Gelap

Gelap
pekerjaanku


__ADS_3

Aku berjalan menyusuri jalan , menuju ke tempat bang Muis untuk mengambil koran.


Bang Muis adalah bos koran di daerah sini.


Banyak sekali anak buahnya yang mengambil koran dan di jajakan di beberapa tempat.


Setelah sampai , aku segera menemui Bang Muis untuk menanyakan jatah koran harianku.


Biasanya aku mendapat 2000 rupiah per koran yang dapat aku jual.


Aku sehari dapat menjual hampir 20 lebih koran , karena banyak yang iba melihat keadaanku dan juga banyak dari mereka yang merelakan uang kembaliannya untukku.


Namun aku juga tidak tau pasti berapa uang yang aku terima tepatnya.


Karena aku tidak bisa melihat , jadi setiap selesai berjualan aku langsung menyerahkan semua penghasilanku kepada Bang Muis begitu saja.


Aku percaya padanya , karena menurutku dia orang yang baik dan jujur.


" Mana Bang jatah jualanku hari ini ?" tanyaku pada Bang Muis.


" Ini neng , sudah abang tata rapi tinggal bawa" jawab Bang Muis.


" Ini berapa lembar Bang ?" tanyaku lagi.


" Seperti biasa neng , 25 lembar " ujar Bang Muis sambil menata koran untuk pedagang lain.

__ADS_1


" Yasudah Bang aku pergi dulu ya , doakan jualanku hari ini laris manis " kataku sambil tersenyum.


" Siap neng , hati-hati ya jalannya tidak usah terburu-buru " ujar Bang Muis perhatian.


\-\-\-\-\-\-\-\-\-\-\-\-\-\-\-\-\-\-\-\-\-\-\-\-\-\-\-\-\-


Aku berjalan menyusuri trotoar.


Aku sudah hafal jalan yang biasa aku lalui sehari-hari.


Jadi aku tidak takut kesasar ataupun terjatuh.


karena aku sudah hafal betul dimana letak kursi di sepanjang jalan ini.


Aku sampai di perempatan besar , tempat biasa aku menjajakan koranku.


Aku duduk saja di tepi lampu merah.


Hingga ada seseorang datang menghampiriku.


" Silahkan korannya tuan nyonya " kataku.


" Saya ambil satu ya dek " kata orang itu , yang ternyata seorang perempuan.


" Ah iya nyonya silahkan ini korannya " kataku sambil menyodorkan koran.

__ADS_1


" Berapa dek ?"


" 9 ribu saja nyonya"


" ini uangnya , kembaliannya ambil saja " nyonya itu mengulurkan uang dan berlalu pergi.


" terimakasih nyonya"


Aku meraba uang itu , dan aku dapat merasakan bahwa itu adalah satu lembar uang 10 ribuan.


Aku bersyukur atas rejeki ku pertama di hari ini.


" Semoga koranku cepat habis " gumamku dalam hati.


Hingga beberapa orang menghampiri ku secara bergantian untuk membeli koran.


Tak terasa jam sudah menunjukan pukul 3 sore.


Waktunya aku pulang dan menyetor hasil jualanku kepada Bang Muis.


Aku raba koran di tanganku , masih ada beberapa lembar


" Ah tidak apa-apa pulang saja deh , lagian aku sudah sangat capek ".


Akupun berlalu pergi menuju Bang Muis untuk mengantarkan uang hasil jualan.

__ADS_1


__ADS_2