Gelap

Gelap
kehancuran yang diinginkan


__ADS_3

para tahanan yang mendengar dan panik mulai melakukan segala cara untuk keluar , keciali axel yyang dengan tenang bermeditasi di iringi sinar siang yang masih cerah dan segar . matanya tertutup dan mulutnya menutup dia bernapas seiiringan dengan angin yang masuk ke dalam sana . saat itulah dwar dengan satu mata merasakan ada energi yang tenang di dekat mereka lebih tepatnya di sisi mereka." hey dov aku merasakan energi yang sangat tenang disebrang tembok ini" . katanya pada kedua saudranya yang berusaha membuka pintu besi didepannya.


"sialan dev sekarang kita sedang sibuk" kata mereka.


      "tidak ini sangat luar biasa tenang , ini adalah sebuah mana yang paling tenang yang pernah kulihat oleh mataku lalu saat ia tengah melihat dengan seksama ketembok itu dia. "arghhh mataku mataku sakit sekali aghhh" ia berteriak kesakitan disaat orang orang panik.  kedua saudaranya yang sangat peduli dengan satu lainnya mulai mendekatinya dan tambah panik saat melihat adiknya itu kesakitan hingga berguling gguling ditanah.


   "apa yang terjadi dev sial . dov lakukan sesuatu " kata dav berusaha menenangkan saudaranya yang paling muda itu. " sial apa yang harus kulakukan, biasanya mata itu tak pernah begini apa yang terjadi" kebingungan mereka , disaat dev dan yang lainnya sibuk dengan kebingungan mereka. "aghhh mataku seperti ditusuk pisau kecil berkali kali" teriak dev yang mengerang kesakitan .


lalu saat dov bingung , sebuang kelereng hitam menggelinding dibawah kaki kerdilnya. ia tak menghiraukan saudara yang lain mengambil bola hitam itu.


   dan setelah ia melihat lihat bola itu suara telepati muncul di kepalanya . "tenggakkan itu ke  tenggorokan adikmu " kata suara itu yang memasuki kepalanya. ia hanya dapat terkejut sementara dav berteriak menyadarkannya yang tengah fokus mendengar suara itu. lalu dia bertanya pada suara dikepalanya .


 diikuti getaran hebat disana . 'a siapa kau, apakah ini akan bekerja' tanyanya pada suara dikepalanya .


"terserah padamu , maka saudaramu akan menjadi hal yang tak kau inginkan " jawab suara di dalam kepalanya itu.


untuk itu.....


  "hey dov sialan apa yang kau lamunkan disaat adik kita kesakita " kesal dav yang masih berusaha menenangkan dev yang mulai mengeluarkan darah di mata yang ia tutupi. "sial darah , dov apa yang harus kita lakukan ini darah" paniknya .


    dov dengan segera melompat untuk membuat dev memakan pil hitam bulat itu, ia tak menghiraukan dav yang ia tabrak dan pentalkan "ayo kunyah atau kau akan mati" kata dov yang menyuruh adiknya itu. lalu dav yang melihat mulut dev dibekap berpikiran jika dov berusaha membunuhnya. "apa yang kau lakukan  jangan!" berusaha menariknya . "sialan dia juga adikmu apa kau tak memiliki belas kasihan dov" katanya panik dan berusaha menariknya dari genggaman nya yang kuat.


    .......


   dov melepas bekapannya , ia tak memperdulikan dav yang panik karena dev tak sadarkan diri .


"apa yang kau" melihat tubuh adik terkecilnya tergeletak tak berdaya ditanah. "sialan apa yang kau inginkan sebenarnya  apa kau gila " berusaha menyerang dov "kau kakak payah sialan" namun dov erhasil menghindarinya.


lalu saat mereka tengah bertengkar dev berdiri seakan tak merasakan apapun , "hai kalian" katanya tenang melihat kedua saudaranya bertengkar.

__ADS_1


    mereka berhenti...


    "dev kau hidup"


    " kau masih hidup adik" mereka terkejut dan menghawatirkan kondisi adiknya itu.


"aku segar bugar kak" mereka memeluknya bersamaan .


  walaupun disana seperti tak kondusip dan tak terkendali namun ketiga saudara ini masih saling memperdulikan satu sama lain.


     dev yang heran lalu menanyakan pada dov. "oh ya kak apa yang kau berikan padaku tadi" katanya heran.


"ya kau seperti orang gila" sambung dav .


    "ah sebenarnya aku mendapatkan bola hitam sebesar kelereng yang menggelinding dari luar penjara ." katanya "juga ada suara yang menyuruhku untuk meminumkannya padamu "lanjutnya menunjuk dev.  "apa mungkin itu spirit" kata dav .


