Gadis Pilihan Mamah Ku

Gadis Pilihan Mamah Ku
Menghantar pulang Jenlita 2 ;(


__ADS_3

Tak berapa lama kini David dan Andre pun sampai di RS dan menuju keruangan Jenlita dirawat.


Setelah sampai didepan pintu ruangan David pun mencoba mengetuk pintunya dari arah luar.


tokk...!


tokk...!


tokk...!


Mendengar ada ketukkan pintu Bryan dan Jenlita pun menoleh ke asal suara tersebut.


''Eemm kayanya ada yang datang. "ucap Jenlita menatap wajah kekasih nya.


''Heem aku yakin pasti mereka berdua. Aku bukakan pintu nya dulu lah ynk. " ucap Bryan sambil mencium sekilas bibir Jenlita sebelum berlalu.


''Iihh aynkk. "ucap Jenlita manja sambil memukul dada bidang Bryan karna menciumnya.


Bryan pun hanya tersenyum manis menanggapi reaksi kekasih nya itu dan segera membuka pintu untuk kedua sahabat baiknya.


''Assalamu'alaikum... " ucap David dan Andre bersamaan.


''Wa'alaikumussalam... "Jawab Bryan.


''Heem masuk lah gwe tadi beli makanan buat kalian. " ucap Bryan disambut dengan girang nya mereka berdua.


''Widihh tau aja lu kalau kita-kita belum pada makan hehehee... "ucap Andre tertawa garing sementara David hanya menggelengkan kepalanya melihat aksi Andre yang menurut nya sangat memalukan sekali.


''Haiiss ini anak gak ada malu-malunya dikit kok bisa gwe dapet sobat model dia. " ucap David ngomel pelan namun masih bisa di dengar Bryan juga Andre.


''Eettdahh gitu amat lu ama gwe gini-gini gwe sangat berarti cuyy buat lu berdua ya gak Yan? "ucap Andre ke Bryan.


''Haiiss dah sudah kalian ini cepat sana makan habis itu kita berangkat antara kekasih gwe pulang. " ucap Bryan yang membuat dua sahabat nya berteriak bersamaan.


''WHAT...! "ucap David dan Andre bersamaan yang membuat Bryan heran.


''Haiiss kalian ini kenapa sih lagi ikut lomba paduan suara kah dari tadi teriaknya bareng mulu. " ucap Bryan kepada dua sahabat nya.


''Heheee enggak kok cuma kebetulan haja. "jawab Andre sambil menggaruk kepalanya yang tak gatal.


Bryan pun masuk dengan diiringi dua sahabat nya dibelakang nya dan iya pun melihat kini Jenlita tengah bersiap-siap untuk kepulangan nya, Terlihat kecerian diwajahnya membuat Bryan pun ikut tersenyum senang.


''Kamu udah siap eem? tanya nya sambil mengelus lembut kepala Jenlita.


''Eemm i.. iiyaa.. " ucap Jenlita sedikit gugup dengan perhatian Bryan apa lagi di depan teman-teman yang tengah menatap dirinya juga Bryan.


Bryan pun tersenyum geli melihat gadis nya yang tengah malu-malu, Iya pun lantas meraih wajah Jenlita dengan lembut dengan kedua tangannya.


''Lihat aku sayang! Mulai sekarang kau tak perlu malu lagi dengan kehadiran mereka ya, Karna David juga Andre tau kau adalah kekasih ku anggap mereka seperti sahabat mu juga okey. "ucap Bryan menoel hidung Jenlita dengan gemes.


"uhuukk... uhuukk...! Berasa kaya nyamuk bro kita disini yuk pindah makan diluar aja. " ucap Andre seketika mendengar penuturan Bryan ke Jenlita.


Sementara David pun melongo setengah mengunyah makanan nya mendengar perkataan Bryan.


Bryan dan Jenlita pun memandang mereka berdua secara bersamaan dan tertawa melihat tingkah lucu nya.


"Hehehe.. teman kamu lucu juga lah yank? tanya Jenlita.


''Ya begitu lah mereka kadang nyenengin kadang juga nyebelin hehee... tapi biar gitu mereka sahabat baik ku yang selalu saling menghargai juga saling mengerti dengan keadaan kami masing-masing. " ucap Bryan bangga memiliki sahabat seperti mereka.


