kamu ngagetin aja bukan nya tadi lagi telfonan? tanya Jenlita.


''Heemm udah selesai dari tadi kamu nya aja yang gak menyadari itu. "ucap Bryan.


''Aku lihat kamu lagi senyum-senyum sendiri lagi mikirin apa eem? tanya Bryan yang membuat Jenlita salting sendiri.


''Eemm gak ada gak lagi mikirin apa-apa kok heheheee...! ucap nya tertawa renyah.


Cupp...!


Bryan pun mengecup bibir Jenlita sekilas dan berkata. " Benarkah? ucap Bryan.


''Iihh apaan sihh malu tau. "ucap Jenlita tersipu malu.


''Malu kenapa eem? Cup...! " ucap Bryan sambil mengecup bibir Jenlita lagi.


''Kamu iihh nyium teruss...! "ucap Jenlita makin malu.


''Bibirmu benar-benar membuat ku candu. " ucap nya sambil mencium kembali bibir Jenlita.


''Sayang sudah ahh malu kalau teman mu masuk gimana? ucap Jenlita mendorong tubuh Bryan kebelakang.


''Hehehee...Tapi kamu suka kan? ucap Bryan menaik turun kan alisnya.


''Iihh apaan sihh. "ucap Jenlita malu menahan wajah Bryan saat akan menciumnya lagi.


''Heemm... Jenlita? ucap Bryan.


''eemm... " jawab nya.

__ADS_1


''Apa kau mau jadi kekasih ku? tanya Bryan menatap kearah Jenlita.


Jenlita pun menatap kearah Bryan dan


Cupp...! satu kecupan sukses mendarat ke bibir Bryan.


''Ciuman itu satu jawabannya. "ucap Jenlita sambil mengedipkan matanya.


''Apa hanya ciuman saja? tanya Bryan.


Jenlita pun tersenyum manis dan berkata. " Aku mau jadi kekasih mu dan sebelum kau meminta itu aku sudah lebih dulu mencintaimu Bryan. ''ucap Jenlita jujur.


''Benarkah? tanya Bryan terkejut.


''Heem, Aku menyukaimu saat pertama kita ketemu. "ucap Jenlita malu-malu.


Bryan pun lantas memeluk erat tubuh kekasih nya itu.


''Terimakasih karna sudah lebih dulu mencintaiku dan maaf karna aku baru menyadari perasaan ku untuk mu, Aku janji akan selalu melindungi mu mencintaimu menyayangimu dengan setulus hatiku buat mu. Ku jadi kan kau milikku untuk selamanya Jenlita. " ucap Bryan tulus.


''Aku pegang janji mu itu. "ucap Jenlita menyentuh hidung mancung nya Bryan.


Mereka pun tersenyum dan tertawa bersama tanpa mereka sadar bahwa ada dua orang sejoli yang tengah mengintip dan menguping semua pembicaraan sepasang kekasih itu.


─────────ೋღ 🌺 ღ


Diluar ruangan David dan Andre mereka iseng-iseng nguping semua pembicaraan Bryan juga Jenlita.


''Anjirrr Bryan bisa seganas itu jirrr! Gwe kapan ya bisa kaya gitu. " ucap Andre namun dapat tabok kan enak dari David.


Buukkk...!


''Anjey... Lu kenapa nabok gwe jirrr. "ucap Andre ngegas sambil mengelus kepalanya yang kena tabok.


''Buat otak lu biar gak konsett...! Yang dipikirkan sekarang tuh bagaimana caranya kita bisa istirahat! Masak iya kita tidur di sini. " ucap David nunjuk kearah kursi umum.


''Iya juga ya haiiss terus gimana ini? Mana Bryan lagi asyik pacaran besok kita kerja lagi hadeehh pusing gwe jadinya. "ucap Andre setengah migran.


Saat mereka tengah pusing mikirin tidur dimana, Tiba-tiba Bryan pun keluar dari ruangan mendekati dua sahabat nya.


''Sorry bro nunggu lama ya? " ucap Bryan.


''Sorra sorry sorra sorry lu tumben inget ama kita-kita. "ucap Andre kesel.


''Heheheee... Sorry gwe! " ucapan Bryan terhenti saat Andre menyela.


''Gak usah lu jelasin gwe dah tau semuanya. "ucapan nya enteng dan sekita itu tabok kan David pun melayang di pundak Andre.


Buukk...!


''Haiiss anjir lu dari tadi nabokin gwe mulu kerjaan nya. " ucap Andre tambah kesel. Sementara David tak menanggapi ucapan Andre.


''Terus ini gimana Yan? Besok kita kerja tapi kita masih disini belum lagi masalah gadis itu . "tanya David bingung.


''Tenang gwe sudah ijinin lu berdua ke pak Irfan jadi besok lu pada istirahat full dirumah, Masalah Jenlita gwe akan antara dia pulang kerumah nya besok. Kalau kalian ingin istirahat nah ini buat ongkos nyewa hotel terdekat di RS sini, Dan ingat besok pagi-pagi lu harus sudah pada disini semua karna besok hari kepulangan nya. " ucap Bryan memberi beberapa lembar uang kemereka.


''Wiihh thanks bro jadi gak enak gwe. "ucap Andre tak enak hati menerima duit pemberian Bryan.


''Dah kalian pakai aja anggap aja itu tanda terimakasih gwe ke kalian karna sudah banyak membantu. " ucap Bryan tersenyum.


''Terus lu sendiri gimana? Masak kita tidur dihotel sedang kan lu tidur disini. "ucap David memikirkan keadaan Bryan.


''It's okay gwe tetep disini jagain Jenlita gak mungkin kan gwe ninggalin dia sendiri disini. " ucap Bryan.


''Baiklah ingat ya bro kalau berduaan itu harus ada batasnya jangan sampai kelewatan batas. "ucap David mengingat kan.


''Apaan sih lu tenang iman gwe masih kuat masih tau batasnya hahahahaaa...! ucap Bryan tertawa garing.


''Hahahaa...ya ya ya gwe percaya ama lu. " ucap David.


''Ya udah kalau gitu gwe jabut dulu yuk bro. "ucap David.


''Heemm....! ucap Bryan.


''Duluan bro ingat lah jangan berlebihan. " ucap Andre yang langsung kabur setelah mengucapkan kata-kata itu.


''Haaiisss...! Oyyy hati-hati dijalan ingat besok lu kesini pagi-pagi. "ucap Bryan setengah berteriak.

__ADS_1


''Yes bossss...! ucap David mengacungkan jempolan nya.


Kini mereka pun meninggal kan RS dan mencari hotel terdekat.


__ADS_2