
" sang asisten masuk menemui tuan massimo, dengan membawa berkas tentang pria yang bertemu dengan bella di mall,
🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀
William anderson pemilik perusahaan anderson berusia 33 tahun, dan seorang mafia yang di takuti di kota ini, pria itu baru saja pulang dari Amsterdam, entah apa yang membuat dia kembali, padahal pria itu sudah memiliki perusahaan besar di sana,
jadi pria ini ingin main" dengan ku, !!
massimo menatap poto yang di berikan oleh asisten joe,
kalau begitu saya permisi tuan,
simo hanya mengangkat tangan nya sebagai isyarat,
akhirnya sang asisten pun keluar dari ruangan itu,
di mansion...........
nampak bella sudah cantik dengan baju santai nya gadis itu ingin menikmati udara segar di taman,
gadis itu nampak sangat ceria tak seperti biasa nya,
semenjak gadis itu pulang dari mall nampak senyum terukir indah di wajah nya,
kok nona bella nampak sangat senang ya hari ini ucap seorang pelayan yang melihat bella begitu bersemangat hari ini.
entah lah.....
ucap yang lain nya,
sekarang bella hanya duduk dan menikmati udara yang sejuk mengenai kulit tubuh nya yang lembut,
gadis itu seakan tak bosan" berada di sana,
beberapa saat kemudian...........
nampak mobil mewah massimo memasuki mansion, sang asisten membukakan pintu untuk sang tuan, joe bisa melihat raut wajah sang tuan sedang tak baik" saja, seperti nya
sang tuan sedang menahan amarah nya, simo langsung berjalan dengan langkah yang lebar menuju ke kamar nya,
joe hanya menatap punggung lebar sang tuan yang menghilang di balik pintu besar itu,
semoga semua baik" saja ucap joe dengan sangat pelan,
sampai di kamar nya simo mengamuk pria itu meninju cermin yang tak bersalah itu hingga pecah berhamburan, nampak darah segar mengalir di celah" jari kekar nya,
tapi pria itu tak memperdulikan rasa sakit nya itu, simo lebih sakit hati saat bayangan bella dan pria itu yang sedang tersenyum dengan bahagia nya,
sungguh pria dingin itu tak pernah merasakan perasaan seperti ini,
" di taman.......
bella merasa kedinginan berada di luar akhirnya gadis itu ingin ke kamar nya, tapi saat gadis itu melewati kamar sang tuan bella tak sengaja mendengar suara sang tuan yang berteriak, simo lupa menutup pintu kamar nya sehingga suara nya bisa terdengar oleh gadis itu,
" itu kan suara tuan kejam itu, kenapa lagi dia, apa dia itu kesurupan ucap gadis itu,
karena bella penasaran akhirnya gadis itu mendekati pintu kamar itu, tak ada niat gadis itu untuk masuk kesana tapi melihat tangan sang tuan yang sudah berdarah dan simo yang meninju tembok kamar itu, membuat hati gadis itu tak tega, dan akhirnya ingin menghentikan sang tuan agar tak menyakiti diri nya lagi,
akhirnya gadis itu memasuki kamar yang sudah berantakan itu dengan perlahan ,
gadis itu melangkah dengan sangat pelan sebenarnya gadis itu takut harus berhadapan dengan tuan kejam itu di saat keadaan nya seperti sekarang ini, sangat menyeramkan,
pikir nya,
t........tuan
j........ jangan sakiti diri tuan lagi ucap gadis itu terbata"
saat mendengar suara bella simo langsung menatap gadis itu ,
bella begitu takut melihat sorot mata massimo yang begitu merah dan urat" di leher nya nampak sudah mengeras,
__ADS_1
a...... apa yang terjadi kepada tuan, ?
k...... kenapa tuan jadi seperti ini,
a....... apa tuan baik" saja, ?
tanpa menjawab pertanyaan gadis itu simo menghampiri bella dan langsung menarik tangan gadis itu sehingga tak ada jarak antara mereka berdua,
bella bisa merasakan nafas massimo yang memburu,
membuat bulu kuduk gadis itu berdiri, sekarang simo menghirup aroma tubuh gadis itu,
" ini sangat menggoda, aku tak bisa mengendalikan diri ku,
" simo langsung memburu leher putih gadis itu, membuat bella berteriak, tapi seketika simo menutup mulut gadis itu dengan tangan besar nya,
lalu simo berbisik di daun telinga gadis itu,
nikmatilah honey ini tidak akan sakit jika kamu diam saja,
bella hanya menganggukkan kepala nya saja gadis itu benar" sangat ketakutan melihat simo bersikap seperti itu,
ini bukan tuan massimo yang biasa nya, bella tak pernah melihat simo seperti seorang monster yang sangat menakutkan,
akhirnya tak ada perlawanan dari gadis itu bella benar" sangat ketakutan, simo langsung menggigit pelan leher gadis itu, bukan sekali tapi entah berapa kali pria itu menggigit nya,
tak cukup di situ saja pria itu juga menggigit bagian gunung kembar gadis itu, membuat bella menggigit jarinya untuk tidak bersuara,
sekarang simo sudah benar" tak terkendali pria itu dengan ganas nya merobek atasan bella dan melempar nya sembarang arah,
sekarang gadis itu sudah tak bisa menahan nya lagi, akhirnya gadis itu berteriak,
CUKUP.........HENTIKAN......
