
pertemuan pertama kadang bisa membuat seseorang menjadi cinta meskipun baru pertama bertemu, Begitu lah yang dirasakan seorang gadis cantik imut namun suka bar-bar. Tanpa disengaja iya bertemu dengan seorang pria yang parasnya begitu menawan. Iya begitu lah yang dinamakan rezeki mata emang gak kemana. Padangan pertama awal dia berjumpAaaa...!
Asssyiikk, OKEY guys yuk lanjut..
━━━━━━♡♥♡━━━━━━
Sementara diposisi Brian iya pun mengangkat telfon dari ading nya didekat toilet umum.
📞"Assalamu'alaikum... iya Sya ada apa? tanya brian.
📞"Wa'alaikumussalam... Ini Aa mamah jar ada yang mau di tanyakan. "jawab Nafisyah dari sebrang telfon.
📞" Assalamu'alaikum hallo Brian nak kamu jar Sya gak pulang hari ini benarkah? tanya mamah Intan.
📞"Wa'alaikumussalam inggih mah Brian hari ini kerja lembur. "jawab Brian yang sejujurnya tak enak hati ngibulin mamah nya sendiri.
📞" Mamah hanya mau bilang kamu jangan terlalu mengejar pekerjaan yang akan membuatmu capek nak, Kesehatan juga penting kalau bisa jangan terlalu malam-malam. Bukan nya masih bisa kamu lanjutkan kerjaan itu besok hari. "ucap mamah Intan yang membuat Brian benar-benar merasa bersalah.
📞" Inggih mah ae Brian. "ucapan nya terhenti sa'at tiba-tiba ada seorang gadis yang entah datang dari mana menabrak nya dari arah belakang sehingga membuat ponsel nya terjatuh kebawah.
Bruukk...!
''Ssssttt aaahhh. " ucap gadis itu merasakan sakit di telapak tangan juga sikut nya karna jatuh tersungkur kedepan.
Sementara Brian iya langsung mengambil ponsel nya dan mencek panggilan telfonnya yang masih tersambung iya pun lantas berucap pada sang mamah nya.
📞"Hallo Brian nak. "panggil mamah Intan dari sebrang telfon khawatir karna tiba-tiba tak terdengar lagi suara Brian.
📞''Iya mah maaf, Eemm mah Brian ijin matikan ponsel dulu lah soalnya HP Brian batre nya drop nanti Brian coba hubungi mamah lagi. " ucap Brian sambil meraih tangan gadis itu sa'at dirinya akan pergi.
📞"Baik lah nak ingat jangan sampai malam-malam kerjanya ya. "ucap mamah Intan.
📞" Inggih mah assalamu'alaikum..."ucap Brian.
📞"Wa'alaikumussalam... "jawab mamah Intan dan telfon pun terputus.
Setelah memastikan panggilannya putus Brian pun memasukkan kembali hpnya kesaku celananya.
Kini pandangannya beralih menatap tajam kearah gadis yang telah menabrak dirinya dengan sesuka hati tanpa minta maaf iya akan kabur begitu saja. Untung tangan nya lebih dulu dengan gesit meraih tangannya sebelum gadis itu pergi.
''Mau kemana lu haa! Menabrak orang tanpa minta maaf lu pikir semudah itu lu bisa lepas dari gwe eemm. " ucapnya setengah mengeratkan pegangan tangan gadis itu.
''Aaaa lepassss...! "ucapnya brontok.
''Gak semudah itu. " ucap Brian semakin mempererat pegangan tangan nya, Sehingga membuat gadis tersebut meringis kesakitan.
''Aaaaa lepassss sakitttt...! "ucapnya yang hampir menangis, Melihat itu Brian pun tersadar akan tindakan nya.
''Astagah sorry gwe gak bermaksud untuk. " ucapnya terhenti sa'at gadis itu menyela ucapannya.
''It's okey ini juga salah gwe yang asal menabrak lu, Gwe minta ma...! "ucapnya terhenti sa'at ada seorang pria dari arah belakang Brian tengah memanggil namanya dan secara sepontan Brian pun menoleh kearah belakang.
''Jenlitaaaaa kamu dimana? ucap pria tersebut.
