
...Ku rasakan hangat indah nya sang mentari...
...membangun kan ku dari tidur yang lelap ini...
...Sinar mu yang terang mulai memasuki mata...
...dan mengusir ku dari alam mimpi...
...Dan kini ku bergegas tuk segera siapkan diri ku...
...tuk mulai menjalani hari ini...
...Tak sabar ku temui seluruh sahabat yang tersenyum...
...menyambut datang nya pagi ini...
...Dan ku katakan.....
...Selamat pagi!!...
...Embun membasahi dunia dan mulai mengawali hari ini...
...Dan ku katakan:...
...Selamat pagi!!...
...Kicau burung bernyanyi dan kini ku siap tuk jalani hari ini....
...Kini bergegas lah sipakan dirimu untuk memulai menjalani hari ini...
di apartemen Atika mereka semua sedang ber diskusi, bagaimana enak nya untuk hubungan Atika dan juga kenan.
__ADS_1
Raisa dan Robi tidak setuju jika perceraian itu di tunda 1 tahun lagi, karena itu akan sangat merepot kan bagi mereka berdua, lebih baik Atika langsung pada inti nya, membalas dengan setimpal tetapi berkas perceraian juga harus di jalankan.
Karena bagaimana pun proses pencapaian tidak juga mudah butuh proses dan juga butuh waktu.
Tidak bisa seharus nya selesai tanggal ini, hari itu hari ini harus selesai tidak bisa, semua nya harus mengikuti aturan yang berlaku.
Iya kalau protes nya cepat kalau lama apa masih mau di tunda lagi.
" Tidak perlu nunggu 1 tahun Atika, kamu masih mau berurusan dengan kenan lebih baik nggak usah, aku saranin kamu mengurus perceraian itu secepatnya sekalipun itu di lakukan secara sembunyi-sembunyi " jelas Robi
" Apakah tidak terlalu cepat rob " tanya Atika
" Aku hanya memberi mu jalan tapi jika kamu masih ingin berlama-lama dengan suami mu itu ya gak masalah itu hak mu kita sebagai teman hanya memberikan solusi agar kamu tidak akan menyesali kemudian hari, kamu tidak akan bahagia hidup di rumah itu, sekalipun kamu merasa hidup mu bebas tapi tidak dengan tekanan nya, ada rasa takut, ada rasa khawatir, ada rasa benci, semua nya akan menjadi suatu saat kamu pulang ke rumah itu tapi jika kamu masih mau bertahan kita akan mendukung mu, bahkan sampai sekarang kamu masih ragu untuk melihat hasil lab mu, apa kamu takut mereka akan setega itu sama kamu, Apakah kamu takut dengan kemungkinan-kemungkinan yang ada " lanjut Robbi
" Jika kamu takut aku yang akan membuka nya Atika, hasil lab itu sudah lebih 3 bulan mau sampai tulisan nya menjadi buram baru kamu berani untuk melihat nya, kamu melakukan tes 3 lab dan salah satu nya di lap ku " jelas Robi panjang lebar
" Apakah kamu masih menyayangi mereka setelah apa yang mereka lakukan ? "
" Sebenar nya apa kau tunggu "
" Aku nyaranin kamu membuka hasil lab itu sekarang agar kita tahu apakah ada racun atau tidak di dalam tubuh mu, jika pun ada kamu bisa melakukan pengobatan terlebih dahulu agar racun itu tidak mengerang organ organ vital mu, jika sudah terlambat maka kamu yang akan menyesal, kamu yang akan rugi dengan garis besar kamu memberikan mereka kemenangan atas apa yang mereka lakukan dan kamu yang akan menanggung semua nya kamu yang akan kalah kamu yang akan pergi dan kamu membebaskan mereka untuk hidup bahagia mau seperti itu " tanya Robbi datar
" Jika kamu tidak ingin bertindak ya udah terserah kamu itu hidup mu kitae tidak bisa membantu, mau kalau atau menang itu urusan mu, kita sudah capek memberi mu saran ini saran itu tapi ujung ujung nya masih tetap sama kembali lagi ke Kenan kembali lagi dengan rencana awal seperti sekarang ini sudah pernah terjadi, mau sampai kapan akan di ulangi terus, jaga kamu tidak bisa untuk maju, tidak bisa mengambil keputusan untuk hidup mu sendiri, setidak nya jangan mundur ke belakang aku capek denger nya, ngeluh ini ngeluh itu kamu gak capek hidup seperti ini terus aku yang lihat kamu aja capek tik awal nya aku pikir kamu perempuan yang kuat hebat tapi beda belakang ini aku merasa kamu tetap menjadi perempuan yang bodoh sekalipun kamu membalas mereka tapi sedari dulu kamu tetap ada do tempat yang sama tidak ada perubahan sedikit pun kamu sadar dengan itu " lanjut Robi marah
" Aku ngomong seperti ini bukan karena aku benci sama kamu, melain kan karena aku sayang sama kamu, peduli sama kamu, kan aku tahu kamu sangat tersakiti, tapi menurut ku itu juga kemauan mu apalagi yang kamu tunggu, Jika kamu takut kenapa kamu berani mengambil resiko ini "
" Sekarang aku tanya sama kamu, mau buka lab ini atau tidak "
" Aku~
Belum juga Atika selesai bicara sudah di potong oleh Robi
__ADS_1
" Aku hanya butuh jawaban iya atau tidak " jawab Robi tegas.
Mendengar itu Atika tau ia tidak bisa mundur sekarang karena Robi terlihat sangat serius
Atika hanya menggangguk
Melihat jawaban dari Atika Robi langsung merobek kertas, pertama dari rumah sakit yang kedua pun juga sama dari rumah sakit, dan dua dua nya sama-sama nol tidak ada racun di dalam tubuh, tapi tidak dengan yang keluar dari lab Robi, di sana tertulis jika ada racun di dalam tubuh Atika 3,7 %
Tapi itu tidak bisa di kata kan racun, karena fungsi obat itu hanya untuk menghilang fungsi dari organ organ yang meminum nya karena jika mereka pun mati, racun itu tidak akan terdeteksi.
Dan Robi menjelas kan semua nya kenapa hasil nya bisa berbeda.
Mendengar penjelasan dari Robi Atika ter tegun, karena Atika tidak menyangka dua orang yang sangat di sayangi nya itu bisa membuat jahat seperti itu
Inilah yang Atika takut kan iya tidak siap dengan semua kejadian yang ada di depan mata nya
Bener kata Robi iya lemah.
" Sudah lihat kan apa yang masih kamu harap kan dari mereka, dan kamu tahu kemungkinan besar nya Jika kamu tidak merawat tubuh mu dengan baik setelah ini " jelas Robi.
" Apa " tanya Atika penasaran sekaligus merasa takut
" Tidak akan memiliki anak " jawab Robi dengan tegas singkat padat dan jelas
Mendengar itu Atika syok berat
...Jangan lupa dukungan ya bestie...
...Jangan koment and vote dan juga jangan lupa klik favorit nya ya agar tak ketinggian update terbaru dari author ya Abal Abal ini...
...Koment yang positif ya bestie kasih saran boleh memberikan ide agar cerita ini terus berkembang...
__ADS_1
...Jangan koment yang bikin mood author down dan menjadi males untuk nulis karena baca koment kalian...