
Saat Bryan masuk kedalam Jenlita pun langsung memejamkan matanya, Dalam hati berkata. "Aku bahkan masih tak percaya dengan kehadiran nya disisiku. Jika ini mimpi please ya allah jangan engkau bangunkan hamba mu ini, Tapi jika ini nyata ya allah jadikan dia milik ku selamanya amin...! ''ucap nya dalam hati.
Bryan yang tau kini gadisnya tengah pura-pura tidur pun membisikkan sebuah kata.
''Tidur lah sayang bawa aku dalam mimpi mu jika itu bisa membuatmu nyenyak. " ucap Bryan mengelus puncak kepala Jenlita dengan lembut penuh kasih sayang.
Jenlita yang merasakan sentuhan lembut juga mendengar ucapan Bryan pun dalam seketika membuka matanya.
Bryan yang tengah menatap nya pun tersenyum melihat reaksi gadisnya itu.
''Kenapa belum tidur ini sudah larut malam apa kamu belum ngantuk eemm? "ucapnya sambil memperlihatkan jarum jam tangan nya kearah Jenlita.
''Lihat lah ini sudah jam 12 malam gak baik buat mu bergadang terlalu malam, Sebaiknya kamu tidur ya istirahat lah. " ucap Bryan sambil menyelimuti tubuh Jenlita dan mencium kening nya lalu berdiri beralih menuju sofa.
''Eemm tunggu...! Kamu kau kemana? "tanya Jenlita saat Bryan akan berdiri menuju sofa.
Bryan pun menatap wajah kekasih nya itu dan berkata. " Aku gak kemana-mana hanya ingin istirahat disofa itu. "ucap Bryan sambil tersenyum.
''Eemm kalau mau kamu boleh kok tidur disini juga aku rasa ranjang ini cukup muat buat kita berdua. Dari pada kamu tidur di sofa pasti akan membuat tubuh terasa sakit. " ucap Jenlita menggeserkan tubuhnya kesamping.
''Eemm, Aku tidur disofa aja aku gak mau membuat mu susah bergerak kalau aku ikut tidur diranjang ini, Lagipula aku sudah biasa kok tidur disofa. "ucap Bryan menolak secara lembut karna buatnya akan sangat bahaya jika harus tidur satu ranjang dengan nya.
Iya takut kelepasan iman so, Bryan pria normal otomatis akan membuat nya tegang jika tidur bersentuhan dengan wanita. Mungkin iya ciuman masih bisa iya kendalikan tapi iya tak bisa menjamin aman jika harus tidur bersama satu ranjang dengan Jenlita.
''Oohh baiklah kalau begitu selamat malam. " ucap Jenlita membenarkan posisi nya dan menghadap kearah tembok.
''Eemm selamat malam juga. "jawab Bryan sambil berjalan menuju sofa.
''Maaf bukan maksud ku menolak ajak kan mu tapi aku juga harus cari aman untuk tidak bertindak berlebihan padamu, Biar bagaimana pun aku masih bisa menghargai seorang wanita apa lagi kau gadis yang aku cinta Jenlita. Aku tak ingin menyentuhmu lebih dalam sebelum aku menikahimu. " ucap Bryan dalam hati.
Skip
ೋ❀❀ೋ═══ ❀ ═══ೋ❀❀ೋ
Untuk sementara kita beralih di kota palangkaraya ya guys yang terletak sebuah perkampungan yang dimana disana terlihat seorang gadis dengan paras wajahnya yang cantik manis semanis gulali.
Jam menujukan pukul 03:45 dini hari. Nirmala gadis rajin akan pekerjaan nya setiap hari iya akan bangun lebih awal dari orang tua nya untuk mempersiapkan segala kebutuhan makanan pokok sehari-hari, Kebersihan rumah adalah tugas dia paling utama setelah sholat subuh iya pun segera menuju kedapur dan memasak berbagai macam hidangan soal nya hari ini kakak nya yang dari Banjar datang berkunjung kerumah nya.
''Kamu masak apa nak baunya nyaman benar? "tanya mamah Novi yang secara tiba-tiba datang dari arah pintu dapur.