"tunggu saudara lihat tangannya seperti memberikan pesan" kata dov menenangkan adiknya. dev yang memiliki kecerdasan tinggi mulai berjalan mendekati bayangan itu. "dia mengisyaratkan untuk keluar " kata nya .


"keluar ? apa kau tak lihat pintunya terkunci dan bahkan sihir tak berefek pada besi ini , semua ruangan penjara dilapisi sihir pelindung yang cukup kuat mana mungkin kita bisa keluar" ujar dav.


namun kemudian , bayangan itu berjalan , menembus pintu besi dan seketika pintu terbuka


"aksudku adal-"


    kiekkkkkk pintu terbuka .


dev keluar lebih dahulu , ternyata suaranya bukan hanya dari sel mereka . namun semua sel di datangi bayangan yang sama . dan membukakan pintu untuk mereka. "semua terbuka, sepertinya saat aku mengatakan keluar , seperti sebuah kata kunci yang dipasang pada si bayangan" bisiknya pada dov. dov juga berpikiran demikian . semua tahanan keluar , ada yang langsung lari dan menyelamatkan dirinya namun ada beberapa mahluk yang diam di hadapan bayangan yang menuntun mereka . ada sekitar 6 orang yang diam dan melihat bayangan itu . dan sisanya keluar dari penjara dan bergegas berlari keluar . "hahahahahah aku bebas sialan ayo keluar dasar orang bodoh"


   "sialan bayangan itu pasti menginginkan kita keluar "

__ADS_1


ujar orang orang yang mulai keluar dari dalam penjara menuju cahaya pintu yang terbuka lebar.


"ayo kalian kita ik-" saat dav akan berjalan dov mengentikannya dengan tangannya. "diam ditempatmu" kata dov pada adknya itu. "tapi kak"


   "aku bilang diam dan lihat" ancam dov yang berusaha menghentikan langkahnya.


"lihat elf di depan " kata dov pada dav


"ada apa dia cantik kau menyukainya" ujar dav


  "tidak bodoh , lihat dengan seksama tubuhnya , apa kau pikun kita sudah ada disini puluhan tahun dan seharusnya tahanan di sisi kita juga kotor kurus kering seperti kita namun dia , dia seperti baru sampai kesini" ujar dov.


   setelah sekitar 10 menit , bayangan itu mulai berjalan, untuk itu keenam orang yang tersisa berjalan mengikuti mereka di hati mereka mulai berfikir yang aneh, mereka berfikir jika orang yang mengendalikan bayangan ini adalah sebuah kelompok , karena banyaknya bayangan yang ada, dan mengira mereka akan dijadikan persembahan untuk dewa yang dark elf sembah .


    namun saat sampai keluar dari penjara bayangan menghilang , mereka yang ada diatas bukit dapat melihat dengan jelas mahluk besar yang mengobrak abrik semua yang ada . telinga masing masing dari mereka mulai dapat mendnegar jeritan dan teriakan orang orang yang ada di kerajaan ."as ta ga demi raja dwart mahluk apa itu"


"apakah dewa sudah murka dan memulainya dari dark elf " semua orang hanya melihat mahluk besar itu namun axel berjalan dengan kakinya menuju ke hutan , ia mengikuti kata hatinya, dan apayang dikatakan busurnya yang terus mengikuti itu.


     "hey dav ayo" dev dan dov menariknya untuk mengikutri wanita itu, diikuti ketiga yang lainnya .


"wanita elf lagi ? ada apa kak mengapa" saat itulah mereka melihat portal di depan mereka dimana wanita itu masuk ke dalam portal itu.


    awalnya semua orang tak berani untuk masuk . tapi kemudian . "MASUK" ujar suara diportal yang sepertinya mereka pernah mendengar suara itu .


untuk itu kelima dari mereka masuk ke dalam portal dan disaat yang bersamaan setelah semua orang masuk penjara itu meledak , ledakannya seperti telah diatur , ledakan yang hanya menyisir sekeliling dari penjara.


   portal membawa mereka ke istana dark elf . dimana disana mereka melihat tahanan besar itu duduk bagaikan raja dengan kepala sang putri yang sudah terpotong ia elis elus bagaikan kucing. axel berjalan meninjak genangan darah di dekatnya dan. "saya axel memberi hormat pada tuan shadow" ia menundukan kepalanya di atas genangan darah .


    dia menangis , air matanya menetes di genangan darah itu.

__ADS_1


__ADS_2