''Heemm kamu beruntung ya punya sahabat pengertian seperti mereka. "ucap Jenlita tersenyum kearah kekasih nya itu.


''Heem dan aku lebih beruntung memiliki kekasih seperti mu Jenlita, Aku berharap kau bisa menjaga hatimu buatku saat jauh darimu. " ucap Bryan tersenyum menatap lembut wajah Jenlita.


Namun dalam seketika iya mengingat bagaimana rasa nya dihianati oleh orang yang benar-benar iya sayang, dan seketika itu pula senyum Bryan pun berangsur pudar iya pun menatap lekat-lekat wajah Jenlita dalam hatinya berkata. '' Gadis ini, Bukankah aku baru saja tersakiti tapi kenapa aku! "ucapan batinnya pun terhenti saat mata nya kini menatap lekat matanya Jenlita.


Terlihat pancaran bola mata yang begitu indah di mata Bryan dipadu dengan parasnya yang imut juga senyum nya yang manis. Entah kenapa tiba-tiba iya mengingat kembali penghianatan Anita, Sakit itu lah yang dirasakan Bryan pancaran mata kini berusaha menjadi berkaca-kaca disebabkan bening air mata telah mengumpl deras dipelupuk bola matanya.


Jenlita sedikit heran dengan tatapan Bryan, Ada apa dengan nya kenapa menatap ku seperti itu dan kenapa raut wajahnya berubah jadi kesedihan pikir nya.


Jenlita pun menyentuh pipi Bryan dan mengelus nya dengan lembut.

__ADS_1


''Sayang kamu kenapa? " ucap Jenlita sambil meraih wajah tampan nya Bryan.


Bryan hanya terdiam tak berkata, Matanya fokus menatap kearah mata Jenlita tanpa menjawab pertanyaan nya.


''Sayang...! ucap Jenlita.


''Sayang kamu kenapa sih kok ngeliatin aku segitu nya banget? Apa ada salah dari diriku ini? tanya Jenlita menatap mata Bryan yang tengah Berkaca-kaca menatap nya.


''Sayang Jawab! Kamu kenapa sih? tanya Jenlita.


''Apa kau juga akan menghianati ku seperti dia? ucap Bryan yang sukses membuat Jenlita terdiam iya benar-benar bingung dengan ucapan nya itu.


''Maksud kamu apa menghianati! Aku bahkan baru saja menjalin kasih dengan mu Bryan. "ucap Jenlita tak habis pikir dengan ucapan nya.


Bryan pun memalingkan wajahnya kearah lain dan menjauh dari tempat Jenlita yang tengah duduk ditepi ranjang. Tanpa diminta kini gugur sudah air mata Bryan membasahi pipi nya, Iya pun segera membersihkan air mata yang telah sukses membasahi pipinya.


Jenlita pun turun dari ranjang dan melangkah kan kaki nya menuju Bryan yang tengah berdiri menghadapi jendela kaca.


Dipeluk nya erat tubuh Bryan dari arah belakang, Jujur sebenarnya dirinya pun tak tau apa penyebab Bryan sedih dan mempertanyakan hal yang menurut nya aneh.


Mungkin kah sebelum bertemu dengan dirinya Bryan tengah mengalami sesuatu yang membuat sakit! Dari pertanyaannya Jenlita berfikir kekasihnya ini tengah mengalami perihal masalah hati yang begitu menyakitkan buat nya.


Tak ada respon dari Bryan membuat Jenlita pun mencoba membalikkan badan Bryan kearah dirinya, Sedikit sulit ya karna postur tubuh Bryan yang tinggi dan juga gagah membuat nya harus mengalah beralih berdiri tepat di depan Bryan.


Kini Jenlita pun berdiri di depan Bryan dan akan mulai berkata namun lebih dulu Bryan menyela nya.


''Bersiap lah aku akan antar kamu pulang sekarang juga. "ucap nya lalu melangkah kan kaki nya menuju arah keluar.


''Tap...! ucap nya terhenti karna melihat Bryan menjauhi nya.


Melihat itu Jenlita pun menghela nafsu dan menundukkan wajahnya, Disentuh nya dadanya kini! Hatinya tiba-tiba sakit mendapat prilaku demikian dari Bryan.


