
Berawal nya dari mata hingga turun ke hati
awalnya cinta namun bisa berubah jadi benciππ
Teringat akan Kata-kata Aa waktu itu. "Sebenarnya aku tak mencari yang sempurna, Karna aku hanya butuh seseorang yang bisa membuat ku merasa aku lah Satu-satunya bukan salah satunya.
Jika kamu memang berharga dimata seseorang, Tak ada alasan bagi nya untuk mencari seorang yang lebih baik darimu.
itulah cinta kadang juga bisa membuat hati merana meskipun sebenarnya kita tau tak semua nya rasa cinta akan berakhir luka. tpi tetap saja yang nama nya cinta mampu membuat hati seseorang lumpuh dibuat nya.
belajar lah untuk mengerti apa itu cinta yang sebenarnya, karna cinta juga tak semudah kita bisa menebak mungkin iya awal nya mengasyikkan namun tanpa kita sadari ujung dari kebahagiaan bisa kapan saja berubah.
Jangan menaruh harapan lebih pada manusia. INGAT, hari ini engkau segalanya
Esok engkau bukan siapa-siapa.
by ;Aa Brian R. π€π€
βββββββ‘β₯β‘ββββββ***
" Tunggu...! "ucap Jenlita.
Brian pun menghentikan langkah nya dan berbalik menatap Jenlita.
''Apa lagi? '' ucap Brian.
Jenlita pun mendekati Brian dan berkata. " Eem, Boleh gak gwe ikut lu? "ucap Jenlita menatap Brian penuh harapan.
''Why? ucap Brian sambil memasukkan kedua tangan nya di saku celananya.
''Emmm gwe kesini tadi bareng itu cowok terus gwe kabur karna dia maksa gwe gitu, Jadi gwe bingung mau pulang kerumah nya gimana? Hehehehee..." ucap nya tersenyum renyah.
''Terus...! "ucap Brian yang pura-pura tak paham maksud dari Jenlita.
''Anterin gwe pulang ya please... " ucap nya menangkup kan kedua tangannya memohon sambil mengedip-ngedipkan kedua matanya.
''Diihh sakit mata lu segitu nya banyak. "ucap Brian geli lihat nya sedang kan Jenlita mengerucut kan bibir nya karna kesal.
''Iiihh lu ini nyebelin banget sih jadi cowok gak peka banget...! " ucap Jenlita kesal sambil menghentakkan kedua kakinya.
''Lu baru ketemu sama gwe kenal juga enggak udah berani minta antar pulang, Apa gak ada kepikiran sedikit aja jika gwe ngapa-ngapain lu gimana? " ucap Brian menaik turun kan alisnya.
Jenlita pun terdiam sa'at Brian berkata demikian, Iya juga gak kepikiran sampai kesitu karna yang ada diotak nya hanya satu ketampanan Brian sangat membuatnya oleng berpikir.
Secara logika iya benar apa yang di katakan Brian namun masak iya sih cowok setampan dia sejahat itu pikir nya.
''Gwe gak percaya lu kaya gitu secara kalau dilihat dari tampang lu gwe rasa lu pria baik-baik. "ucap Jenlita nyakin walau sebenarnya hatinya takut.
''Apa lu senyakin itu eemm? " ucap Brian mendekatkan wajahnya kearah Jenlita yang membuat iya pun melangkah mundur.
Langkah demi langkah Jenlita pun mundur kebelakang hingga mentok ke tembok membuat nya terpaksa berhenti, Jenlita yang bingung harus berbuat apa dengan gaya pasrah iya pun memejamkan kedua bola matanya.
Dag... dig... dug... jantung ku...
Dag...dig...dug ...jantung ku...
begitulah yang dirasakan Jenlita sa'at ini.
Melihat itu Brian pun tersenyum sekilas dan menggelengkan kepala nya, Apa sebenarnya yang ada dipikiran gadis ini? Bukan nya berontak eh malah asyik memejamkan matanya. Heran itu dah pasti ya Aa Brian wkwkwkw...
Brian pun membisikkan sebuah kata ditelinga Jenlita.
''Jangan terlalu berharap lebih apa lagi berkhayal terlalu jauh yang akan membuatmu tersesat tanpa tau arah tujuan sebenarnya. ''ucap Brian lalu berdiri tegap dihadapan Jenlita yang kini membuka pelupuk matanya secara pelan.
Sa'at Jenlita membuka mata dan disa'at itu pula Brian tersenyum manis kearahnya.
''Ya Allah senyuman nya masyaallah. "ucap Jenlita dalam hati.
''Gadis aneh. "ucap Brian berlalu meninggal kan Jenlita yang tengah bingong.
2 menit Jenlita pun sadar akan bengong nya sementara Brian lumayan jauh didepan nya.
''Oh astagah gwe benar-benar ditinggal sendirian disini...! Hay tungguuu. " ucap Jenlita berlari mengejar Brian.
