Gadis Pilihan Mamah Ku

Gadis Pilihan Mamah Ku
Cinta tulus Bryan ;)


__ADS_3


... Rumah sederhana Jenlita...


Akhirnya mobil Bryan pun sampai dirumah Jenlita dan ternyata disana sudah ada mamah Lia yang tengah menunggu kepulangan putrinya.


Jenlita pun turun dari mobil diiringi dengan Bryan di sampai nya, Begitu juga dengan David dan Andre ikut serta turun dari mobilnya.


''Mamah...! ucap Jenlita sambil memeluk erat tubuh mamah.


''Sayang kamu gak papakan nak apa ada yang masih sakit? Mamah kira kamu gak jadi pulang hari ini nak. "ucap sang mamah membalas pelukkan putri semata wayangnya itu.


''Maafkan Lita mah udah buat mamah menunggu lama. " ucap Jenlita tak enak hati kepada mamah nya.


''Gak papa sayang yang terpenting sekarang kamu sudah pulang nak, Mamah takut kamu kenapa-kenapa. "ucap mamah Lia mengelus kepala Jenlita dengan lembut.


Mamah Lia pun menatap kearah ke tiga pria tampan yang tengah menyaksikan seorang ibu yang begitu sangat menyayangi putrinya itu.


Senyum mamah Lia pun berkembang begitu sempurna saat melihat wajah pemuda tampan siapa lagi kalau bukan Bryan, Iya pun melepas pelukkan putrinya dan berkata. " Siapa diantara kalian yang telah baik hati menolong putriku? "tanya mamah Lia menatap kearah ketiga nya.


Jenlita yang mendengar pertanyaan sangat mamah pun segera menjawab nya.


''Mah! ucap Jenlita menatap kearah mamah nya.


Lia pun menatap wajah putrinya sambil mengelus lembut pipinya.


''Apa sayang. " tanya sang mamah lembut.


Jenlita pun tersenyum lalu berbalik kearah dimana Bryan kini tengah berdiri. Senyuman manis bibir Jenlita tak pernah luput dari padangan mata Bryan sedikit pun dan Iya pun meraih tangan Bryan terlihat jelas pancaran cinta yang begitu besar di bola matanya.


Setelah merah tangan kekasih nya Jenlita pun berbalik kembali kearah mamah nya yang kini tengah menatap dirinya.


''Kenalin mah nama nya Bryan pria baik hati juga tampan ini yang telah menolong Jenlita saat dalam bahaya. "ucap Jenlita malu-malu.


Mamah Lia pun tersenyum melihat tingkah anak gadis nya tengah tersipu malu akan ucapan nya sendiri.


''Terus dua pemuda yang ini siapa? tanya mamah Lia sambil menatap kedua sahabat Bryan.


Bryan yang awalnya hanya diam kini membuka suara menjawab pertanyaan mamah Jenlita.


''Mereka sahabat ulun(saya) tante. " jawab Bryan sopan.


''Salam kenal tante nama ulun(saya) David. "ucap David memperkenalkan diri.


''Salam kenal juga tante ulun (saya) Andre. " ucap Andre tersenyum ramah.


Mamah Lia pun tersenyum dan menganggukkan kepalanya sebagai jawaban.


Kembali menatap kearah Bryan mamah Lia pun berkata. ''Terimakasih banyak ya nak karna sudah menolong Jenlita. " ucap mamah Lia tersenyum ramah kearah Bryan.


''Andai malam itu tante gak memaksa Jenlita pergi bersama pemuda itu mungkin ini semua tak kan terjadi! Dia anak dari salah satu teman arisan tante, Tante kira dia pemuda baik-baik dan bisa menjaga Jenlita ternyata dugaan tante salah! "ucap mamah Lia menyesal akan kecerobohan nya yang mudah percaya akan ucapan teman arisan nya itu.


''Sama-sama tante! Jadikan ini sebagai pengalaman buat tante untuk tidak membiarkan seorang anak gadis berjalan berdua dengan laki-laki yang belum pasti tante tau bagaimana sifat dan kelakuan nya, Iya meskipun pria itu anak dari teman tante sendiri gak ada salah nya kan waspada. " ucap Bryan sopan diakhiri dengan senyuman khas manis nya.


