
Tak terasa waktu siang pun tiba Brian, Andre juga David mereka kini keluar ruang untuk pergi ke kantin terdekat, Saat mereka akan keluar tiba-tiba terlihat dari arah pintu masuk kantor seorang gadis cantik manis berjalan dengan anggunnya menuju dimana saat ini Brian berdiri.
Wildan yang juga melihat kedatangan Anita pun hanya bisa menyimak dari tempat saat ini ia berdiri. Brian yang tau kini Wildan tengah menatap kekasihnya pun hanya tersenyum sinis, Terlintas satu rencana di otaknya tanpa membung waktu Brian pun menyambut kedatangan Anita, Sementara Anita dengan bahagia nya menerima sambutan manis dari sang kekasih.
''SAYANG...! ucap Brian tersenyum dan tak lupa ia pun merentang kan tangan nya kearah Anita. Melihat itu Anita pun segera berlari menuju kearah Brian dan memeluk nya erat-erat seakan-akan ia takut Brian akan pergi meninggalkan nya.
''SAYANG...! Aku kangen kamu. "ucapnya sambil memeluk tubuh Brian.
''Eemm, Aku juga merindukan. " ucap Brian sambil tersenyum mengejek kearah Wildan.
David juga Andre jujur mereka bingung setelah mati dengan reaksi Brian saat ini, Namun saat mereka melihat tatapan pandangan mata Brian yang mengarah ke Wildan akhirnya mereka paham akan situasi yang saat ini terjadi. Tak ingin mengganggu ekting drama yang Brian buat mereka berdua pun ijin lebih dulu pergi ke kantin.
''Okey bro kita ke kantin duluan kalau gitu gak papa kan kita tinggal. " ucap David.
''Heemm pergilah nanti gwe nyusul. "ucap Brian.
Melihat itu Wildan pun lantas pergi menjauh, Benci! itulah yang dirasakan Wildan saat ini. Semakin hari semakin menjadi-jadi rasa benci nya terhadap Brian, Niat jahat nya yang ingin merebut Anita dari pelukkan Brian semakin kuat. Dalam hatinya berkata. " Gwe akan rebut semua dari apa yang kau miliki termasuk kekasih! Untuk sekarang lu masih bisa memeluk nya tapi tidak untuk lain waktu gwe pastikan Anita akan jadi milik ku. "ucapnya tersenyum jahat.
Sementara di posisi dimana Brian dan Anita bersama setelah kepergian Wildan Brian pun lantas melepaskan pelukkan nya dari Anita, Jujur dirinya sebenarnya rasa jijik namun iya coba tahan karna suatu keterpaksaan.
''Sayang kamu kenapa? tanya Anita yang bingung karna secara tiba-tiba Brian melepas pelukkan nya.
''Gak papa hanya saja gak enak dilihat pegawai lain! Kamu ngapain datang kesini dan ada keperluan apa? tanya Brian merasa risih karna Anita mencoba memeluk nya.
''Aku kesini ingin minta penjelasan dari mu! Kenapa akhir-akhir ini kamu gak hubungi aku? Aku telfon juga gak pernah kamu angkat chat ku juga gak kamu balas kenapa? " tanya Anita.
''Sorry aku banyak kesibukan jadi gak ada waktu untuk itu. "jawab Brian sambil berlalu menuju kearah kantin.
''Brian iihh tunggu aku belum selesai ngomong. " ucap Anita mengejar Brian.
''Briannnnn...! "ucap Anita berhenti tepat dihadapkan Brian.
Pandangan Brian pun kini menuju kearah Anita, Mereka pun saling menatap satu sama lain ada rasa sakit yang menjalar dihatinya. Gadis yang tengah berdiri didepannya itu pun mencoba meraih wajah Brian namun dengan sigap Brian menepikan tangan itu dari wajahnya.
Anita, Sebelum tak pernah mendapatkan reaksi seperti itu jadi terheran-heran melihat kekasih nya saat ini. Brian yang sejak awal mencoba sabar pun menatap wajah Anita dengan penuh rasa luka mendalam dihati nya, Gadis yang selama ini iya cinta telah berani bermain api dengan nya. Sekian lama iya menjalani kan hubungan bersama nya namun berakhir dusta. Kepercayaan dan kesetiaan nya yang Brian berikan dibalas luka penghianatan. Tanpa iya sadari kini benih air mata telah mengumpul deras dipelupuk matanya.
''Bisa kah kau pergi dari sini sekarang juga? " ucap Brian memalingkan wajah kearah lain. Ia tak ingin Anita tau bahwa dirinya kini tengah meneteskan airmata kesedihan.
''MAKSUDNYA APA? tanya Anita bingung.
__ADS_1
''Pergi lah Anita! Dan jangan pernah mencoba kau menemuiku lagi, Jadikan ini pertemuan terakhir antara kau dan aku! Dan mulai sekarang kita PUTUS. " ucap Brian dan pergi berlalu meninggal Anita yang tengah menjadi patung.
Brian pun kembali keruangan kerjanya, Ia pun merapi kan semua pekerjaan nya setelah itu ia pun pergi menuju garasi mobilnya. Anita yang melihat Brian akan pergi pun ia segera berlari menuju kearah Brian berada.
''Briannnn tungguuu...! ucapnya sambil berlari. Sedang kan Brian terus berjalan dan membuka pintu mobilnya tanpa memperdulikan teriakkan dari Anita.
''Briannnnnnn...! Ucap Anita saat sampai ia pun lantas menabrak tubuh Brian dan menutup kembali pintu mobil yang sempat Brian buka.
''Kamu apa-apaan sih? Bisakah kau pergi dari hadapan ku? "ucap Brian kesal.
