
" sekarang nampak bella keluar dari kamar massimo, gadis itu tak mau orang lain melihat nya dari kamar tuan kejam itu, gadis itu tak ingin penghuni mansion itu menganggap nya seperti wanita penghibur karena selalu dekat dengan sang tuan tanpa ada ikatan apa" di antara mereka berdua, "
" akhirnya gadis itu menuju kamar nya saat sampai di dalam bella menatap wajah nya di cermin, benar" pria kejam tak punya hati,
umpat..... gadis itu karena melihat wajah nya yang sudah memerah , "
" di ruangan massimo........
" bawa wanita ular itu kemari, !!
seperti nya gadis kecil ku sangat merindukan nya ucap simo kepada joe tanpa melihat lawan bicara nya itu , "
" baik tuan, saya akan membawa wanita itu kesini, "
🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀
" sekarang nampak matahari sudah menghilang di ufuk barat, tapi gadis itu masih saja betah di kamar nya, bella benar" tak mau bertemu dengan tuan kejam itu, ?
" di ruang kerja simo masih saja memikirkan keadaan gadis kecil nya itu, "
" pria itu sangat merasa bersalah ingin rasa nya pria itu menemui gadis kesayangan nya tapi pria itu takut gadis itu makin marah pada nya, apa yang harus aku lakukan, ?
simo memikirkan cara agar bisa dekat dengan bella, simo akhirnya memutuskan untuk menemui bella di kamar nya pria itu tak bisa jika harus seperti ini,
" pria itu bangkit dari duduk nya dan menuju ke kamar gadis itu, saat sampai di depan pintu kamar bella, "
tok....... tok....... tok.......
" tak lama kemudian.......
ceklek.......
" bella membukakan pintu kamar itu, gadis itu melotot sempurna melihat siapa yang ada di depan nya sekarang, bella ingin menutup pintu itu kembali tapi simo menahan nya, bella berusaha tapi gadis itu terlalu lemah untuk melawan pria seperti massimo akhirnya gadis itu menyerah dan membiarkan pria itu masuk, "
" apa yang tuan ingin kan, ?
" apa tuan mau menyakiti saya lagi, apa belum cukup tuan membuat saya menderita, walaupun saya hanya budak di disini tapi saya juga punya perasaan, nampak gadis itu begitu kesal kepada simo, "
" simo menghampiri gadis itu dan berkata,
jadi kamu sudah berani melawan saya baik lah saya tidak bisa pastikan jika ayah mu akan bisa tenang mulai besok, "
ancam massimo.....
" membuat gadis itu ciut....
jangan pernah menyakiti ayah saya cukup saya saja yang menderita, ucap gadis itu dengan nada yang sudah melemah,
" jika kamu patuh dan tak banyak tingkah saya tidak akan menganggu keluarga mu, tapi jika kamu membuat saya marah saya tak bisa menjamin itu, "
__ADS_1
" perkataan simo membuat bella tersadar akan posisi nya di rumah itu, "
" dua puluh menit lagi kamu sudah ada di kamar saya, " ucap pria dingin itu sambil berlalu keluar ,
deg.........
" jantung bella seakan mau copot, bagaimana tidak baru tadi gadis itu selamat dari amukan pria kejam itu dan sekarang dia harus ke sana lagi ini sungguh menakutkan, "
" tapi gadis itu tak punya pilihan lain, dia tak mau membuat pria itu marah, akhirnya bella siap" dan langsung menuju ke kamar pria kejam itu, "
🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀
" sekarang gadis itu sudah berada di depan pintu kamar massimo, gadis itu ragu ingin membuka nya, sampai tiba" pintu itu di buka dari dalam.
kenapa berdiri saja di sana cepat masuk lah,
" akhirnya gadis itu pun masuk ke kamar simo dengan perasaan tak tenang, "
" pria itu menunggu gadis itu di ranjang king size nya, bella perlahan mendekati ranjang itu karena melihat tuan simo menepuk kasur di samping nya menyuruh gadis itu untuk duduk, "
" bella duduk di sana, simo tidur di pangkuan bella, biarkan seperti ini sebentar saja ucap pria itu, simo mengambil tangan gadis itu dan menaruh di kepala nya, sambil berkata lakukan seperti ini simo menyuruh bella membelai rambut nya, "
" simo bersikap seperti anak kecil yang mau di sayang oleh ibu nya, "
" tak lama kemudian gadis itu merasakan nafas pria itu sudah teratur menandakan jika pria itu sudah tertidur , "
" gadis itu juga tak bisa menahan kantuk nya lagi, akhirnya gadis itu tidur sambil bersandar di kepala ranjang itu, "
" di sebuah mansion.......
