
“Udah-udah kenapa jadi ribut sekarang ini kita berdoa semoga Bima baik-baik aja dan saya akan kerahkan beberapa petugas untuk mencari Bima mari kita berdoa,” ucap Pak
Kepala Sekolah dengan nada lantang.
Siswa dan siswi tampak khusyuk berdoa agar Bima dalam kondisi baik-baik saja tak berselang lama muncul suara dan suara itu sangat tidak asingvdi telinga mereka.Para siswa dan siswi sangat terkejut sumber dari suara itucadalah Bima orang yang mereka cari saat ini.Bima terlihat baik-baik saja tidak
ada bekas luka apa pun yang ada hanya bajunya yang basah dan rambut acak-acakan.
“Bimaaa!” teriak Amanda lalu berlari memeluk kekasihnya itu.
“Lho? Kok dia bisa selamat? Gue pikir dia udah matii,” bisik Al ke teman-temannya
“Sama Al kayaknya dia punya sesuatu deh, makanya dia masih
bisa hidup,” bisik Prilly sambil sesekali melirik Bima.
“La, ini Bima katanya kamu hilang emang bener,” tanya Bapak Kepala Sekolah dengan nada tegas.
“Bener pak, dan itu gara-gara mereka,” ucap Bima sambil menunjuk GENG ASAP.
“Jangan asal nuduh ya bim, loe tenggelam ya karena ulah loe sendiri pak, dia niatnya mau nyelakain Luna,” ucap Al nada keras.
“Mana ada maling mau ngaku udah pak, hukum aja mereka karena udah bikin rekayasa,” ucap Bima dengan ekspresi percaya diri.
“Bener pak, hukum aja mereka biar tau rasa,” sambung Amanda dengan eksrepsi sinis.
“Jangan asal ngomong ya ini semua itu salahnya dia sendiri siapa suruh mau nyelakain Luna,” ucap Bima dengan ekspresi geram.
“Apa yang di katakana Al bener pak, dia memang mau dorong saya ke laut eh, malah dia sendiri yang kecebur,” ucap Aluna dengan nada pelan.
“Apa benar yang di katakan Aluna dan Al ,kek?” tanya Bapak Kepala Sekolah dengan nada pelan.
“Benar pak, saya sendiri yang menyaksikan,” ucap Kakek Danur yang sembari membawa jaring-jaring untuk menangkap ikan.
“Benar-benar keterlaluan ya kamu Bima, terus kenapa kamu bisa selamat?” tanya Bapak Kepala Sekolah dengan nada emosi.
“Saya terdampar di pulau misterius gitu kayaknya Pulau Niara dan ternyata di pulau itu enggak ada apa-apa malahan saya numpang kencing di sana terus saya liat ada kayak perahu nelayan gitu saya ke sini gara-gara
__ADS_1
numpang perahu nelayan,” ucap Bima dengan wajah menunduk dan terlihat panik.
“Lancang banget ya kamu ke pulau itu pulau itu sangat berbahaya,” ucap Kakek Danur dengan tatapan tajam.
“Yaelah! Itu cuma mitos buktinya gue enggak kenapa-kenapa temen-temen besok kalau mau ke Pulau Niara ke sana enggak papa di sana banyak spot foto yang instagrameble,” ucap Bima dengan nada cukup kencang.
“Bimaa kamu ikut saya!” ucap Bapak Kepala Sekolah dan langsung menarik pergelangan tangan Bima hingga ia sedikit terkejut.
“Parah banget bisa-bisanya dia masuk ke Pulau Niara gue jadi overthingking,” ucap Aluna dengan ekspresi datar.
“Kalian harus waspada dan berhati-hati karena teman kalian sudah lancang masuk ke pulau itu,” ucap Kakek Danur dengan nada pelan.
“Duh, jangan ngomong kayak gitu kek, emang bakal ada apa?” tanya Sandy dengan muka panik
Bukannya menjawab Kakek Danur malah langsung pergi sambil membawa ember berisi ikan dan jarring-jaring membuat GENG ASAP kebingungan kenapa Kakek Danur tidak menjawab pertanyaan Sandy.Mereka memutuskan untuk kembali ke hotel saja untuk bersih-bersih karena badan dan baju mereka sudah basah dan bau ikan.
“ Lun, kok gue jadi takut ya sama omongan Kakek Danur yang tadi seakan-akanvbakal ada hal buruk yang menimpa kita,” ucap Prilly dengan muka ketakutan sembari berbaring di kasur.
