Ghost' Island

Ghost' Island
Bab 5. Mereka mulai mengusik


__ADS_3

“Apaan san?” tanya Prilly sambil memperhatikan pulau Niara.


“Gue liat ada bayangan gitu sih,


bayangan gedhe bangettttt,” ucap Sandy sembari terus memperhatikan pulau


tersebut.


“Bayangan? Haduh selain geng


kampungan ternyata loe pada  suka halu


juga ya,” ucap Bima dengan gaya yang santai.


“Heh! Bim, jaga omongan loe ya


siapa tau Sandy bener ,” ucap Ali dengan


ekspresi ketus.


“Eh, iya gue tadi sekelas liat


bayangan gedhe tapi, sekarang udah enggak ada,” ucap Aluna dengan nada pelan.


“Tuh, kan bener eh,bim kalau loe  masih enggak percaya mending sekarang ke seherang sana loe liat pakai mata kepala loe sendiri,” ucap Sandy dengan nada cukup kencang.


“Loe pada  enggak ada hak ya ngatur-ngatur  gue dan satu hal yang kalian tau gue enggak


pernah takut sama hal apa pun dan soal kelompok gue enggak sudi satu tim sama


kalian,” ucap Bima dengan tatapan tajam lalu pergi meninggalkan Geng ASAP.


“Woy! Bener-bener gila loe ya bim,” ucap Ali dengan nada emosi perlahan ia melangkah untuk mengejar Bima.


Tiba-tiba ada tangan yang mencegah Ali untuk mengejar Bima.


“Enggak usah di kejar li, biarin aja kalau dia butuh nilai pasti dia balik ke sini dan kalau kita di tanyain soal Bima kita jawab jujur sejujurnya gue udah capek sama tuh, “ucap Aluna dengan nada pelan.


“Bener kata Aluna li, sekarang kita lanjut muter-muter aja yuk, sekalian nimati suasana di sini,” ucap Sandy dengan ekspresi muka datar.

__ADS_1


“Iya-iya cuma gue emosi aja liat kelakuan si Bima bisa-bisanya juga kita satu tim sama dia,” ucap Ali dengan ekspresi kesal.


Mereka pun melanjutkan kegiatan


dengan menyusuri Pantai Cindai dan menyapa  para warga di sana dan Bima ia malah asyik selfie-selfie dengan pacarnya si Amanda tanpa memikirkan tim.Tak terasa waktu sudah menujukkan pukul 19.00 WIB siswa dan siswi masih asyik di pinggir pantai menikmati semilir angin malam dan hembusan ombak yang menusuk jiwa.Aluna terlihat sedang duduk di sebuah batu besar di pinggir pantai matanya terfokus pada sebuah pulau yang lain dan tak bukan adalah Pulau Niara.


“Gue bener-bener penasaran sama


pulau itu apa gue tanya-tanya aja ya sama warga sekitar sini?” tanya Aluna dalam hati.


“Kamu penasaran ya sama pulau


itu,” ucap seorang laki-laki setengah baya secara tiba-tiba.


“Eh, Kakek Danur mmm….iya saya


penasaran kek, banyak yang bilang kalau pulau itu angker dan udah memakan


banyak korban,” ucap Aluna dengan nada pelan.


“Memang benar sudah banyak orang


“Insyallah kek, oh ya saya mau tanya lagi soal misteri ular bersayap di pulau itu apa benar kek?” tanya Aluna sambil bangkit dari tempat duduknya.


“Lun, gue cariin kemana-mana taunya ada di sini yuk,balik ke hotel saatnya istirahat,” ucap Prilly dengan suara agak keras.


“Bentar yap rill, ini gue lagi tanya-tanya sama Kakek Danur nanti gue nyusul,” ucap Aluna dengan nada pelan.


“Udah neng, besok aja ini udah malam saya permisi dulu ya mari neng,” ucap Kakek Danur lalu pergi meninggalkan Aluna dan Prilly.


“Iya kek, mari udah yuk,” ucap Prilly sembari tersenyum.


