Ghost' Island

Ghost' Island
Bab 1. Keributan di kelas


__ADS_3

Terdengar bunyi kegaduhan di sebuah sekolah terkenal di kawasan Jakarta Pusat tepatnya di sebuah ruang kelas seharusnya mereka belajar dengan baik dan benar malah terjadi keributan di sana hingga bangku dan kursi berserakan tak beraturan terjadi keributan antar 2 siswa.Bukannya melerai atau berbuat sesuatu mereka tampak bersorak gembira seakan-akan sedang menonton pertandingan bela diri.Terdengar suara seorang gadis dengan cukup kencang.


"Berhentiiiiiii!Kalian tau enggaak dengan ribut-ribut kayak gini bikin nama baik kelas kita rusak ” ucap gadis itu sekali lagi dengan suara lebih lantang di ketahui gadis itu bernama Alune Tirta Wijaya.


“Lun, gue enggak mau kayak gini tapi, ni orang udah ngehina geng kita gue enggak terimaa,” ucap siswa yang bernama Ali dengan nada emosi dengan kondisi baju seragam berantakan dan muka penuh luka lebam.


“Ngehina?Eh, loe nya aja yag baperan cowok kok baperan emang kenyataan geng loe geng yang enggak berguna,cemen,sok-sok an cari muka di depan guru makanya kalian semua NGACAA!” ucap siswa bernama Bima Saputra dengan gaya sombong dan nada emosi.


“Eh, loe banyak gaya bilang aja loe iri sama gue dan temen-temen gue asal loe tau ya gue sama temen-temen gue enggak serendah itu dan gue enggak peduli loe mau ngomong apa,” ucap Aluna dengan tatapan tajam dan langsung mendaratkan pukulan ke wajah Bima hingga ia tergelatak di lantai.


“Ya ampun Lun, gila loe mukul si Bima” ucap Prilly dengan muka setengah kaget.


“Keren ya si Luna enggak salah kita milih dia jadi ketua,” ucap Sandy dengan nada pelan.


“Kurang ajar ni, cewek mempermalukan gue di depan semua orang loe liat aja ya Aluna gue bakal balas dendam sama loe dan teman-teman,” batin Bima sambil memegang pipinya.


“Keren banget loe lun, bikin orang ini terkapar rasain loe,” ucap Ali sambil tersenyum.


Terdengar bunyi langkah seseorang menuju ruang kelas XI IPS 3 ternyata dia adalah wali kelas dari kelas tersebut bernama Bu Inggit.Dia tergerak ke kelas tersebut karena mendengar suara keganduhan dna ia tidak sendiri ia bersama dengan kepala sekolah.Sesampainya di kelas tersebut ekspresi Bu Inggit berubah seratus delapan puluh derajat ia kaget dan bingung.Siswa dan siswi terlihat panik dan suasana pun menjadi hening.


“Astagfirlullah ada apa ini?Aluna apa yang terjadi?Muka kalian kenapa babak belur seperti ini?” tanya wali kelas mereka bernama Bu Inggit dengan muka khawatir.


“Maafin saya bu, ini semua salah saya,” ucap Aluna dengan nada pelan.

__ADS_1


“Aluna ,Bima,Ali segera ke ruangan saya,” ucap Bapak Kepala Sekolah dengan ekspresi dingin.


“Iya pak, permisi ya bu,” ucap Aluna dan langsung melangkah ke ruangan kepala sekolah.


“Sebenarnya apa yang terjadi kenapa terjadi keributan di kelas kamu dan kenapa kamu diam saja?Tidak melapor ke guru?” tanya kepala sekolah dengan nada tegas.


“Sebelumnya maafin saya kejadian ini berawal dari kata-kata Bima yang bersifat menghina kami berusaha menahan tapi akhirnya Ali yang terpancing dan terjadi perkelahian tersebut.Saya benar-benar minta maaf pak, soal saya enggak melapor saya enggak mau membuat suasana tambah kacau karena ini urusan saya dan Bima,” ucap Alune dengan wajah menunduk.