"Iya nak kamu benar gak seharusnya tante bertindak seceroboh ini! Tante benar-benar sangat menyesal tapi tante sangat bersyukur karna Jenlita bisa bertemu dengan pemuda tampan juga baik hati seperti mu nak Bryan. " ucap mamah Lia tersenyum bahagia sambil memusut puncak kepala putrinya penuh dengan kasih sayang.


"Maafkan mamah ya nak, Mamah janji akan selalu menuruti apa saja yang kamu mau! Mamah sangat menyayangimu nak maafkan mamah. " ucap mamah Lia sedih.


"Mamah...! ucap Jenlita terharu dan memeluk erat tubuh mamah nya. Lia pun membalas pelukkan putrinya penuh dengan kehangatan seorang ibu.


Melihat itu tiba-tiba Bryan teringat mamah juga ading nya Nafisyah, Iya benar-benar lupa untuk memberikan kabar keorang tuanya yang mungkin saja sa'at ini tengah menghawatirkan dirinya.

__ADS_1


" Astagfirullahalazim...! ucap Bryan yang mengejutkan mamah Lia juga Jenlita berserta dia sahabat nya.


"Ada apa bro? tanya David juga Andre bersamaan, Sementara Jenlita juga mamah nya saling melepaskan pelukannya karna terkejut melihat Bryan yang tiba-tiba saja mengucapkan istighfar.


Bryan pun menatap kearah kedua sahabat nya lalu berkata. " Astagah Dav Andre! Gwe lupa ngabarin mamah gwe. "ucap Bryan gelisah karna lupa menghubungi Nafisyah ading nya.


" Ya udah kalau gitu lu telfon aja dulu ading lu Sya. " ucap David disertai anggukan Andre.


"Heem gwe...! ucapan Bryan terhenti sa'at Jenlita meraih lengan nya. Bryan pun menoleh kearah kekasih nya yang kini tengah tersenyum manis kearah dirinya.


" Kamu kenapa apa ada masalah? tanya Jenlita lembut dengan paduan senyuman manis yang tak lepas dari wajah cantik nya itu.


Bryan pun menghadap kearah Jenlita juga membalas senyuman manis nya Jenlita dan berkata. " It's okay aku gak papa? jawab Bryan tersenyum.


Jenlita pun melepas tangannya dari lengan Bryan. Mata nya memandang lekat-lekat wajah Bryan terlihat dari rawat wajahnya yang tampan itu tersimpan suatu kegelisahan namun iya tutupi dengan senyuman.


Jenlita pun meraih wajah kekasihnya itu lalu berkata. "Benarkah? Tapi kalau aku lihat. " ucap Jenlita yang sengaja iya tahan karna tangannya juga matanya kini tengah mengarah ke bibir manis nya Bryan.


Sentuhan lembut tangan Jenlita di pipinya kini beralih mengelus lembut ke bibir nya membuat Bryan pun segera meraih tangan Jenlita lalu membisikkan sebuah kata. "Stop! Apa kau sengaja ingin memancing gairah ku. " ucap Bryan yang sontak saja membuat tubuh Jenlita terdiam membeku ditempat.


Bryan pun menggelikan kepalanya dan tersenyum simpul melihat reaksi Jenlita, 5 menit akan ke bengongan nya Jenlita pun tersadar saat mendengar Bryan berucap pamit pulang.


Sedangkan mamah Lia yang hanya menyimak kini iya sedikit ada rasa curiga dengan gelagatnya Jenlita, Terlintas dalam pikiran nya kalau putri nya ini tengah menjalin suatu hubungan dengan pemuda yang bernama Bryan terlihat begitu jelas perhatian yang Jenlita berikan pada nya.


"Kalau begitu aku pamit pulang dulu ya. " ucap Bryan ke Jenlita disertai senyuman manis khas nya yang tentu membuat Jenlita mati kutu dibuat nya.


''Haaa! Eemm...Ke...kenapa? bukan kah kita baru saja sampai kenapa harus buru-buru pulang? Tidak bisakah kamu istirahat sebentar disini? tanya Jenlita sedikit gugup juga takut Bryan pergi begitu saja.