Jenlita yang tengah sibuk mengejar Brian iya tak sadar bahwa laki-laki yang sempat iya hindari kini melihat keberadaan nya.
''Loh itu bukan nya Jenlita? "ucapnya sambil berjalan kearah gadis yang iya cari sejak tadi.
''Jenlitaa...! ucapnya meraih tangannya.
__ADS_1
Jenlita pun terpaksa terhenti dalam langkah nya dan berbalik.
''Rezaaa...! " ucap Jenlita terkejut.
''kamu dari mana aja aku nyariin kamu dari tadi, Sekarang ikut aku...! "ucapnya sambil menarik tangan Jenlita.
''Iiihh lepasssss, Apa-apaan sih lu tarik-tarik gwe lepassss...! " ucap Jenlita berontak.
''Gak akan Jenlita, kamu harus ikut aku sekarang juga. "ucapnya tersenyum miris.
''Siapa pun lu please tolong gwe. " ucapnya dalam hati.
Sedang kan Brian kini langkah nya terhenti sa'at ada sesuatu yang membuat nya harus berbalik kearah dimana gadis itu tengah mengejar nya ternyata dihalangi orang seseorang pria.
''Itu...! Astagah... "ucap Brian yang langsung berlari mengejar laki-laki yang tengah menarik paksa Jenlita.
''Woyyy lepasin dia brengsek. " ucap Brian lantang serta bogaman mentah nya iya layangkan kearah wajah pria tersebut.
Buuukkk...!
Tak puas dengan 1 kali pukul Brian pun tanpa segan-segan menghanjarnya tanpa ampun.
Baakk...!
Buukk...!
Brakk...!
kraakkk...!
''Arrrggghhh...! "rintihan suara pria tersebut meraung kesakitan. Jenlita iya benar-benar syok dan akhirnya pingsan tak sadarkan diri.
Setelah puas menghajar hingga babak belur Bryan pun menelpon Rama kekasih Nafisyah yang bekerja sebagai polisi.
π" Hallo Assalamu'alaikum bang Bryan. "ucap Rama disebrang telfon.
π" Wa'alaikumussalam... Bisa kah kau datang ke taman indah sekarang juga Ram. "ucap Bryan.
π"Ah baik lah bang ulun kesana sekarang. Assalamu'alaikum. " ucap Rama.
π"Wa'alaikumussalam... "jawab Bryan mematikan telfon nya.
Bryan pun menelfon David agar bisa membantu nya mengurus masalah nya ini.
π" Bryan astagah lu gila ya mau sampai jam berapa gwe nungguin lu? "ucap David sa'at Bryan menelfon nya.
π" Bro dengarin gwe stop komen...! Lu cepetan kesini ajak Andre sekalian gwe ada di belakang perumahan gak jauh dari taman. "ucap Bryan to the poin.
π''WHAT...! Ngapain lu sampai disitu? tanya David heran.
π''Panjang cerita nya pokoknya lu cepatan kesini. " ucap Bryan langsung mematikan ponselnya.
Tak lama Rama pun mengirimkan pesan singkat ke Bryan yang tertulis.
π©"Bang pian dimana nih ulun dah sampai taman. ''ucap pesannya.
π©"Aku di belakang perumahan paling ujung gak jauh dari taman Ram. "Balas pesan Bryan.
10 menit Bryan menunggu dan akhirnya orang yang ditunggu pun muncul bersamaan dengan David juga Andre.
''Bang sorry kalau ulun kelamaan, Oh ya ini ada apa bang? tanya Rama menujuk 1 orang pria yang tengah terkapar akibat ulahnya Bryan.
David dan Andre pun menatap kearah pria tersebut dan beralih menatap kearah Bryan meminta penjelasan.
''Ada apa ini Yan? Bisakah lu jelaskan yang telah terjadi. " ucap Andre.
''Gwe akan jelaskan nanti yang terpenting dia. "ucap Bryan menunjuk kearah Jenlita yang tak sadarkan diri.
''Gwe harus bawa dia ke RS sekarang juga. Dan untuk kamu Rama tangkap pria brengsek ini masukkan dia ke sel tahanan karna telah melakukan kekerasan pelecehan seksual. " ucap Bryan sambil mengangkat tubuh Jenlita.
''Baik bang. "ucap Rama.
''Eemm, permisi apa ulun bisa minta bantuan pian berdua untuk mengangkat tubuh pria ini. " ucap Rama ke David juga Andre.
''Inggih-inggih bisa. "ucap David juga Andre bersamaan.
Mereka bertiga pun mengangkat tubuh pria tersebut dengan bersama-sama.
skip...!
__ADS_1
π³π³π³π³π΄π³π³π³π³π³π΄π΄π΄π΄π΄π΄π΄
Rama kini kembali kekantor serta membawa pria tersebut, Sementara Bryan juga 2 sahabat nya kini tengah menuju ke RS terdekat.
