Gelap

Gelap
Harapan


__ADS_3

Aku sudah sampai dirumahku.


" Aku mau tidur , kepalaku sakit sekali karena terlalu banyak menangis " kataku sambil merebahkan badanku.


Aku letakkan tongkat ku di samping tempat ku berbaring.


Aku mulai memejamkan mata , tiba-tiba...


kruyukkk..kruyuuuukkk..


" Duh perutku lapar sekali , aku lupa belum makan dari pagi " aku pegangi perutku kuat-kuat.


Terasa perih dan sedikit nyeri. Aku sangat lapar sekali. Tapi aku tidak punya uang sama sekali.


Karena uang hasil jualanku di rampok , jadi hari ini aku tidak dapat uang jatah dari Bang Muis.


" huftt , Bang Muis mau memaafkanku saja sudah syukur-syukur , gimana mau minta uang buat makan ".


Aku berdiri , aku berjalan meraba-raba menuju ke pojok ruangan. Disana ada wadah air dari tanah liat , tempat biasanya aku minum.


Aku meminum air sebanyak mungkin , berharap rasa laparku sedikit terobati.


Aku tidak mungkin pergi ke warung untuk mengutang makanan , karena pemilik warung tidak akan pernah memberikan nya.


Mereka semua terlalu benci padaku , karena aku tidak punya apa-apa , mereka takut aku tidak akan mampu membayar hutangku.


Tokkk..tokkk..tokkk..


Suara seseorang mengetuk pintu.

__ADS_1


" Siapa ya yang bertamu " kataku sedikit heran. Karena aku sama sekali hampir tidak pernah memiliki tamu.


" Citra kamu didalam , buka pintunya cit "


Suara yang aku kenal , seperti suara Bang Muis.


Aku membuka pintu , kurasakan orang itu berdiri tepat di hadapanku.


" Bang Muis ada apa " tanyaku.


" Cit ini abang bawakan nasi goreng , kamu pasti belum makan kan ?" Bang Muis menyerahkan bungkusan hangat ke tanganku.


Hmmm , aromanya sangat lezat , terasa cacing dalam perutku semakin menjadi-jadi.


" Bang Muis kenapa repot seperti ini , aku jadi tidak enak , gimana kalau mbak lia tau dan marah-marah lagi " kataku sedikit takut.


Dia jadi tempramen setelah di vonis dokter tidak bisa memiliki keturunan. Padahal kami sangat mengharapkan hadirnya buah hati dalam rumah tangga kami. Dia dulu gadis yang sangat baik , manis , dan periang , entah kenapa dia jadi seperti ini "


Suara Bang Muis sedikit bergetar , aku tau dia pasti sedang menahan air mata.


" Aku tidak apa-apa bang , aku yang salah karena tidak berhati-hati. Soal mbak Lia , aku sudah memaafkannya. Aku berdoa semoga ada keajaiban dari Tuhan , agar Bang Muis dan Mbak Lia bisa segera memiliki keturunan " aku mencoba menghiburnya dengan bibir tersenyum lebar.


" Kamu memang anak yang baik Cit , yasudah Abang pulang dulu ya , kamu makan nasi gorengnya sebelum dingin " Bang Muis melangkah keluar rumah.


" Iya Bang , hati-hati dijalan " aku melambaikan tangan.


Saat kurasa Bang Muis sudah jauh , aku melangkahkan kaki masuk kedalam rumah.


Aku buka bungkusan nasi gorengnya , rasanya aku sudah tidak sabar untuk menyantapnya habis.

__ADS_1


Aku makan dengan lahap , terasa cacing-cacing dalam perutku bersorak gembira.


" Nasi goreng ini terasa nikmat sekali " Aku melanjutkan makanku , dalam sekejap saja sudah tak tersisa satu butir nasi pun.


Aku berdiri mengambil air minum , aku teguk hingga habis satu gelas penuh.


" Ahh aku kenyang sekali , sekarang waktunya aku beristirahat " aku menepuk-nepuk perutku yang terasa penuh sesak.


Aku duduk di atas tikar , menunggu makananku melorot , untuk dapat berbaring dan beristirahat.


Suasananya terasa sepi sekali , ini sudah jam berapa aku tak tahu.


Aku terhanyut dalam lamunanku.


" Bang Muis orang yang sangat baik , dia di uji oleh Tuhan tidak bisa mempunyai keturunan. Ternyata semua orang yang ada di dunia ini di uji dengan porsi yang berbeda-beda. Bukan hanya aku yang selalu saja menderita di dunia ini , masih banyak juga yang mengalami hal sama... hmmm , aku harap semoga Bang Muis dapat segera memiliki keturunan " Ujarku dalam hati.


setelah beberapa saat aku pun merebahkan tubuhku.


Dengan kondisi tubuhku yang sangat letih , dan perut yang kenyang , tak sulit bagiku untuk dapat tidur dengan nyenyak.


Baru sebentar saja aku sudah terlelap.


" Aku harap mimpiku indah kali ini Tuhan "


Ah , terlalu banyak harapan.


" Tidak apa-apa kan Tuhan ?"


Aku pun sudah pergi ke alam mimpi.

__ADS_1


__ADS_2