aku akan mendapat kan gadis itu bagaimanapun caranya, dia harus jadi milikku pria itu tak pantas mendapat kan nya,
" pria itu benar" sangat menginginkan bella menjadi miliknya, "
🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀
" matahari sudah bersinar membuat simo terbangun dari tidur nya, pria itu melihat gadis kesayangan nya sedang tertidur dengan pulas nya sambil bersandar di kepala ranjang
massimo bangun dan menatap wajah gadis itu di sana ada bekas tangan kasar nya yang sudah menyakiti gadis itu, nampak bekas itu sudah membiru, "
pasti ini sangat sakit simo membelai pipi gadis itu dengan pelan, membuat tidur nyenyak gadis itu terganggu, simo langsung pura" tidur,
" bella mengangkat kepala simo pelan" dari pangkuan nya, gadis itu ingin bangun tapi dengan nakal nya simo memeluk gadis itu dari belakang, membuat bella tak bisa bergerak, "
apa apaan ini apa pria ini pura" tidur, menyebalkan sekali, ucap gadis itu,
" simo tak membiarkan gadis itu pergi begitu saja, "
" akhirnya bella pasrah saja dengan apa yang di lakukan pria itu, "
__ADS_1
" nampak senyum licik terukir di wajah massimo tapi tak bisa di lihat oleh gadis itu tentunya, "
kenapa aku juga merasa sangat nyaman berada di pelukan pria kejam ini
" bella mengakuinya tapi gadis itu tak mau pria itu tau bisa" pria itu besar kepala nantinya, "
" di ruang tamu........
" ma......
sofia kangen sama mama, apa mama baik" saja, ?
apa mereka menyakiti mama,?
" tidak sayang, mama baik" saja hanya saja mama tak di biarkan menghirup udara segar, mama si kurung di sebuah tempat entah di mana itu mama gak tau, "
" ya sudah ma, yang penting sekarang mama sudah ada di sini sekarang, "
" ya sayang untung tuan simo itu memberi kita kesempatan untuk hidup, dengan begitu kita bisa membalas nya dan juga gadis sialan itu, "
" benar banget ma, sofia sangat membenci gadis bodoh itu, apa lagi dia bersikap seperti nyonya di rumah ini, "
" baik lah sayang kita pasti bisa membalas mereka, tapi ingat kita harus lebih hati" lagi karena tuan massimo itu bukan orang sembarangan, "
" di mana gadis itu, ?
pasti di kamar tuan simo, gadis itu kan wanita pemanas ranjang nya, ucap sofia
" dasar gadis murahan, ucap Ibu tiri itu, "
" sekarang bella benar" tak tahan ingin ke kamar mandi gadis itu berusaha melepaskan lilitan tangan kekar pria itu di perut nya, "
" merasa gadis itu benar" berusaha membuat simo melepaskan pelukan nya, "
akhirnya aku bisa lepas juga dari pria ini ucap bella, membuat simo tersenyum tanpa gadis itu tau
" bella menuju kamar mandi dengan buru" simo menatap punggung gadis itu yang menghilang di balik pintu , "
" simo bangkit dari tempat tidur langsung pergi begitu saja pria dingin itu menuju mobil mewah nya dan langsung pergi tanpa asisten nya, "
" pria itu mengendarai mobil mewah nya dengan kecepatan tinggi menuju ke suatu tempat, "
" nampak pria itu berhenti di sebuah club yang sangat besar, simo memasuki tempat tersebut dan berbicara dengan seseorang di sana, siap kan semua nya dengan baik nanti malam, ucap pria itu, "
" dan akhirnya simo duduk di sofa panjang itu sambil meminum wine nya, "
" pengurus tempat tersebut merasa sangat heran akan sikap tuan massimo, tak biasa nya pria dingin dan kejam itu datang kesini hanya untuk mengatakan hal itu, sungguh aneh pikir pria yang mengurus tempat itu, dan tak biasa nya wajah tuan nya sebahagia itu, biasa nya tak pernah ada senyum di wajah tampannya itu, "
BERSAMBUNG 🥰
__ADS_1