“Yah! Gagal deh, padahal ini momentum yang pas besok gue tanya lagi deh, kayaknya Kakek Danur paham banget soal pulau itu,” ucap Aluna dengan ekspresi kecewa lalu berjalan menuju hotel.


“Ya udah kan masih ada hari lun,lagian loe kenapa kepo banget sama pulau itu,” ucap Prilly dengan nada pelan sembari berjalan menuju hotel.


Mereka berdua pun sampai di hotel dan langsung menuju kamar mereka.Ali dan Sandy sudah berada di kamar mereka.


"Lun, jawab pertanyaan gue loe kenapa kepo banget sama pulau itu," ucap Prilly dengan nada meninggi.

__ADS_1


"Biasa aja Prill, enggak usah teriak-teriak gitu ya gue cuma ngerasa kalau ada sesuatu di pulau itu ingat kita ini geng petulangan pantang takut sama hal-hal kayak gitu," ucap Aluna dengan nada tegas.


"Ya gue sih, juga ngerasa kayak gitu udahlah lun, kita bahas besok aja sekarang waktunya kita rebahan," ucap Prilly lalu merebahkan tubuhnya di kasur hotel.


"Iya deh, si Ali sama Sandy lagi pada ngapain ya?" tanya Aluna lalu merebahkan tubuhnya di samping tubuh Prilly.


"Udah pada molor lun, tau sendiri kan mereka kalau tidur di hotel bawaanya pengen merem aja," ucap Prilly sambil tertawa.


Aluna mengarahkan pandangannya ke arah jendela sesaat itu juga ia melihat ada sosok di balik jendela hotel.Sosok itu tampak besar dan bermata merah dengan langkah perlahan Aluna mendekat ke arah jendela.


"Lun, loe mau kemana?" tanya Prilly sambil memperhatikan langkah Aluna.


"Enggak ada apa-apa tadi gue kayak liat sesuatu," ucap Aluna sembari memperhatikan area luar kamar.


"Woy! Di tanyain malah diem aja ada apa sih, lun?" tanya Prilly sambil membawa cemilan.


"Tadi gue liat sesuatu di balik gorden jendela ada bayangan besar gitu terus matanya juga merah pas gue samperin enggak ada apa-apa," ucap Aluna dengan nada pelan.


"Jangan-jangan penunggu pulau niara lun, mereka udah berani mengusik kita," ucap Prilly dengan nada pelan.


"Ya bisa jadi sih, mungkin mereka mau kenalan sama kita loe takut ya," ucap Aluna sambil menggoda rekan satu gengnya.


"Gue takut?Ya enggak lah lun, paling cuma gemetaran doang udah lah yuk, enggak mikirin itu sekarang kita bobok," ucap Prilly sambil tertawa.


"Yakin gemetaran doang, ya udah yuk ini juga gue udah ngantuk banget," ucap Aluna sambil merangkul Prilly.


"Aaaa lun, jangan kayak gitu dong," ucap Prilly dengan nada pelan.


Sementara itu Ali dan Sandy terlihat sedang fokus dengan gadget masing-masing tiba-tiba terdengar suara ketuk-ketuk dari luar jendela kamar mereka.Di ketukan pertama Ali dan Sandy belum sadar mereka masih asyik dengan gadget mereka.Ketukan itu kembali terdengar kali ini bunyinya semakin keras.


"Li, loe denger kayak bunyi ketukan enggak kayaknya sih, di jendela?" tanya Sandy dengan nada pelan.


"Tadi gue sempet denger cuma gue pikir paling orang iseng," ucap Ali dengan nada santai.


Tok...tok...


Ketukan kembali terdengar kali ini frekuensi bunyinya semakin banyak.


"Bunyi lagi li, jangan-jangan itu bukan orang lagi," ucap Sandy dengan muka sedikit panik.

__ADS_1


"Eh, iya gue denger loe jangan ngomong kayak gitu coba gue cek ya," ucap Ali yang langsung meletakkan gadget nya dan langsung melangkah menuju jendela kamar mereka.


__ADS_2