''ASTAGHFIRULLAH...! " ucap Nirmala memisut dadanya karna terkejut.
''Ada apa nak? tanya mamah Novi heran.
''Eemm gak papa mah ulun terkejut aja tadi heheheee...! "jawab Nirmala ketawa renyah.
''Mamah udah bangun sangka ulun pian masih tidur. " ucap Nirmala sambil menggaruk kepala hijab nya yang tak gatal.
Mamah Novi pun tersenyum mendengar pertanyaan sang putri tercinta yang menurut nya sangat gemesin itu.
''Mamah dah bangun nak waktu kamu masih mandi tadi, Oh ya nih mamah habis lihat ada durian jatuh malam tadi mamah dengar ada sesuatu yang jatuh dibelakang rumah ternyata durian ini. "ucap mamah Novi menyerah kan dua buah durian ke Nirmala.
Iya pun segera menyambut durian itu dan meletakkan di mejanya.
''Abah udah bangun belum Mala? tanya mamah Novi.
''Ulun rasa belum ma ae. " Jawab Nirmala cepat dan sopan.
''Kalau abang Irfan belum bangun juga? tanya sang mamah.
''Eemm belum juga. "jawab Nirmala.
''Ya udah kalau gitu mamah masuk kedalam dulu ya nak sekalian banguni abah kamu. " ucap mamah yang langsung menuju masuk kedalam kamar.
__ADS_1
''Inggih ma ae. "ucap Nirmala dan melanjutkan kerjaan masaknya.
Beberapa menit kemudian Abang Irfan, Abah Iyus juga mamah Novi keluar dari kamarnya menuju dapur dimana yang sa'at ini Nirmala tengah menyusun masakkan nya di meja makan dengan rapi.
''Wah ading cantik abang makin hari makin rajin aja lah, Kamu masak apa wah baunya benar-benar menggoda perut. " ucap Irfan sambil mendekati meja makan melihat apa saja menu yang tersaji di meja.
Saat Irfan akan mengambil sepotong tempe besangga/digoreng abahnya pun langsung menegur putra tampan nya itu.
''Bangun tidur biasakan cuci muka gosok gigi lepas itu terus mandi dan tak lupa juga sholat subuh dulu baru boleh makan setelah selesai menjalani ibadah sholat nya. "ucap sang abah Iyus.
Mendengar teguran dari sang abah Irfan pun tekurihing/cengengesan.
''Heheheheee... inggih bah ae ulun mandi dulu. " ucap nya masuk kembali kedalam kamar nya mengambil sesuatu dikamar.
Abah pun hanya menggelengkan kepalanya sementara Nirmala tersenyum geli melihat tingkah abang nya. Begitu juga dengan mamah Novi yang tak kalah gemes nya melihat tingkah putra nya itu.
Setelah semua nya selesai kini mereka pun makan bersama-sama menikmati hidangan masakkan nya Nirmala.
Menunya ya guys 😅
Tumis kacang berbagai mcm campuran
Tak lupa buat cemilan berbagai mcm rasa wadai donat ala Nirmala wkwkwk
jangan ditanya minum nya mereka bisa ambil sendiri tanpa di saji..
Setelah selesai makan bersama mereka pun kini berkumpul diruang tamu, Sangat jarang sekali mereka bisa berkumpul seperti saat ini karna kesibukan yang Irfan milik membuat nya jarang pulang kerumah.
''Gak papa nak kami sebagai orang tua memaklumi itu kami juga sangat bersyukur memiliki putra seperti mu nak, Setidaknya masih bisa tanya kabar lewat HP dah jangan sedih gitu. Malu dilihat tembok masak anak bujang abah yang gagah begini harus nangis. " ucap abah Iyus sambil menenangkan putranya.
''Iya nak udah jangan sedih masak ganteng-ganteng nangis gitu gak malu dilihat ading mu Nirmala tuh dari tadi senyum-senyum terus. "ucap sang mamah sambil menatap putrinya yang tengah tersenyum.
''Abang iihh sudah ganal/besar jua menangis lah. ''ucap Mala.