Lia hanya menggelengkan kepalanya melihat reaksi tingkah putri nya yang tengah gugup, Lia yang paham dengan kondisi anak nya sekarang pun berkata. ''Iya nak benar kata Jenlita kalian kan baru sampai kenapa harus terburu-buru? Masuk lah sebentar ya, Tante akan buatkan minuman serta makanan buat kalian. "ucap mamah Lia mempersilahkan Bryan juga teman-teman masuk kedalam rumah sederhana nya.


''Tapi tante! ucap Bryan terhenti saat mamah Lia menyela.


''Masuk lah nak Bryan ajak juga teman-teman nya gak usaha malu-malu anggap aja seperti rumah sendiri ya, " ucap mamah Lia tersenyum bahagia menatap Bryan juga kedua sahabat nya itu.


''Eemm...Inggih mah. " jawab Jenlita.


Jenlita pun menatap kearah Bryan juga teman-teman nya.


''Aku mohon pleaseee jangan pulang dulu ya, Bisakah kalian menghargai mamah ku sedikit saja please. "ucap Jenlita memohon serta sedih karna secepat itu Bryan ingin meninggal kn dirinya.


Bryan pun menatap kedua sahabat nya. David yang paham maksud tatapan mata Bryan pun lebih dulu ijin masuk kedalam rumah bersama Andre.


''Eemm kalau gitu gwe masuk duluan ya! Yuk Dre. " ucap nya sambil menarik paksa Andre.


''Eeehhh... busett dah lu kenapa asal main tarik-tarik gwe jirrr? Lu kira gwe sapi apa haaa! "ucap Andre kesal tingkat dewa.


''Bisa diam gak sih lu berisik banget tau gak! " ucap David tak kalah kesalnya.


''Lu yang narik-narik gwe jirr kenapa lu yang sewot! "ucap Andre ngegas.


''Lu gak lihat tatapan Bryan tadi haa? ''tanya David luarbiasa kesalnya.


''Lihatlah terus apa masalah nya ama gwe?" tanya Andre yang sontak saja dapat tabok kan maut dari David karna kelewatan kesalnya.


Buukk...!


Tabok kan maut David pun sukses melayang ke pundak Andre.


''Anjirrr lu kenapa nabok gwe? Masih untung lu gwe anggap sahabat gwe kalau bukan dah gwe balas lu. ''ucap Andre menahan kesalnya.


''Apa lu bilang! mau gwe hajar lu haa? "ucap David.

__ADS_1


Ya disaat David dan Andre tengah ribut tanpa kenal tempat berbeda halnya dengan Situasi Bryan juga Jenlita yang tengah saling memadu kasih sebelum mereka saling berpisah.


''Apa kamu gak ingin masuk juga? " tanya Jenlita sa'at melihat teman-teman Bryan lebih dulu masuk kedalam.


Bryan tersenyum simpul mendengar pertanyaan Jenlita. Terlihat jelas kesedihan terpancar di wajah cantik nya, Bryan yang tak bisa melihat kesedihan seorang wanita pun merasa bersalah.


Sementara Jenlita menundukkan wajahnya karna tak sanggup menatap wajah Bryan, Iya juga tak ingin Bryan tau bawah dirinya kini tengah menahan tangis. Baginya ini sungguh sangat memalukan berharap lebih ingin


dicintai disayangi dari seorang Bryan.


''Mau sampai kapan kamu menunduk terus seperti ini eem? Apa kau tak ingin melihat wajahku ini? "tanya Bryan sambil menyentuh dagu Jenlita untuk mengarahkan menatap wajahnya.


Kini mata mereka saling berpandangan. Dan seketika itu pula Bryan mengerti bahwa kini kekasih nya tengah menahan tangis kesedihan terlihat jelas kumpulan benih-benih di bola matanya yang siap meluncur membasahi pipi nya.


" Sayang apa aku membuat mu sedih eem?" tanya Bryan lembut sementara Jenlita menggelikan kepalanya dengan cepat sebagai jawaban.


"Terus kenapa kamu sedih? "tanya Bryan sambil menarik tubuh Jenlita kedalam pelukkan nya.


Jenlita pun merasakan sentuh hangat pelukkan dari Bryan hembusan nafsunya pun begitu terasa di ubun-ubun kepala Jenlita karna posisi wajah Bryan di atas kepala Jenlita ya guys.