Tanpa pikir panjang Jenlita pun segera meraih tas kecilnya dan berjalan keluar dari ruangan, Saat dirinya keluar iya bahkan tak melihat keberadaan Bryan saat ini.


Jelita pun melangkah kan kakinya dengan layu iya tak menyangka kalau Bryan akan berubah secepat itu tanpa iya tau apa penyebab nya.


Dan tanpa iya tau kini Bryan tengah membayar semua administrasi ruang rawatnya Jenlita, Setelah selesai Bryan pun berniat kembali lagi menjemput Jenlita namun sa'at dirinya berbalik ternyata Jenlita sudah lebih dulu keluar menuju pintu utama RS.


Bryan pun segera menyusul nya dan melangkah mendekati Jenlita yang tengah melamun. Iya benar-benar tak menyadari kehadiran Bryan disamping nya


''Masuk lah. "ucap Bryan namun Jenlita pun hanya terdiam tanpa bergerak, Sementara


David juga Andre pun terdiam melihat Jenlita berdiam diri tanpa ingin masuk kedalam.


Tanpa ingin membuang waktu Bryan pun menggendong tubuh Jenlita dan memasukkan nya kedalam kursi mobil belakang bersama dirinya dan menutup kembali pintu mobilnya.


Melihat aksi Bryan Jenlita pun jadi kesel dibuat nya, Iya pun lantas mengerucutkan bibir nya itu.


Melihat itu Bryan pun hanya tersenyum sekilas dan berkata. " Jalan Dav. "ucapnya dan David pun menjalankan mobilnya dengan kecepetan setandar.



... Mobil milik Bryan...


Bryan pun menoleh kearah Jenlita yang kini tengah menatap kearah luar jendela mobil, Hanya kesunyian yang tercipta di antara mereka dipadu dengan indahnya suara mesen mobil yang selalu setia mengatar mereka kemana saja sampai di tujuan wkwkwkw.


David dan Andre pun bingung melihat lagat mereka berdua bagai kan batu dan semen sama-sama diam tanpa ada suara romantis yang terdengar ditelinga, Apa ada masalah? begitu lah mungkin pikir mereka.


Bryan pun sebenarnya ingin mengajak ngobrol Jenlita namun iya tahan, Disadarkan kepalanya mengarahkan ke atas sambil memejam kedua matanya.


Jenlita melirik kearah Bryan sementara orang yang tengah dilirik nya hanyut dalam pikiran.


''Kenapa kamu jadi begini apa salah ku hingga kau diam kan aku seperti ini? " ucap Jenlita sedih dalam hati.


Jujur kini hatinya benar-benar ingin menjerit karna baru saja iya merasakan indahnya cinta namun secepat itu berubah menjadi luka.


Jenlita pun beralih memandang kearah jendela mobil tangan nya setengah meremas baju di dadanya, Sakit itulah yang iya rasakan karna terabaikan oleh pria yang iya cinta.


Bening air mata pun gugur begitu saja di pipi mulus Jenlita namun dengan sigap iya menghapus air matanya itu.


Disaat Jenlita tengah meratapi nasib percintaan nya tiba-tiba mobil pun terhentak begitu keras menabrak lubang aspal yang lumayan besar saat David menghindari 1 mobil dari arah depan juga arah belakang yang menyelipnya dengan kecepatan penuh.

__ADS_1


Bruukk...!


(bunyi mobil bertabrakan)


''Awass Davidddd...! ucap Andre teriak saat mobil oleng tak terkendali mendekati mobil tersebut.


Cciiiiitttttttttt...!


''Aaaaaaa...! teriak Jenlita.


David pun menggerem mobil nya dan berhenti tepat di depan mobil yang telah bertabrakan.


Bryan pun terkejut saat mobil tehantak dan oleng, Mendengar teriakkan Jenlita iya pun segera meraih tubuh Jenlita kedalam pelukkan nya, Begitu terasa getaran ditubuh nya itu karna menahan rasa takut yang teramat dalam.


''Astaghafirullah ya Allah aku masih selamat gimana ini Dav. "tanya Andre ke David, sementara David luar biasa terkejut nya melihat nyata aksi tabrakan itu terjadi.