bella menampar wajah simo dengan tangan mungil nya, simo menatap bella dengan sorot mata yang menahan amarah
cukup tuan....
saya tak tahan lagi selalu di perlakukan seenak nya oleh anda, sebenarnya apa yang tuan ingin kan, ?
saya hanya ingin kebebasan saya tidak mau selalu di perlakukan seperti wanita murahan,
simo benar" marah mendengar ucapan dari gadis itu,
plak.......
membuat simo menampar pipi bella ,
nampak darah segar mengalir dari sudut bibir gadis itu,
bella meringis kesakitan, dan tanpa seizin nya air mata itu sudah tumpah di pipi gadis itu,
membuat simo tersadar dari perbuatan nya pria itu nampak sangat menyesal telah melukai gadis kesayangan nya itu,
sekarang nampak wajah cantik gadis itu sudah memerah akibat tamparan dari massimo,
gadis itu hanya menangis mendapat kan perlakuan kasar dari sang tuan yang kejam itu,
" simo mengambil pecahan kaca di lantai dan langsung melukai tangan nya karena sudah menyakiti gadis kecil nya,
bella terkejut melihat apa yang di lakukan oleh massimo, membuat gadis itu pingsan karena banyak darah segar yang mengalir di tangan pria itu,
simo dengan sigap langsung menangkap tubuh gadis itu dan membawa nya ke ranjang,
simo membelai pipi gadis itu dengan lembut,
maaf...... ucap simo
akhirnya simo menyelimuti tubuh gadis itu,
joe suruh dokter risa kesini,
tut......
__ADS_1
simo langsung mematikan panggilan nya,
tanpa mendengar jawaban dari sang asisten,
beberapa saat kemudian.......
joe dan dokter muda itu masuk ke dalam kamar yang begitu berantakan,
tapi mereka tak berani bertanya melihat sorot mata sang tuan,
periksa gadis itu, ucap simo kemudian memecah keheningan,
akhirnya dokter risa memeriksa keadaan bella,
nona baik" saja tuan, hanya saja nona lelah dan belum makan, ucap dokter muda itu,
membuat simo merasa lega,
tiba" dokter risa melihat pipi gadis itu yang sudah memerah, tapi dokter muda itu tak berani bertanya apa" ,
tuan....
tangan tuan terluka biar dokter risa mengobati nya tuan, ucap joe kemudian
em.........
simo memberikan tangan nya untuk di obati,
dokter risa tak habis pikir apa yang sebenarnya pria itu lakukan hingga tangan nya terluka parah seperti ini, dan melihat kamar yang sangat berantakan,
sudah lah itu bukan urusan saya, pikir dokter muda itu,
beberapa saat kemudian........
apa sudah selesai, ?
ucap simo kemudian......
sudah tuan,
kalau begitu keluar lah, ucap simo dengan gaya angkuh nya,
baik tuan, saya permisi dulu,
em....... balas simo,
suruh pelayan bereskan semua ini, !!!
ucap simo kepada sang asisten pribadi nya,
baik tuan,
🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀
akhirnya gadis itu membuka mata indah nya dengan perlahan, mata nya melihat ke seluruh sudut kamar itu,
bersih seperti tak terjadi apa" gadis itu membukakan selimut dan mendapati diri nya sudah berpakaian lengkap, siapa yang melakukan nya, apa pria kejam itu yang sudah menganti baju ku, pikir gadis itu,
" tiba" bik inez masuk dan membawakan makanan untuk gadis itu,
bibi, !!
ya non,
siapa yang sudah menganti baju ku bik, ?
saya non ucap bik inez,
dimana pria kejam itu bik, ?
saya tak mau menemui nya saya takut bik, tuan simo terlalu menyeramkan ,
saya sangat membencinya sampai kapan pun, !! ucap gadis itu kemudian.........
__ADS_1
BERSAMBUNG 🥰