
" sekarang bella sedang menyiapkan makan malam untuk menyambut kedatangan ayah nya, gadis itu sangat telaten dalam hal itu sekarang nampak ayah dan sofia sudah berada di meja makan, akhirnya bella membawakan makanan nya, gadis itu sesekali melirik jam yang ada di dinding ruang makan itu, "
masih jam 7 :20 artinya aku masih punya waktu 40 menit lagi untuk menemui monster menyebalkan itu,
" kenapa kamu melamun nak,?
t...... tidak ada apa" ayah bella hanya senang karena ayah ada di sini malam ini "
" bella pun duduk dan menaruh makanan dalam piring sang ayah sambil berkata,
ayah tidur di sini saja malam ini ya,? "
" saat keduanya lagi asik mengobrol tiba" sang tuan datang, dan langsung duduk di samping bella tanpa satu kata pun keluar dari mulut pria dingin itu, sampai akhirnya bella memberanikan diri untuk bertanya,
apa boleh ayah ku nginap di sini malam ini,? "
" terserah kamu saja, jawab singkat sang tuan tapi membuat gadis itu sangat senang, berarti sang tuan menyetujui nya, Terima kasih tuan ucap bella kemudian, "
" em...
" hanya itu jawaban simo kemudian, tapi itu tak membuat bella kesal karena gadis itu sudah terlalu senang, jadi tak masalah tuan nya itu bersikap angkuh seperti itu, "
" dan sekarang semua sedang menikmati makanan nya masing" , tiba" sofia berkata adik ku mau kan habis makan kita duduk santai di taman belakang,?
pertanyaan kakak nya itu sontak membuat bella tersedak bagaimana tidak tiba" gadis itu baru menyadari tugas nya malam ini untuk menemui tuan simo, akhir nya bella melirik jam di dinding itu dengan buru" , ya ampun 15 menit lagi gumam gadis itu pelan, tapi massimo masih bisa mendengar nya, pria itu tersenyum di ujung bibir nya hampir tak terlihat, bella menolak ajakan sang kakak dengan alasan kalau diri nya sangat mengantuk dan ingin segera tidur, maaf ya kak lain kali saja, "
" ya boleh juga jawab sofia kemudian, padahal bella tak tega menolak ajakan sang kakak, tapi dia juga tidak mau mengambil resiko untuk diri nya nanti, kalau begitu saya pamit duluan ya, selamat malam ayah, kakak ucap bella dengan lembut, ya sayang tidur yang nyenyak ya, kata sang ayah kemudian, "
" sekarang gadis itu langsung bergegas ke kamar sang tuan meski sang tuan masih duduk di meja makan gadis itu tak mau nanti pria itu memiliki alasan untuk menambahkan hukuman untuk diri nya, "
" sedangkan simo masih menikmati makan malam dengan santai nya, pria itu tak memperdulikan anak dan ayah yang ada di depan diri nya, hendric atau pun sofia tak berani bertanya satu kata pun pada tuan kejam itu, mereka memilih diam saja, sampai mereka selesai menghabiskan makan malam nya, kami permisi tuan ucap hendric kemudian , "
" ya.......
ucap simo ,...
" dan mereka pun pergi dari hadapan massimo yang nampak masih menyantap makanan nya , pria itu sengaja ingin membuat gadis itu menunggu diri nya dengan was" , "
" bella sekarang sedang duduk di atas tempat tidur dengan perasaan tak tenang, apa yang akan pria itu lakukan tiba" bella bertanya pada diri nya sendiri "
ceklek.....
" tak lama kemudian pintu kamar itu di buka dengan pelan dan sekarang nampak lah simo dengan gaya angkuh nya memasuki kamar tanpa mengatakan apa" membuat bella makin deg dekan, jantung nya seperti sedang maraton, melihat raut wajah sang tuan yang tak bersahabat, gadis itu heran kenapa pria di hadapan nya itu tak pernah tersenyum apa lagi tertawa sungguh itu hal yang mustahil pikir nya, "
" simo menghampiri gadis itu dan duduk di samping nya, "
" bersihkan diri mu dan kamu ganti baju mu dengan ini simo melempar sesuatu ke pangkuan gadis itu , "
__ADS_1
a..... apa maksud anda tuan, ?
" saya paling benci mengulangi perkataan saya ucap simo dengan sedikit meninggikan suara nya, membuat bella langsung bergegas ke kamar mandi, gadis itu membukakan pintu kamar mandi itu dengan buru" , "
huh.......
" untung saja , dasar pria menyebalkan sampai kapan aku harus bersama manusia batu seperti dia, sungguh ini sangat menyiksa diri ku, "
" dua puluh menit kemudian bella keluar dari kamar mandi dengan dress yang di berikan oleh simo,
" apa kamu ingin menggoda ku hah,?
ucap simo membuat bella terkejut,
t.... tapi ini yang tuan berikan,
bella langsung terdiam saat simo mengangkat tangan nya memberi isyarat untuk gadis itu diam, "
" seketika gadis itu terdiam mematung , tiba" simo menghampiri bella dan berkata tepat di daun telinga gadis itu, kamu telat dua puluh menit berarti hukuman mu akan saya tambah, tapi saya sudah tepat waktu tadi tuan, bukti nya sekarang kamu baru berada di hadapan saya, tapi itu kan karena tuan menyuruh saya untuk membersihkan diri saya jadi salah saya dimana tuan,?