“Pak, saya enggak seratus persen salah merekanya aja yang baperan dasar geng enggak guna,” ucap Bima dengan suara lantang.


“Enggak kayak gitu pak, itu namanya penghinaan punya mulut itu di jaga katanya siswa berprestasi mulutnya kok kayak enggak pernah di sekolahin,” ucap Ali dengan nada emosi.


“Jaga omongan loe,” ujar Bima dengan tatapan tajam.


“Sudah-sudah kenapa jadi ribut apa pun alasannya saya tetap kecewa dengan kamu Aluna apa lagi kamu perempuan tidak sepantasnya kamu melakukan hal seperti itu sekarang kalian saling minta maaf dan ada hukuman untuk kalian besok saya akan beri tau,” ucap Kepala Sekolah dengan nada tegas.


Ali dan Bima pun terlihat bersalaman dengan wajah terpaksa dan mereka pun keluar dari ruang kepala sekolah.Ali dan Aluna memandang Bima dengan tatapan tajam begitu pun sebaliknya.


“Heh! Kalian berdua urusan kita belum selesai jangan pikir dengan salaman tadi kita berdamai,” ucap Bima dengan nada emosi.


“Terserah loe mau ngomong apa bim, pada dasarnya kita enggak peduli dengan segala ancaman loe kita Geng ASAP enggak pernah takut sama orang kayak loe,” ucap Aluna dengan nada ketus.


“Ya udah lun, ngapain kita ngurusin orang yang ENGGAK PENTING KAYAK DIA mending kita fokus buat hukuman besok dan acara study wisata serta acara berbagi nanti sore,” ucap Ali dengan nada tak kalah ketus lalu berjalan berlalu meninggalkan Bima.

__ADS_1


“Kita liat aja nanti Geng kampungan,katrok kayak kalian bakal bertahan berapa lama,” ucap Bima dengan senyum ketus.


“Ya ampun beb, kok kamu bisa kayak gini pasti gara-gara gengnya Aluna kan emang bener-bener ya si Aluna sama geng kampungan itu,” ucap gadis cantik bertubuh tinggi semapai bernama Amanda.


“Iya ya lah siapa lagi mereka makin lama makin ngelunjak apalagi pas udah nerima rewards dari sekolah,” ucap Bima.


“Kamu tenang aja sayang selama ada aku semua akan beres aku bakal kerjain mereka habis dari sini kita ke rumah sakit ya,” ucap Amanda dengan nada lembut.


“Makasih ya kamu emang pacar terdebest,” ucap Bima sambil memeluk sang kekasih.


Hari semakin sore dan matahari pun sudah memperlihatkan senjanya yang begitu indah siswa dan siswi Pelita Nusantara sudah mengakhiri pembelajaran.Geng ASAP sedang berada di pinggri jalan mereka sedang berbagi dengan para pengguna jalan.


“Lun, gue gedek banget sama si Bima sama pacarnya cari masalah melulu sama kita,” ucap Sandy si cowok berkaca mata.


“Sama san, gue juga sebel banget sama dia muka doang ganteng aslinya bikin enek,” sambung Prilly di gadis cerewet.


Sambil tersenyum Aluna berkata,“Udah-udah enggak udah bahas dia lagi gue muak denger namanya yang jelas kita harus selalu bareng-bareng,selalu kompak,selalu solid itu adalah kunci buat ngelawan mereka.


“Gue setuju sama ibu ketua sekarang ini kita fokus sama kegiatan-kegiatan yang udah kita susun dengan rapi dan fokus sama study wisata yang rencananya minggu depan bakal di laksanakan,” ucap Ali dengan nada pelan.


“Oh iya, study wisata hampir lupa gue li, pasti seru banget dan pastinya menantang ini baru gue suka filling gue kayaknya ke Pantai-pantai gitu atau enggak ke Pegunungan ,” ucap Aluna dengan penuh antusias.


Dengan nada tak kalah antusias Prilly berkata,” Kira-kira kemana ya study wisatanya?Gue pengennya ke Gunung pasti seru banget tapi,mending camping atau malah ke luar negeri.

__ADS_1


__ADS_2