Irfan pun tersenyum melihat ading nya itu lama iya tak jumpa dengan ading satu-satunya itu.
''Maafin abang lah jarang jenguk kamu. " ucap Irfan tersenyum sambil mengelus puncak kepala ading nya itu.
''Hehehee... Inggih bang ae gak papa yang terpenting abang sehat selalu disana. "ucap Mala lagi.
''Eemm abah mamah! Irfan mau minta ijin bawa Nirmala ke Banjar boleh lah. " ucap Irfan ke abah mamah nya, Sementara Nirmala sedikit terkejut saat dirinya akan di ajak ke Banjar.
''Kalau mau ngajak Mala kenapa harus minta ijin segala sih Irfan? ''ucap sang abah.
''Iya kaya yang sama siapa saja. "ucap mamah Novi nimbrung.
''Heheheee... ulun mau bawa Nirmala untuk bekerja di kantor Irfan bah ae! Kebetulan disana ulun baru mengangkat karyawan Irfan jadi Direktur Utama jadi ulun ingin Nirmala jadi sekretaris nya. " ucap Irfan sambil menatap ading nya.
''Eemm kalau abah mah terserah Mala mau gak nya ikut ke Banjar selajur/sekalian cari pengalaman kerja di perkantoran. Gimana nak apa kamu mau ikut abang mu eemm? "tanya sang abah ke putrinya, Sedang kan san mamah hanya menyimak obrolan.
Nirmala yang pada dasarnya tak ingin jauh dari orang tua nya pun sedikit merasa berat meninggalkan, Apa lagi saat ini mamah nya sering sakit-sakitan jadi mustahil buat Nirmala bila harus meninggalkan sang mamah tercinta.
''Eemm maaf bang bukan nya ulun gak mau! Tapi, " ucapan Mala pun terhenti saat matanya menatap kearah sang mamah.
Novi tau saat ini putri nya tengah menghawatirkan nya terlihat dari sorot matanya yang lembut itu kini tengah menahan tangis.
''Sayang kamu kenapa? ucap sang mamah memusut lembut pipi Nirmala.
__ADS_1
''Mala gak bisa ninggalin mamah bang! "ucap nya sambil menundukkan wajahnya dan tanpa Mala minta kini turun setitik embun air mata kesedihan di wajah ayu Nirmala.
Irfan pun hanya bisa menghela nafas saat melihat ading nya tiba-tiba saja sedih.
''Mala kenapa kami sedih? Okey maafin abang ya abang juga gak akan paksa Mala jika Mala gak ingin ikut. Udah ya jangan sedih maafin abang. " ucap Irfan merasa bersalah.
Sementara abah Iyus pun tak tega melihat anak gadis menangis.
''Iya Mala abang mu kan gak memaksa kenapa kamu harus menangis sayang. "ucap abah Iyus.
Novi pun memeluk erat putrinya itu dan berkata. " Sudah jangan sedih sayang kalau Mala gak mau abang juga gak maksain. "ucap sang mamah mengelus-elus punggung Nirmala dengan lembut.
'' Hiks...hiks..! Mala gak bisa jauh dari mamah, Mala takut mamah kenapa-kenapa kalau pas Mala gak ada kasihan juga abah nanti meurus mamah tanpa bantuan Mala pasti akan kualahan. " ucap Mala menangis tersedu-sedu.
Irfan pun mendekati Mamah nya juga Mala dan memeluknya. Iya benar-benar sedih jika harus melihat orang yang disayangi menangis seperti saat ini.
''Maafin Mala bang! Mala gak bisa tinggalin mamah karna selama ini mamah sering sakit-sakitan, Mala takut sakit mamah kambuh lagi pas disaat Mala gak ada. "ucap Mala sedih.
''Iya Mala iya abang faham maafin abang lah. " ucap Irfan.
''Kalau gitu abang ingin ajak kamu abah mamah berlibur di rumah abang sana, Abang baru saja beli rumah rencana nya abang ingin membawa abah mamah kamu pindah kerumah baru kita gimana apa abah sama mamah juga Mala mau tinggal disana? "tanya Irfan berharap orang tua juga ading nya pindah tempat.