__ADS_1
Gadis itu sa'at namanya di panggil iya pun lantas pergi berlalu dari tempat iya berdiri, Tanpa iya sadari sebelum iya lari dan pergi tangan nya menyempatkan diri meraih tangan milik Brian.
Brian yang terkejut akan aksi gadis itu pun mau tak mau mengikuti langkah arah tujuan gadis tersebut kemana iya akan membawa nya pergi.
Disa'at dirinya tengah merasa aman tanpa ada aba-aba gadis itu tiba-tiba secara dadakan berhenti berlari dan berbalik kearah dimana saat ini Brian terkejut akan tindakan nya. Sehingga mengakibatkan tubuh Brian menabrak tubuh gadis tersebut dan terjatuh bersama dalam posisi Brian diatas tubuh gadis itu, Tanpa disengaja bibir mereka menyatu tanpa ijin syok itu lah dirasakan mereka berdua karna bibir mereka benar-benar menyatu.
Jenlita iya pun mendorong tubuh Brian dari tubuh nya sehingga ciuman tanpa permisi itu pun terlepas dalam paksaan wkwkwkwk...
''Sorry gwe gak sengaja gwe, " terhenti sa'at ucapan nya disela oleh jenlita.
''Kenapa lu cium gwe? lu sadar gak sih itu ciuman pertama gwe dan lu mencuri tanpa ijin ku. "ucapnya kesel mendorong tubuh Brian kesamping sambil mencoba untuk bangun. Kerna terasa sakit dipunggung belakang nya membuat nya susah untuk bangun kembali.
Brian yang melihat gadis itu tengah kesakitan pun mencoba membantu nya untuk bangun namun dengan cepat gadis itu berkata.
''Lu mau apa haa jangan coba-coba lu bisa menyium gwe lagi. " ucapnya pede yang langsung membuat Brian terkejut akan ucapnya itu.
''Hayy disini yang salah itu lu yang berhenti mendadak didepan gwe! ''ucap Brian mulai kesel dengan gadis didepan nya itu.
Jenlita pun berdiri dengan sekuat tenaga nya dan berdiri tepat didepan Brian. pandangan wajah mereka saling bertemu dan disa'at itu pula jenlita baru sadar bahwa pria yang sa'at ini dihadapan nya itu mempunyai paras wajah yang begitu tampan dan menawan.
Brian yang merasa dirinya tengah di pandangi gadis itu pun kembali berkata. "Segitu nya banget lu lihatin gwe. " ucapnya yang sukses menyadarkan jenlita dari hipnotis tampan nya Brian.
''Iisss apaan sih siapa juga yang lihatin lu dihh GR banget lu jadi cowok. "ucapnya yang memalingkan wajahnya kearah lain karna malu nya luar biasa dahsyatnya.
Brian pun tersenyum sekilas mendengar ucapan gadis itu, Nyata-nyata Brian melihat dengan jelas kalau dirinya tengah asyik memandangi dirinya.
Brian pun kini menatap sekeliling arah yang sa'at ini dirinya berada.
''Lu ngapain bawa gwe sampai kesini. " ucap Brian kini menatap kembali kearah gadis tersebut.
Brian pun menghela nafsu nya dengan kasar dan berkata. "Apa lu gak sadar bawa gwe sampai kesini haa? Lihat kita bahkan di tempat yang sama sekali gak ada orang disini. " ucap Brian lagi.
Jenlita pun menepuk kening nya sendiri karna menyadari akan kebodohan yang iya buat.
''Astagah sorry ya gwe gak sengaja narik lu ikut gwe sampai kesini. "ucapnya sambil tersenyum kearah Brian.
Melihat itu Brian pun hanya menanggapi dengan mengibaskan tangan nya kearah wajahnya.
''Sekarang apa mau lu eemm? " ucap Brian.
''Gwe? ucapnya menujuk dirinya sendiri.
''Bukan! Tapi hantu. ''ucapnya yang sukses buat jenlita ketakutan dan memeluk nya.
''Aaaaa Hantuuuu...! "ucapnya sambil memeluk erat tubuh Brian. Sedang kan Brian kaget dengan tingkah nya.
''Hayy lu apa-apaan sih peluk-peluk gwe lepasss. " ucap Brian mencoba melepas pelikkan gadis itu.
