Gelap

Gelap
Pertemuan


__ADS_3

Hari sudah pagi. Aku bangun dan beranjak dari tempat ku tidur.


Seperti biasa aku berjalan menuju kamar mandi umum milik tetanggaku.


Sama seperti kemarin , hari ini pun aku tidak punya uang untuk membayar lagi.


Aku sangat takut ketahuan pemilik kamar mandi ini , jadi aku berjalan dengan sedikit berjinjit agar tidak menimbulkan suara.


Lalu dengan secepat kilat aku masuk kedalam kamar mandi dan menguncinya dari dalam.


" Haaahh , syukurlah aku berhasil masuk " Aku menghela nafas sambil menepuk-nepuk dadaku.


" Aku harus cepat-cepat mandi dan pergi " kataku lagi.


Lalu secepat kilat aku membuka bajuku dan mengguyur tubuhku.


3 menit kemudian aku sudah selesai , aku menguping di balik pintu , mencoba mendengarkan apakah ada orang di luar sana.


Tak terdengar apa-apa , terasa hening.


Lalu aku membuka pintu perlahan , dan melangkahkan kaki dengan berjinjit lagi.


Tiba..tiba..


" Hei Citra kamu kenapa , jalan kaya gitu " Suara teguran itu hampir saja membuat jantungku copot.


" Ah mbak intan , tidak apa-apa , aku cuma takut kakiku kotor " aku lega karena itu hanya mbak intan , tetangga sebelah yang juga sering mandi di kamar mandi umum.

__ADS_1


" Oh yaudah kalau gitu kamu hati-hati , jangan sampai jatuh ya cit " kata mbak intan lagi.


" hehe iya mbak intan "


Lalu terdengar suara pintu tertutup , mbak intan pasti sudah masuk kedalam untuk mandi.


Aku pun berjalan pulang dengan biasa ,


" Benar juga kata mbak intan , nanti kalau aku jatuh kan bahaya " gumamku.


______________________________________________


Aku menuju rumah Bang Muis , seperti biasa untuk mengambil jatah koran jualanku hari ini.


Ketika hampir sampai di rumah Bang Muis tiba-tiba kurasakan ada seseorang menghampiri ku.


Aku sedikit takut , karena trauma kalau itu orang yang akan berniat jahat kepadaku.


Suaranya terdengar sangat halus di telingaku. Dari suaranya dia sepertinya masih muda sekitar umur 20 tahunan ke atas.


" laki-laki ini sangat sopan , tidak mungkin dia berniat jahat " kataku dalam hati.


" Mbak maaf apa anda bisa mendengar yang saya katakan " kata pria itu lagi karena melihatku tidak merespon.


" Ah iya mas ada apa ya " tanyaku.


" Begini , saya sedang mencari rumah Bang Muis yang bos koran itu , saya dengar rumahnya di sekitar sini " kata pria itu menjelaskan.

__ADS_1


" Apa mbak tau rumahnya Bang Muis ?" sambung pria itu lagi.


" Iya saya tau mas , kebetulan saya juga mau kesana , mari saya antar " kataku sambil tersenyum.


" Oh kebetulan sekali , baiklah kalau begitu "


Aku pun berjalan di depan sebagai penunjuk arah. Sebenarnya rumah Bang Muis sudah dekat sekali , hanya tinggal berjalan sedikit saja.


Lalu tak terasa kaki ku tersandung sebuah batu saat aku berjalan. Aku pun terhuyung dan terjatuh kebelakang.


Aku tersentak kaget , dan sudah merasa sangat takut.


Tiba-tiba terasa ada sebuah tangan hangat yang menopang punggungku.


" mbak tidak apa-apa ?"


Suara itu menyadarkanku , pria tadi dengan sigap menangkap tubuhku sehingga aku tidak terjatuh ke tanah.


" Terimakasih sudah menyelamatkan ku , maaf aku tidak berhati-hati " kataku berterimakasih.


" Mbak sini biar saya gandeng saja , maaf bukan bermaksud lancang , tapi biar mbak lebih aman dan tidak jatuh lagi " kata pria itu sopan , sambil memegang tanganku erat-erat.


Terasa hangat , dan sangat nyaman di genggam seperti ini.


Ku ingat-ingat lagi , tidak pernah ada yang bersikap begitu lembut seperti ini kepadaku.


Lalu aku pun tersenyum , dan melanjutkan langkahku menuju rumah Bang Muis.

__ADS_1


Sekarang kami berjalan beriringan. Aku merasa ingin sekali mengenalnya. Siapakah pria asing di sampingku ini.


Tangannya dan tutur katanya lembut sekali.


__ADS_2