"Katakan lah apa yang ingin kau katakan selagi aku masih ada di sampingmu. " ucap Bryan masih dalam posisi yang sama.


"Apa kau akan meninggalkan ku selamanya? "tanya Jenlita pelan dengan tubuh yang bergetar karna menahan tangis namun masih bisa di dengar Bryan.


Mendengar perubahan suara Jenlita Bryan pun melonggarkan pelukkan nya. Iya pun segera meraih wajah Jenlita betapa terkejut nya Bryan saat melihat kekasihnya tengah menangis dalam diam.


"Astagah sayang kamu kenapa? "tanya Bryan dengan sigap menghapus air mata yang telah membasahi pipi mulus kekasihnya itu.


Jenlita tak tak sanggup lagi menahan tangisan nya pun akhirnya pecah juga.


"Hiks... hiks... A.. ap.. apa kau a.. ak.. akan me.. meninggalkan.. ku..? "tanya Jenlita terbatak-batak karna dalam keadaan menangis.


"Astagah Jenlita! Siapa yang mau ninggalin kamu? Dengarkan aku. " ucap Bryan meraih wajah Jenlita dengan kedua tangannya.


"Apa kau lupa Jenlita kita ini satu kota satu daerah hanya waktu dan tempat saja yang memisahkan kita disini, Apa kau berfikir aku akan meninggalkan eem? "tanya Bryan menatap lekat wajah kekasihnya.


Jenlita pun menganggukkan kepalanya sebagai jawabannya.


Bryan pun menghela nafas dengan kasar dan berkata. " Astaghfirullah Jenlita! pegang perkataanku ini. Aku gak akan pernah ninggalin kamu selagi kau setia padaku, Dan aku akan tetap mencintaimu menyayangimu setulus hati ku jika kau menjaga kesetiaan mu buatku. Rasa ditinggalkan serta penghianatan itu cukup menyakitkan jadi ku mohon padamu tolong jaga hatimu buatku karna kejujuran kesetiaan serta ketulusan dan tanggungjawab itu sebuah kunci keabadian cinta, jadi bisakah kau atau sanggup kah kau menjalani dan melindungi kesetiaan yang akan kau tempuh bersama ku? "tanya Bryan dengan wajah super duper serius nya.


Jenlita sedikit terhenyak dengan semua perkataan Bryan barusan, Iya benar-benar tak menyangka jika Bryan akan berucap demikian.


Tiba-tiba hati nya yang sedih hingga terasa sulit bernafas pun kini berubah menjadi lega seakan-akan kini iya menemukan celah untuk bisa leluasa menarik nafas yang tertahan.


''Apa kau serius dengan ucapan mu barusan? " tanya balik Jenlita untuk memastikan benar gak nya.


''Apa aku terlihat seperti orang yang tengah bercanda riya? ''tanya balik Bryan.


''Iiihh Bryan aku serius! "ucap Jenlita sambil menghentakkan kakinya.


''Dan apa kau kira aku tak serius eem? ''ucap Bryan pula.


Jenlita pun menatap kedua bola mata Bryan sedetail mungkin untuk memastikan ada kebohongan yang tersimpan tidak disana, Namun hanya kejujuran juga ketulusan cinta yang terlihat di bola matanya.


Senyuman manis pun kini telah kembali terukir indah di wajah cantik nya Jenlita.


Cupp...!


Satu kecupan kini mendarat di pipi kanan nya Bryan.


Jenlita pun berkata. "Aku pegang semua perkataan mu! InsyaAllah aku siap menjalani hubungan dan menjaga kesetiaanku bersama mu Bryan. " ucap Jenlita tersenyum tulus juga serius.

__ADS_1


Bryan pun tersenyum puas dan bahagia mendengar jawaban dari Jenlita, Kini Bryan pun memeluk kembali tubuh Jenlita penuh kasih dan sayang.


''Terimakasih telah hadir di kehidupan ku Jenlita, Aku janji akan selalu melindungi mu mencintaimu juga menyayangimu setulus jiwa dan ragaku. "ucap Bryan tulus dari lubuk hati paling dalam dan mencium puncak kepala Jenlita serta kening lalu kedua matanya terus ke hidung setelah itu turun ke bibir manis nya Jenlita.


__ADS_2