''Terus bagaimana dengan rumah ini nak? Disini banyak kenangan indah saat kalian masih kecil, Rasanya sangat disayangkan jika rumah ini harus dijual. " ucap abah Iyus disertai anggukan sang mamah.
Irfan pun tersenyum kearah abah mamah nya mendengar pertanyaan itu iya pun menjawab.
''Tak perlu dijual bah! Ulun mau mengajak pian sebertaan/semuanya ke Banjar supaya ulun gak kejauhan menemui pian bah ae, Abah gak perlu kerja lagi begitu juga buat mamah cukup istirahat dirumah masalah dana jangan bingung ada ulun yang selalu memberikan kebutuhan pian sehari-hari terutama buat mala! Abang ingin Mala menemukan pengalaman baru dibidang pekerjaan, Abang sangat nyakin Mala bisa membantu abang memajukan kantor abang bersama Bryan pegawai abang yang sangat abang percayai. "ucap Irfan panjang lebar menjelaskan maksud nya.
''Baik lah abah ngikut aja, Tapi abah minta maaf jika harus terus-terusan merepotkan mu nak. " ucap abah Iyus.
''Abah ini ngomong apa sih, Ulun begawe/kerja itu semua buat pian semuanya. Kebahagiaan pian semua yang paling utama buat Irfan jadi yuk ikut Irfan ke Banjar menempati rumah baru kita disana. "ucap Irfan semangat 100℅.
Mereka pun akhirnya tertawa bersama-sama dan memutuskan untuk pindah rumah.
─────────ೋღ 🌺 ღ
Kita pindah posisi ke Bryan juga Jenlita ya guys, Karna hari ini adalah hari kepulangan untuk sang pujaan hati bang Bryan.
Di pagi hari penuh kebahagiaan buat Jenlita saat ini, Ya bagaimana tak bahagia dirinya kini tengah ditemani oleh kekasih tercinta nya Bryan yang selalu memperlakukan nya dengan lembut juga penuh kasih sayang.
''Makan dulu sayang habis itu minum obat biar sehat. " ucap Bryan menyuapi Jenlita sangat telaten.
''Makasih, Kamu juga makan jangan cuma nyuapin aku aja. "ucap Jenlita yang melihat hanya dirinya saja yang makan sedangkan Bryan asyik menyuapi nya.
''Udah yang terpenting kamu kenyang dulu aku mah gampang nanti makan nya. " ucap Bryan sambil menyuapi Jenlita.
''Eemm sudah! "ucap Jenlita nolak.
''Tapi ini masih banyak loh ynk makan lagi lah aaa... " ucap nya mengarahkan sendok berisi makanan kearah Jenlita.
''Eemmm aku dah kenyang. "ucap Jenlita menutup mulutnya dan menggeleng-gelengkan kepalanya.
''Benar sudah kenyang? tanya Bryan memastikan.
Jenlita pun tersenyum manis dan berkata. " Iya sayang ku udah kenyang. "ucap Jenlita mengelus pipinya Bryan.
''Heem baik lah. " ucap Bryan sambil memasukkan sendok berisi makanan kedalam mulutnya, Jenlita yang melihat sampai ter bengong rasa tak percaya sendok bekas iya juga makanan sisahnya dihabiskan oleh Bryan.
''SAYANG kamu ngapain makan bekas punya ku bukan kamu tadi beli banyak makanan? "tanya Jenlita heran melihat tingkah kekasih nya itu.
Bryan pun tersenyum dan berkata. " Sayang makan kalau harus dibuang aku memang sengaja beli banyak makan buat teman-teman ku nanti juga pasti mereka belum makan. "ucap Bryan sambil mengunyah makanan nya.
''Iya tapi kan itu bekas aku ynk. " ucap Jenlita.
__ADS_1
''Gak papa lagipula gak hanya bekas makanan mu aja yang aku nikmati bibir mu aja sudah buat aku ketagihan. "ucap Bryan tersenyum, Jenlita pun tersenyum malu-malu saat mendengar penuturan Bryan.