''Yan lu berdua baik-baik saja kan? " tanya Andre juga David bersaman menghadap kearah Bryan juga Jenlita.


''Heem gwe gak papa. "jawab Bryan lalu menatap kearah kekasih nya.


" Sayang kamu gak papa kan apa ada yang sakit ha? tanya Bryan khawatir dengan keadaan Jenlita.


''Hiks.. hiks.. aa..aaku ta..takutttt. "ucap Jenlita terbata-bata karna menangis.


''Sssttt it's okay sayang ada aku disini tenang lah. " ucap Bryan menenangkan Jenlita yang kini memeluk nya dengan erat.


''Bryan gimana ini? ucap David bingung.


''Telfon polisi juga ambulans buat atasi masalah ini. "ucap Bryan yang lantas di jawab anggukkan kepala David.


David pun menelfon polisi melaporkan kejadian tabrakan yang tak terelakkan itu.


Tak berapa lama terdengar suara mobil polisi juga ambulans datang kelokasi yang saat ini Bryan Jenlita juga teman-temannya berada.


Polisi pun segera menguras dan mempertanyakan apa sebab kejadian kecelakaan ini kepada Bryan juga teman-teman nya.


Rama pun mendekati mobil yang menurut tak asing buat nya, Semakin iya mendekat ternyata mobil itu milik calon abang iparnya tak ingin membuang waktu Rama segera turun dari mobilnya dan berjalan menuju arah mobil Bryan untuk memastikan apakah itu benar abang nya atau bukan.


Setelah sampai Rama pun terkejut melihat nya.


''Bang Bryan! ''ucap Rama terkejut saat mendekati mobil milik Bryan. Sementara Bryan menyambut dengan senyuman kearah Rama.


''Abang kenapa ada disini apa yang terjadi? Abang tidak apa-apakan? " tanya Rama cemas.


''Alhamdulillah abang tak apa-apa. "jawab Bryan dalam posisi memeluk Jenlita.


''Alhamdulillah syukur lah bang kalau begitu mah ulun lega. " ucap Rama tak menyadari kehadiran Jenlita dipelukanmu Bryan.


''Eem kalau begitu mohon maaf lah sebelumnya bisa kah pian menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi sehingga mengakibatkan tabrakan seperti ini? " tanya Rama kepada Bryan juga teman-temannya.


Bryan yang akan menjelaskan namun di halang oleh David.


''Biar gwe aja yang jelasin! Sebaiknya lu tenang kan dulu cewek lu itu gwe rasa dia setengah syok atas kejadian tadi. "ucap David menatap iba kearah Jenlita, Sedangkan Rama yang mendengar penuturan David pun sempat terkejut dan terdiam menatap kearah Bryan karna setau Rama kekasih Bryan itu Anita.


Bryan yang paham akan tatapan Rama pun angkat bicara.


''It's okay aku akan jelaskan ini ke kamu nanti. " ucap Bryan menatap Rama.


Rama pun menganggukkan kepalanya sebagai jawabannya. "inggih bang ae " jawab Rama sopan.


Dan kini David pun menjelaskan awal mulai kejadian kecelakaan tersebut dengan detail kepada Rama, Setelah semua selasai Rama juga anggota polisi lainnya permisi undur diri.


Satu anggota polisi mendekat kearah Rama. "Permisi pak Rama saya mau melapor bahwa semua jasad korban telah dipindahkan ke dalam mobil ambulans. ''ucap polisi tersebut.


''Bagus kalau begitu seger lakukan tugas selanjutnya untuk menghubungi pihak keluarga yang bersangkutan. " ucap Rama memberi arahan.


''Baik Pak kalau begitu saya permisi. "ucap polisi sopan.


Rama pun menganggukkan kepalanya sebagai jawabannya.


''Baik lah terimakasih atas semua penjelasan yang pian berikan ulun selaku dari kepolisian permisi undur diri untuk pemeriksaan lebih lanjut. "ucap Rama sopan.

__ADS_1


''Oohh inggih sama-sama silahkan. " jawab David tersenyum.


Setelah kepergian Rama juga anggota polisi lainnya kini David pun kembali menjalankan mobil nya dengan sangat hati-hati hingga sampai ke tujuan rumah Jenlita dengan selamat.


__ADS_2