“Kok malah ngomong kayak gitu seharusnya kita positive thingking prill, semoga enggak terjadi apa-apa,” ucap Aluna dengan muka
panjang nya.
“Aamiin malam ini lampunya jangan di matiin ya,” ucap Prilly sambil mendekat ke arah Aluna.
“Ya Allah iya prill, kok loe malah jadi penakut gini kita geng petualang loe enggak boleh penakut,” ucap Aluna sambil tersenyum.
“Ya kan ini beda lu, loe sendiri takut apa enggak?” tanya Prilly menatap sahabatnya dengan tatapan cukup tajam.
“Gue? Kalau gue biasa aja kalau emang bakal ada kejadian buruk ya kita hadapilah semampu dan sebisa kita,” ucap Aluna dengan nada percaya diri.
Waktu terus berjalan tak terasa matahari sudah berjalan menuju tempat bersarangnya dan giliran rembulan menunjukkan sinarnya malam ini semua siswa dan siswi terlihat sedang menikmati hidangan makan malam di temani pesona malam Pantai Cindai dan semilir nya angin.
"Yang, Pak Kepala Sekolah tadi ngomong apa sama kamu? Kamu di hukum ?" tanya Amanda pada kekasih nya itu.
"Iya aku di hukum tapi besok hukumannya besok pas udah masuk ke sekolah kesal banget aku tuh, sama mereka yang, seharusnya mereka udah matii," ucap Bima dengan wajah kesal bercampur marah.
"Ya ampun yang, kamu yang sabar ya, pokoknya kamu tenang saja aku bakal ngasih pembalasan ke mereka," ucap Amanda sembari memegang tangan kekasihnya itu
__ADS_1
"Makasih ya yang, kamu emang the best," ucap Bima sembari memeluk kekasihnya.
"Alay banget si Bima sama Amanda dia pikir ini acara dinner mereka berdua," ucap Sandy dengan nada pelan.
"Ya biarin aja san, namanya juga lagi BUCIN nanti kalau putus ya paling nangis wkwkwkwk," ucap Prilly dengan nada cukup kencang.
"Udah- udah guys di makan makanannya jangan ngibahin orang apalagi orang yang enggak penting wkwkwk," ucap Aluna dengan tak kalah kencang.
"Eh! Maksud loe apa ngomong kayak gitu?" tanya Bima sembari mengebrak meja GENG ASAP membuat suasana menjadi riuh.
"Santai dong! Siapa juga yang ngomongin loe dasar ge-er," ucap Al dengan nada meninggi.
"Banyak gaya ya loe," ucap Bima sembari mendaratkan pukulan ke pipi kanan Al.
Pertengkaran pun tidak dapat di hindarkan dan suasana menjadi semakin riuh di saat bersamaan muncul teror-teror penampakan yang membuat para siswa-siswi ketakutan dan teror-teror itu berupa orang-yang di temui Aluna saat itu dan suara-suara seram.
"Eh, ini ada apa?" ucap Aluna dengan muka cemas.
"Lun, ini kayaknya yang di bilang Kakek Danur tadi ini kita harus gimana," ucap Prilly dengan muka cemas karena tanganya di pegang oleh orang tersebut yang mukanya sudah hancur.
"Kita harus gandengan supaya kita bisa selamat sekarang kita kembali ke hotel aja," ucap Al dengan nada cukup kencang.
Orang-orang itu mendekati GENG ASAP.Namun, dengan sigap mereka menghindar kan berlari ke hotel.Sementara yang lain berlarian ke segala arah.Kejadian itu hanya sebentar tapi anehnya setelah kejadian itu GENG ASAP Kembali ke lokasi kejadian dan tidak menemukan siapa pun semua siswa dan siswi hilang secara misterius menyisakan puing-puing kehancuran.
"Lho? Mereka tiba-tiba enggak ada pada kemana ya?" tanya Al dengan wajah panik.
"Iya aneh banget apa mereka udah balik ke hotel?" tanya Prilly dengan wajah panik.
"Jangan- jangan mereka hilang gara-gara kejadian tadi," jawab Sandy dengan nada pelan.
" Kayaknya emang bener apa yang di katakan Kakek Danur tadi penguni Pulau itu marah sama kita karena kelakuan ceroboh Bima," ucap Aluna dengan nada pelan.
Semua siswa dan siswi hilang secara misterius?Kok bisa ya?Apa yang akan di lakukan GENG ASAP selanjutnya?
Di tunggu bab selanjutnya ya 🤗
Mohon maaf lama tidak update 🙏
__ADS_1