''Aaaa pleaseee biarkan gwe begini gwe takut hantuuuu...! ''ucapnya yang membuat Brian pun menjadi tertawa meliat reaksinya.
''Hahahahaaa... Hantuu... hahahaha... apa lu gak lihat hanya kita berdua disini mana ada hantu. "ucapnya yang masih tertawa geli.
Jenlita yang melihat tertawa Brian dalam dekat pun jadi terpanah, Ternyata tawanya tak mengubah ketampanan nya yang justru membuat jenlita semakin terpana melihat nya.
__ADS_1
Brian pun menghenti tawa nya karna sadar akan tatapan seorang gadis di dalam peluk kan itu tengah memandangi nya, Tanpa ingin membuang waktu Brian pun menutup kedua mata gadis itu dengan telapak tangan kanannya.
" Iihh apaan sih lu? "ucapnya sambil menjauhkan wajahnya dari telapak tangan Brian.
''Berhenti menatap diriku karna ini yang kedua kalinya kalau memandangi wajahku. " ucap Brian.
"Iiihhh siapa coba yang mandangin lu PD banget sih jadi orang. " ucapnya mengelak.
"Buktinya lu betah banget dari tadi melukin gwe. " ucap Brian yang langsung saja jenlita melepas pelukkan nya.
''Astagah Jenlitaaaaa lu dodol banget sihh jadi cewek kenapa gak sadar-sadar dari tadi kaya gini kan jadi tambah malu. "ucapnya dalam hati.
Sementara Brian yang tiba-tiba ada panggilan masuk dari ponsel nya pun segera melihat siapa yang tengah menelfon nya.
" David "ucapnya dalam hati sambil menerima panggilan.
📞''Woooyyyyy lu dimana gwe nungguin lu dari tadi gak muncul-muncul lu masih hidup kan? tanya David ngegas. Sedang kan Brian yang mendengar teriakkan David pun langsung menjauhkan ponsel nya dari telinga.
📞" Wooyyy lu dengar gwe gak sih? tanya David kesal.
📞"Sialan lu nyumpahin gwe mati...! Lu bisa gak sih ngomong gak pakai teriak-teriak. ''ucap Brian tak kalah kesalnya.
📞"Habis nya lu ngilang kemana haa gwe cari-cari lu gak ketemu-temu juga! Jangan bilang lu balik duluan ninggalin kita. "ucap David asal.
📞" Gwe lagi aawww...! "ucap Brian yang tiba-tiba kakinya diinjak oleh jenlita. Brian pun menatap tajam dan akan berucap namun lebih dulu jenlita menutup mulut nya dengan tangan kanan nya.
''Ssstttt...! ucap Jenlita memberi isyarat.
📞" Yan lu kenapa? tanya David khawatir. Saat Brian akan menjawab panggilan David tiba-tiba Jenlita merebut ponsel ditangan Brian dan mematikan panggilan nya.
''Lu...! ucap Brian terhenti.
"Ssssttttt...! Bisa kah kau diam. " ucap Jenlita lalu mengarahkan wajah Brian kearah dimana disana terlihat seorang pria tengah mencari sesuatu.
''Siapa dia? tanya Brian berbisik.
''Dia cowok yang ngejar gwe tadi. "jawab Jenlita berbisik.
''Terus apa masalah nya sama gwe? Awas gwe mau keluar. " ucap Brian namun ditahan oleh Jenlita.
''Please tetap lah disini, Apa lu tega biarkan gwe dibawa pergi sama itu cowok. "ucap nya.
''Itu mah urusan lu bukan urusan gwe. " ucap Brian yang akan berlalu namun tetap ditahan Jenlita.
''Iisss jahat banget sih lu...! Please jangan tinggal kan gwe sendiri. "ucapnya memohon sambil memeluk erat tangan Brian.
Karna merasa kasih akhirnya Brian pun mengalah iya pun menuruti keinginan gadis tersebut.
''Gwe rasa orang nya udah pergi. " ucap Brian sambil menatap sekeliling.
''Benarkah? ucap Jenlita.
''Eemm, sebaiknya lu cepat pergi dari sini dan pulang lah sebelum pria itu menemukan mu lagi. "ucap Brian yang akan pergi dari tempat tersebut.
__ADS_1
''Tunggu...! ucap Jenlita.