" jadi kamu menyalahkan saya begitu,
salah lagi, ucap bella membuat simo terkekeh tapi tak bisa di lihat oleh gadis itu, tiba" simo mengangkat tubuh mungil bella ke atas ranjang king size nya, dan langsung menindih tubuh mungil gadis itu, bella hanya memejamkan mata indah nya dengan sangat erat, buka mata mu saya tidak suka hanya saya yang menikmati permainan ini, bella langsung membuka mata nya dengan lebar simo langsung mengecup pipi gadis itu bergantian kanan dan kiri, "
" apa kamu menikmati nya honey, ucap simo membuat bella tersadar dari lamunan nya,
bella hanya terdiam gadis itu tak menjawab pertanyaan pria kejam itu, bella sudah pasrah dengan semua ini, gadis itu sudah lelah jika harus melawan pria kejam ini, tanpa gadis itu sadari butiran bening sudah keluar dari pelupuk mata indah nya, dan simo yang melihat itu menjadi marah, "
deg......
" bagai di sambar petir atas apa yang baru saja di katakan oleh pria itu, "
" saya tau tuan kalau saya ini hanya budak, dan mungkin sekarang saya sudah menjadi pemuas nafsu tuan saja, tapi saya harap jika tuan sudah tak menginginkan saya lagi, saya mohon lepaskan saja saya tuan, "
" tiba" simo menjadi marah saat mendengar ucapan gadis itu, simo langsung mencengkram dagu gadis itu dengan kuat"
" membuat bella meringis kesakitan, kamu pikir saya akan melepaskan mu begitu saja, kamu itu selama nya akan berada di sini untuk melayani semua yang saya ingin kan, kamu sudah menjadi milik ku ,dan tak akan ada siapa pun yang bisa mengambil mu kembali dari diri ku, "
" akhirnya simo melepaskan cengkraman nya dari dagu gadis itu, sekarang massimo ingin mencium gadis itu membuat gadis itu menampar massimo, tamparan itu terasa sangat pelan di wajah pria itu, cuma itu yang bisa kamu lakukan, sekarang giliran saya untuk menyentuh wajah mulus ini, tapi saya tak percaya jika wajah semulus ini bisa menahan amarah dari saya,"
" gadis itu memejamkan mata indah nya dengan erat, tiba" gadis itu merasakan sentuhan yang hangat di wajah cantik nya"
" lain kali jangan harap saya akan berbaik hati seperti ini, ucap simo kemudian, "
" hati nya benar" hancur di perlakukan seperti ini oleh pria di depan nya itu, "
" tapi gadis itu langsung menepis tangan nakal pria itu dari wajah nya, "
__ADS_1
" gadis itu benar" membuat kesalahan bagaimana tidak sekarang simo nampak sangat marah wajah nya sudah memerah karena ulah gadis itu, "
" nampak simo sudah tak bisa mengendalikan diri nya membuat simo ingin memasuki gadis itu dengan paksaan, bella nampak memberontak atas kelakuan pria kejam itu tapi gadis itu tak punya kekuatan sekuat itu untuk melawan, gadis itu hanya menjerit dengan kuat,"
" HENTIKAN........apa yang akan kamu lakukan, kamu benar" pria yang tak punya perasaan sama sekali kamu seperti monster, "
" simo tak memperdulikan perkataan gadis itu simo dengan brutal nya ingin merobek dress yang di kenakan oleh gadis itu, "
dengan sisa tenaga yang dimiliki, gadis itu nampak memukul dada bidang pria kejam itu,"
" membuat simo memegang pergelangan tangan gadis itu dengan sangat kuat, simo mengigit pelan leher gadis itu dan meninggalkan tanda kepemilikan di sana,"
" sekarang nampak bella sudah tak berdaya di bawah kungkungan pria kekar itu pikiran nya terbayang saat diri nya di kurung bersama pria yang tak dia kenal dan pria itu hampir melecehkan dirinya, membuat bella histeris dan akhirnya gadis itu pingsan,"
" melihat gadis kesayangan nya itu tak sadarkan diri membuat seorang massimo panik, dan langsung menelpon sang asisten pribadi nya itu , "
" suruh dokter risa ke sini ucap simo kemudian..... "
" baiklah tuan....
" sekarang simo nampak menyelimuti tubuh gadis itu dengan hati" , aku sudah terlalu kejam terhadap gadis kecil ku ini,
saat simo lagi asik menatap wajah cantik gadis kesayangan nya itu tiba" pintu kamar di ketuk, dan nampak lah sang asisten dan seorang dokter muda, periksa gadis ini ucap simo kemudian, "
" biar saya periksa dulu tuan, ucap dokter muda itu, "
" mata dokter risa di buat melotot dengan sempurna, bagaimana tidak di leher dan juga dada gadis itu di penuhi dengan tanda kepemilikan dan sebagian nampak sudah membiru, "
" seperti nya nona trauma tuan mungkin nona pernah mengalami hal seperti ini sebelum nya, apa tadi tuan memaksa nya untuk melakukan hubungan intim dengan nya, ?
deg.....
" seperti di sambar petir hati simo benar" sakit saat mendengar ucapan sang dokter "
maaf kan aku gadis kecil ku sudah membuat mu seperti ini,
" ucap simo dalam hati, "
" saya memanggil anda kesini hanya untuk memeriksa keadaan gadis ini, jangan urusi masalah pribadi saya anda mengerti, "
" s..... saya mengerti tuan, tapi nona sangat syok dan trauma dalam hal ini tuan, "
" bukan urusan anda, silahkan keluar kalau sudah selesai, "
" kalau begitu saya permisi tuan ini resep obat yang harus anda beli "
" antarkan dia ucap simo kepada joe, "
__ADS_1
" simo menatap wajah gadis itu dengan penuh penyesalan, maaf kan aku ucap nya lagi akhirnya simo pun tidur di samping gadis itu dan memeluknya dengan posesif, "
BERSAMBUNG 🥰