''ENGGAK! Sampai kapan pun aku gak akan pergi dari hadapan mu bahkan dari kehidupanmu sekali pun. " ucap Anita tak kalah kesalnya.
"Minggir...! ucap Brian.
''Enggak! " jawab Anita.
Brian pun menarik tubuh Anita dan mendorong nya kesamping, Namun belum sempat Anita terjatuh ada sebuah tangan yang sigap menangkap tubuh nya. Brian yang melihat siapa pemilik tangan tersebut pun menatap tajam kearah pria tersebut.
''Wah wah wahhh... Ternyata begini cara mu memperlakukan seorang wanita! Gaya lu sok berwibawa namun KASAR pada wanita. "ucapnya setengah mengejek.
''Haaa! Tapi gwe tak sepicik serendah lu yang berani hanya bermain dibelakang gwe! Lu bilang gwe KASAR it's okay, TAPI lu harus ingat satu hal ada yang lebih parah dari gwe, BIAR kasar begini tapi gwe masih punya harga diri, Gak seperti lu modal pungut bekas gwe modal rebut namun tak berharga MURAHAN... ! " ucap Brian berlalu namun saat akan berbalik tiba-tiba Wildan menyerang nya dan.
Satu pukulan mendarat tepat di wajah kanan Brian sehingga membuat nya terhuyung kesamping.
"Aaaaaa...! Brian pun menyentuh bibir nya yang terluka sedikit akibat bogaman mentah nya Wildan.
''BRENGSEK...! " ucap Brian lalu membalas balik Wildan.
...Buukk...!...
Bogaman mentah Brian pun kini mendarat tepat di wajah Wildan, Dan kini mereka pun saling bangku hantam satu sama lain tanpa ada yang ingin mengalah mereka pun terus berkelahi hingga bapak petugas keamanan
Security melerai perkelahian tersebut.
...Baakk...!...
... Buukk...!...
... Baakk...! ...
__ADS_1
''Aaaa... Stopppp! ucap Anita berteriak sekencang-kencangnya.
''ASTAGHFIRULLAH Berhenti...! ucap pak security menengahi namun tanpa Wildan sadari saat Brian menghindari pukulannya iya pun lepas kendali lalu menonjok wajah security tersebut.
...Baakk...!...
"Aaaaaa...! ucap pak security yang terkena pukulan dari Wildan.
David juga Andre pun tak kalah kaget nya melihat sahabat nya Brian tengah berkelahi, David pun segera memisahkan perkelahian tersebut dengan cara menahan tubuh Brian untuk berundur kebelakang begitu juga dengan Andre iya pun menahan tubuh Wildan dan mendorong kebelakang agar berhenti dalam aksi perkelahian yang tak terelakkan itu.
''Brian tenang kan diri mu bro, Sadar lah! lihat noh muka lu babak belur macam adonan kue donat yang siap digoreng aja. " ucap David tanpa dosa menyentuh luka lembat diwajah Brian.
''Ssstttt...! Sialan lu apa-apaan sih? Mau gwe hajar juga lu! "ucap Brian kesel.
''Eeetttt...Slow bro! No no no sayang muka tampan gwe kalau harus bonyok macam muka lu. " ucap David langsung menghindar takut kena tampolan dari Brian.
Pak IRFAN adalah bos pemilik kantor tersebut, Ia mendapat kabar dari pegawai yang lain bahwa di kantor tengah terjadi keributan perkelahian, Pak Irfan yang mendapat laporan tersebut lantas pergi kekantor untuk melihat secara langsung apa yang telah terjadi. Saat sampai di lokasi pak Irfan pun mencoba mendekati Brian juga Wildan dan berucap. "Kalian berdua ikut keruang saya sekarang juga! " ucap pak Irfan tegas dan berlalu pergi menuju ruangan nya serta diiringi Brian juga yang lain nya.
Saat Brian mengiringi langkah bosnya Anita kini iya pun mencoba mendekati Brian, Namun dengan sigap Brian pun lantas pergi menjauhinya.
''SAYANG kamu gak papa? Ya allah sayang wajahmu sini aku obati ya? ucap Anita.
''STOP...! Jangan pernah coba-coba kau mendekati ku lagi, Kau ingat baik-baik perkataan ku ini. "ucap Brian pergi berlalu meninggalkan Anita seorang diri, Banyak sorotan pandangan mata dari pegawai lain yang menatap nya penuh dengan rasa jijik.
''Dasar perempuan gak tau malu! percuma cantik tapi hatinya jelek. " ucap pegawai lain.
''Iya wanita penghianat kasih bang Brian punya cewek model dia tampangnya aja cantik hatinya busuk. " jawab satu pegawai lainnya.
Anita yang mendengar ocehan para pegawai itu pun terselit esmosi.
''Oyyy kalian dijaga yang kalau punya mulut jangan asal bacot...! "ucap Anita tak terima dirinya dikatain penghianat.
''Kalian tau apa haa tentang hubungan ku dengan Brian?! Urusin diri lu sendiri jangan suka ngurusin urusan orang lain dasar bego lu pada. " ucap nya dan pergi berlalu.
''Diihhh dasar cewek Songong lu. " balas pegawai satunya kesel.
Sementara didalam ruang kini hanya Brian juga Wildan yang tengah berdiri bersebelahan dengan wajah tertunda saat di interogasi oleh pak Irfan.
''Sekarang bisa kah kalian menjelaskan apa yang telah terjadi sehingga kalian berkelahi tanpa mengenal waktu dan tempat? Jawab Brian Abraham. " ucap pak Irfan melempar pertanyaan terlebih dahulu ke Brian.
__ADS_1
''Maafkan saya,