Setelah sampai di RS Bryan meminta kepada suster untuk segera menanggani Jenlita secepat mungkin.
''Anda silakan tunggu diluar saja biar nanti dokter nya yang menanggani passen. " ucap suster.
''Baik lah sus. "ucap Bryan mundur dari ruangan karna dilarang masuk oleh suster.
David pun mendekati Bryan dan berkata. " Siapa gadis itu dan ada hubungan apa lu sama dia? "tanya David serius.
''Bukan siapa-siapa ini hanya sebuah kebetulan saja. " ucap Bryan simpel.
''What...! Gwe gak percaya. "ucap Andre.
''Heem sama gwe juga. " ucap David juga.
''Terserah kalian! "ucap Bryan lantas duduk dikursi sambil menyandarkan kepalanya.
''Intinya disini gwe hanya menolong. ''ucap Bryan lagi.
''Terus kenapa lu lama banget gak muncul-muncul kita nungguin lu sampai jamaran tau gak! ''ucap David.
''Heem gwe cari lu kesana kesitu gak ketemu tau-taunya lu diujung taman, Kok bisa lu sampai kesini terus nolongin tuh cewek gimana ceritanya. " tanya Andre kepo berat.
Bryan pun akhirnya menceritakan awal mula bertemu dengan Jenlita hingga berakhir iya menghajar pria tersebut.
''Ooo jadi gitu ceritanya. "ucap David mengangguk-anggukkan kepalanya.
''Heem gila kali tuh cowok nekat bener, Terus sempat gak sih tuh cewek di anu-anu? "tanya Andre namun langsung dapat tatapan tajam dari Bryan.
''Eehh eehh slow bro gwe hanya bercanda hehehee... " ucap Andre cari aman.
Buukkk...!
''Huuu dasar lu otak mesum. "ucap David sambil menabok pundak Andre.
''Anjirrr lu napa nabok gwe haa? "ucap Andre kesal.
''Apa! mau pala lu yang gwe tabok ha biar gak konset pikiran lu yang mesum tuh. " ucap David pula.
''Sial lu...! "ucap Andre.
''Sssssttt...! Bisa gak sih kalian diam nih RS no ribut, Kalau mau ribut pergi lu sana bikin kepala gwe nambah pening. " ucap Bryan.
Tak berapa lama suster pun keluar dari ruangan.
''Maaf apa diantara kalian ada keluarga dari sang passen? tanya suster.
''Buk... "ucap David terhenti sa'at Bryan berdiri dan menyela nya.
''Saya kekasih nya sus bagaimana keadaan pacar saya? " ucap Bryan sukses membuat sahabat nya melongo.
''Oohh anda kekasih nya? Baik lah mari ikut saya keruangan. "ucap suster mengajak masuk Bryan kedalam ruangan Jenlita.
''Permisi dok ini kekasih passen. " ucap suster.
Dokter tersebut menatap kearah Bryan dan berkata. "Begini ada beberapa informasi yang ingin saya sampai kepada Anda, Untuk sa'at ini kekasih anda baik-baik saja dan untung nya hanya luka sedikit dibibirnya akibat tamparan yang dilakukan seseorang Namun. " ucap Dokter itu terhenti dan itu benar-benar membuat Bryan penasaran.
''Namun apa dok? "tanya Bryan tak sabar.
''Begini, saat ini passen mengalami trauma atas tindakan yang tak wajar membuat nya syok berat. " ucap dokter yang pantas membuat Bryan terdiam.
Bryan pun menghela nafas nya dengan kasar dan berkata. "Apa yang harus saya lakukan kan dok? Dan bagaimana caranya saya menghilang rasa trauma nya. " ucap Bryan menatap kearah Jenlita.
''Anda kekasih nya bukan beri dia semangat baru dan hibur dia agar bisa melupakan kejadian itu. Dan saya sangat nyakin Anda bisa melakukan itu apa lagi Anda kekasih nya. "ucap dokter tersebut yang membuat Bryan terikat dalam suatu hubungan tanpa setatus.
''Astagah kenapa jadi begini? Bagaimana aku bisa menghiburnya sementara gwe bukan siapa-siapa nya. ''ucapnya dalam hati terjerat akan Kata-kata kekasih.
''Ini nih akibatnya ngaku-ngaku jadi pacarnya haiiss ujung-ujungnya begini mampuss dah gwe. " batinnya.
Suster yang melihat gelagat aneh Bryan pun berkata. "Apa Anda baik-baik saja. " tanya sang suster.
''Eemm, iya saya baik-baik saja. "ucap Bryan.
''Baik lah kalau begitu saya permisi, Untuk beberapa menit kedepan passen akan sadar tenang lah dia masih virgin kok dan aman, Jaga baik-baik kekasih mu itu. " ucap dokter yang membuat Bryan benar-benar syok.
''Gilaaaaaa...! "ucap Bryan tak habis pikir dengan ucap dokter tersebut.
__ADS_1