
shadow duduk dengan menopang badannya dengan kdua kakinya kebelakang , tangannya merapat dan dan kepalanya merapat pada tangan yang menempel itu. matanya memejam dan diikuti suara angin siang hutan yang menenangkan . 'ketenangan setelah aku berada di dunia aneh itu . membuatku sadar akan satu hal . apapun yang aku lakukan setelah aku keluar dari sini , entah itu bersifat merusak atau menghancurkan . aku akan menhancurkan takdir yang mengekangku , aku akan bebas seperti disana . kebebasan tapa harus memperdulikan takdirku ' dengan teangnya yang membuat si elf juga merasa tenang dibuatnya .
nafas mananya menyebar keseluruh penjara. dan itu menenangkan sekali.
"hey Dov"kata dwarf dengan mata yang tertutup kain " .
"apa dev " jawab seorang dwarf yang tengan melihat batu yang ia temukan.
"apa kau tahu pria disamping kita , aku ingin melihat rupanya , dia orang yang menarik" katanya yang duduk dikasur jerami. lalu seorang yang tengah menulis didinding penjara . yakni dwarf bernama dav melirik ke arahnya. " apa kau melihat mana seperti apa sekarang dov dengan mata kirimu yang tertutup itu?" katanya bertanya.
dia mengangguk . "mana yang kulihat yang masuk ke sel disebelah kita , tampak tenang dan menenangkan apa kalian merasa begitu saudaraku" menutup mata melihat mana yang berjalan lambat di hadapannya dan membuatnya tenang..
serentak ia berkata. "hmmm yah aku biasanya selalu ingin marah namun entah kenapa . aku merasa sangat tenang". "yaaaa".
disaat itulah , ada sekitar 10 orang prajurit dengan perlengkapan masuk ke dalam . suara hentakan mereka sangat familiar . gesekan sepatu armor dan armor yang menempel dikaki sangat diingat jelas oleh mereka yang dikurung di dalam gua penjara.
mereka berjalan berirama , melewati beberapa sel untuk kemudian mereka berhenti di ujung sel . seorang komandan masuk dan perajurit lain meminggirkan diri mereka ke setiap sisi untuk membiarkannya berjalan . "bagus" kata komandan dengan mulut yang di lindungi masker baja dengan motif gigi tajam . mau elf atau dark elf tinggi mereka memang tak ngotak .
tap
tap
tap
tap
__ADS_1
berhenti di pintu sel shadow.
dia mengetuk pintu besi sel dengan jarinya "bolehkah aku masuk" katanya sopan sekali.
dalam sel yang tepat di sisi yang tak terkena sinar matahari. "masuklah" shadow membuka matanya dan berdiri .
kunci dibuka
kieeeek
dia berjalan dengan santai kedalam. dan melihat sel yang terkotor itu sangat bersih setelah dilihat."baiklah tuan bolehkah saya mengobrol dengan anda" katanya ke kegelapan yang terlihat tubuh shadow yang terlihat sangat kecil.
lalu shadow berdiri. di pandangan komandan itu dia seperti bertambah besar dan tinggi , dan dalam beberapa saat kaki shadow perlahan keluar dari kegelapan dan tubuhnya mulai terlihat oleh cahaya matahari yang bersinar terang membuat komandan menelan ludahnya setelah melihat jika orang yang pendek itu sudah sebesar beruang dengan proporsi otot yang sangat ideal . tidak besar dan tidak kecil .
shadow yang kepalanya akan mencapai atap melihat ke arah komandan itu. tatapan dingin .
"ehem, maaf atas kedatanganku yang menganggu , yang mulia ingin beretemu dengan anda ..." ia yang tinggi harus menenggakkan kepelanya untuk dapat berbicara dengan shadow.
para kesatria kerajaan diluar sel mulai menyiagakan posisi bertarung mereka.
shadow dengan tenang " baiklah" dia menyodorkan kedua tangannya karena shadow sudah melihat mereka membawa ratai penahan yang telah dipersiapkan.
"bawa masuk itu" kata komandan memerintahkan bawahannya .
rantai yang sudah sedikit berkarat itu mulai dipasang ke tangan nya . tangan kestria bergetar saat memasang rantainya , karena diintimidasi oleh tubuh besar pria itu.
__ADS_1
"b baiklah maukah anda keluar" tanya komandan yang mulai berkeringat karena gugup .
shadow sangat tenang , dia akhirnya dibawa keluar selnya , rantai yang dipasang diikat oleh rantai lain yang dipegang oleh kedua orang kesatria , berjaga jaga agar dia tak berusaha kabur.
saat keluar mahluk mahluk dipenjara mulai melihat orang mengerikan malam tadi itu. tubuhnya sangat besar ingga mereka tak dapat melihat kepalanya, ketiga dwar yang kecil dapat melihat jelas kepala tahanan disampingnya itu. rambutnya yang menutupi matanya , tapi mereka dapat melihat jelas mata shadow yang tak berkedip sedikitpun saat melewati mereka.
kakinya yang tak beralaskan apapun menghentakan getaran yang cukup untuk membuat suasana sepi disana menjadi horor.
axel yang mendengarr hentakan itu , mulai menundukkan kepalanya dengan menahan tubuhnya dengan kaki kanan sementara kaki kirinya ke belakang . percis seperti salam kepada raja. hentakannya mendekati sel elf itu , axel tentu dibuat takut dengan apa yang akan terjadi terlebih aura yang ia rasakan semakin menekan nya. shadow melewati selnya dan tepat melewati sel elf itu ,matanya yang tengap menghadap ke depan mulai menoleh ke arahnya , axel juga merasakan demikian .
lalu saat tepat melewati tempat axel menunduk . ia mendengar suara dikepalanya. 'bangunlah , dan tunjukan padaku keberanianmu ' ucap suara yang didengarkannya dikepala. 'telepati' kaget nya . untuk kemudian ia berdiri untuk mengikuti perintahnya . dia berdiri tegap tanpa takut .
lalu setelah shadow melewatinya dia mendengar telepati itu lagi. "bagus , terima hadiah kecil ini" sebuah mana murni tanpa dilihat siapapun mendekati axel yang tengah tegap dan disaat para kesatria sudah pergi dari depan selnya mana murni itu seperti menatapnya .
axel yang penasaran ,menyentuhnya dengan telunjuknya . matanya yang tertutup rambut emasnya dan sekujur tubuhnya yang dipenuhi luka cambukan axel menyentuhnya dan seketika mana itu menyelimuti tubuhnya dan dengan secara ajaib mana itu berhasil menyembuhkan semua lukanya tanpa membutuhkan waktu sedetik pun dan matanya yang terbakar juga disembuhkan oleh mana misterius itu.
'astaga apa yang terjadi lukaku , mata kananku aku dapat melihat rambutku yang menutupi mata kananku yang terbakar itu semuanya sembuh oh dewi apakah ini yang disebut takdir , seseorang manusia tak beridentitas memberikan ku kesempatan sekali lagi'
tak berhenti sampai disitu sebuah panah terbang tepat di wajahnya , panah seperti ingin disentuh.
'sentuh aku' suara busur itu yang seperti anak kecil
'siapa itu?' tanya axel
'aku busur ini , ayo sentuh aku' kata nya
__ADS_1
axel memegang busur itu untuk kemudian panah itu berubah menjadi menyusut dan kemudian menjadi kalung busur yang kecil. 'pakailah aku di bahumu , dan aku akan menjadi senjatamu' katanya .
setelah memakainya axel mulai menyadari jika orang yang dia beri sumpahnya adalah seorang yang sangat hebat dan luar biasa. dan kekuasaan di kepalanya