
“Enggak ada apa-apa firasat gue kok enggak enak ya,” ucap Ali sembari memperhatikan situasi dan kondisi luar kamar mereka.
Tiba-tiba ada yang menepuk pundaknya Ali.
“Li, gimanaapa ada sesuatu yang aneh?” tanya Sandy dengan muka sedikit ketakutan.
“Loe tuh,ya kebiasaan suka ngaget-ngagetin kalau ma uke sini bilang-bilang enggak ada
apa-apa san, mungkin ini cuma perasaan kita aja,” ucap Ali dengan nada pelan.
“Yakin loe? Coba cek lagi li, takutnya nanti malah ganggu kita tidur padahal besok
kegiatan kita padat,” ucap Sandy dengan ekspresi kurang yakin.
“Yakin san, kalau loe enggak percaya loe cek sendiri pakai mata kepala loe gue mau tidur,”
ucap Ali dengan nada pelan lalu meninggalkan Sandy.
“Perasaan gue kok enggak enak ya coba gue cek deh.” Sandy mengucapkan kalimat itu dengan nada pelan dan melangkah mendekati jendela kamar untuk
memperhatikan situasi dan kondisi.
Sunyi dan cukup sepi hanya ada beberapa orang yang beraktivitas itu lah yang di liat
Sandy ia terlihat lega
Karena tidak ada sesuatu yang janggal.Sandy pun kembali ke kasur untuk beristirahat.Sesaat setelah Sandy melangkah
menjauh muncullah sosok yan menyeramkan di balik jendela sosok wanita berambut
panjang dengan muka setengah hancur dan berlumuran darah perlahan sosok tersebut menghilang.
Di tempat berbeda…
“Bim, rencana loe buat si geng asap bagaimana?” tanya Ilham sembari menghisap rokok elektrik .
“Ya pokoknya gue ada rencana pengen bawa mereka ke Pulau Niara terus gue tinggalin
__ADS_1
deh, habis itu gue yakin mereka enggak akan balik,” ucap Bima sembari tersenyum licik.
“Wah! Ide yang bagus bim, secara itu pulau kan terkenal suka makan korban enggak kebayang ekspresi muka
Mereka tapi, loe juga harus hati-hati bim, jangan sampai loe yang kena bukan mereka,”
ucap Ilham dengan nada pelan ternyata terror-teror juga mengusik Bima dan Ilham mereka yang asyik mengobrol sembari
menghisap rokok eletrik di
buat terkejut karena tiba-tiba lampu kamar mereka berkedap-kedip sendiri.
“Bim ini kok lampunya kedap-kedip ya?Hotel elit kok listrik sulit,” ucap Ilham yang
langsung berdiri dari kasur.
“Heh! Buat
yang iseng tunjukkin muka loe, loe pikir ini lucu,” ucap Bima dengan nada meni
“Jangan-jangan ini perbuatan makhluk halus bim, penunggu Pulau Niara,” ucap llham dengan muka panik.
lampu kamar mereka kembali normal. Raut muka Bima dan Ilham berubah lebih
tenang mereka masih syok dengan kejadian tadi.
“Gila! Baru kali ini gue ngerasasa deg-degan sebenarnya siapa sih, yang udah ngerjain gue
enggak tau ya gue siapa,” ucap Bima dengan nada kesal.
“Udahlah bim, gue mau tidur sumpah kejadian tadi bikin gue parno hih, nyeremin,” ucap Ilham dengan nada pelan.
“Yah! Gitu aja takut gimana kalau liat langsung kayaknya bakal pingsan,” ucap Bima dengan nada pelan.
"Udah Bim, tidurr," ucap Ilham dengan nada pelan.
Bima dan Ilham memutuskan untuk tidur saja daripada terus terbayang kejadian tadi.Sinar mentari kembali menyapa para siswa dan siswi termasuk Geng ASAP mereka sudah berada di lobi hotel untuk breakfast sebelum melakukan beberapa kegiatan hari ini ternyata tak cuma Geng Asap, Bima,dan Ilham saja yang kena teror siswa dan siswi lain pun juga kena teror.
__ADS_1
"Ternyata kalian juga kena teror ya?" tanya Aluna pada Ali dan Sandy.
"Iya lun, gue pikir cuma gue sama Sandy ternyata hampir semua kena teror," ucap Ali sembari menyeruput kopi hitam.
"Wah! Kalau kayak gini berarti kita dalam bahaya pasti di antara kita ada yang ngelakuin kesalahan," ucap Prilly dengan nada pelan.
"Jangan overthinking dulu deh, kita liat malam-malam selanjutnya aja bakal ada teror lagi apa enggak," ucap Sandy sembari mengunyak sandwich.
"Iya bener kata Sandy sekarang kita fokus dulu sama kegiatan gue kesana dulu ya," ucap Aluna lalu bangkit dari kursinya.
Aluna melangkah kakinya ke arah tempat minuman ia mengambil secangkir teh hangat saat itu pula ia berpapasan dengan Bima dan pacarnya, Amanda.
"Eh, ada ketua geng kampungan oh ya loe sama temen-temen loe ya yang ngerjain gue sama Ilham semalam?" tanya Bima dengan nada ketus.
"Jangan asal ngomong Bim, gue sama temen-temen gue enggak kayak gitu," ucap Aluna dengan tatapan tajam.
"Mana ada maling ngaku loe sama geng loe yang buat teror-teror semalaman," ucap Amanda sembari menuangkan air ke baju Aluna.
"Astaghfirullah apa-apaan sih, ini enggak usah pakai nyiram- nyiram," ucap Aluna dengan ekspresi muka kesal.
Bima dkk menatap Bima dan Amanda dengan tatapan tajam tak lama mereka menghampiri Aluna,Bima,dan Amanda.
"Woy! Jangan macam-macam ya sama Aluna teror-teror semalam enggak ada hubungannya sama kita orang kita aja juga kena," ucap Ali dengan nada meninggi.
"Oh gitu ya, sayangnya gue enggak peduli yuk, beb kita makan," ucap Bima sambil merangkul pacarnya.
"Ya udah yuk, enggak penting juga ngurusin mereka," ucap Amanda sambil tersenyum.
Aluna menggela nafas perlahan.Mereka pun kembali ke meja makan untuk melanjutkan breakfast.
"Udah guys, gue enggak papa sekarang yang terpenting kita harus semangat buat kegiatan hari ini," ucap Aluna dengan nada pelan.
"Tuh, orang kalau di biarin makin ngelunjak lun, apa lagi pacarnya sok cantik,sok manis bisa-bisanya dulu si Sandy sempet naksir" ucap Prilly dengan nada kesal.
" Ya kan dulu prill, kalau sekarang ilfill berat setelah tau sifat aslinya," ucap Sandy dengan nada pelan.
Aluna dan Ali tertawa melihat kelakuan kedua temannya.Tak terasa jam breakfast sudah selesai siswa dan siswi berkumpul di lobi hotel untuk menerima pembinaan.Hari kegiatan nya adalah Wawancara warga sekitar dan melakukan penelitian di sekitar Pantai Cindai sesuai dengan kelompok masing-masing.
__ADS_1
"Saatnya gue mulai rencana gue kalian semua bakal matiii," ucap Bima sambil tersenyum licik.
Bima pun menghampiri Geng Asap ia berakting seolah-olah ia mau bergabung dengan Geng ASAP.