Gelap

Gelap
Riko


__ADS_3

" Ini sudah sampai rumah Bang Muis " kataku sambil segera melepaskan genggaman tangannya. Aku merasa tidak enak kalau harus di genggam terus seperti itu.


" Bagaimana kau tahu ini rumahnya ?" katanya heran.


" Ah itu , aku setiap hari kemari , jadi aku sudah hafal kalau ujung jalan aspal yang ku injak ini di depan rumah Bang Muis " jelasku.


" Oh , ternyata kamu pengingat yang baik ya , jadi dimana Bang Muis , bisakah kau panggil dia untukku ?" pinta pria itu.


" Mungkin dia ada di dalam sedang menata koran , sebentar ya " Aku pun berlalu menuju pintu rumah Bang Muis , ketika aku sudah merasa memegang pintunya , aku sedikit berteriak memanggilnya.


" Permisi Bang Muis , ini ada tamu nih ".


Lalu terdengar suara orang setengah berlari , sepertinya Bang Muis yg tergopoh-gopoh keluar rumah.


" Siapa cit ?" tanya nya.


" Tuh " kataku sambil menunjuk kebelakang sembarangan.


Bang Muis melihat kebelakang ku.


" Oh anda mas yang kemarin ya ? , sini sini silahkan masuk mas , maaf rumahnya jelek begini " kata Bang Muis sambil tertawa.

__ADS_1


" Ah iya tidak apa-apa Bang " Pria tadi pun masuk kedalam rumah.


Lalu mereka berbincang-bincang seputar koran. Ternyata pria tadi adalah staff sebuah perusahaan.


Dia di utus direktur nya untuk mencari agen koran langganan bagi seluruh karyawan perusahaan nya.


Dari percakapan nya dengan Bang Muis aku dapat mendengar bahwa namanya adalah Riko.


Rumahnya hanya beberapa gang dari sini. Dan perusahaan tempatnya berkerja pun tidak begitu jauh.


" Bang , koranku dimana ?" Kataku menyela pembicaraan mereka.


" Ah iya aku sampai lupa , ini cit koranmu , biasa 25 lembar " Bang Muis menyerahkan setumpuk koran di tanganku.


" Aku berjualan koran ". Jawabku pelan.


" Benarkah , dimana ?" Tanyanya seakan tak percaya.


" Di perempatan jalan besar disana itu " Aku tersenyum , seakan paham kenapa dia tak percaya.


" Oh.. iya namaku Riko , terimakasih sudah membantuku " katanya lagi.

__ADS_1


" Bukan apa-apa , yasudah aku pergi dulu ya , Bang Muis aku berangkat yaa " aku membalik badan dan melambaikan tangan.


Tiba-tiba ada sebuah tangan kuat yang menarik lenganku , akupun berbalik badan lagi seketika.


" Namamu siapa ?" Riko tadi ternyata yang menarikku. Kenapa dia menarik lenganku begitu kuat , segitu ingin tahukah dia siapa namaku ?? kataku dalam hati.


" Eh namaku Citra , aku kira ada apa kamu sampai menarikku seperti itu " jawabku.


" Citra ya , maaf cit aku tidak bermaksud membuat mu terkejut. Apakah kamu mau aku antar ke perempatan ?" Kata Riko halus.


" Tidak usah , aku tidak mau merepotkan mu " Sergahku.


" Tidak apa , aku tidak merasa di repotkan "


" Tapi bagaimana urusanmu dengan Bang Muis " tanyaku.


" Sudah selesai kok , iya kan Bang ?" Kata Riko meyakinkan.


" Iya nak Riko , selanjutnya kita diskusi saja lewat sms jika ada yg ingin di tanyakan hehe " Bang Muis tertawa.


" Baiklah kalau begitu , tapi tolong jangan gandeng aku lagi ya , aku merasa tidak suka " Ucapku cepat.

__ADS_1


" Baiklah , ayo jalan , kamu di depan ya , aku tidak tahu dimana tempatnya " katanya.


__ADS_2