
Bima dan Amanda juga ikut terkejut melihat wujud dari segerombolan orang-orang itu mereka.Amanda ingin berteriak tapi, mulutnya di bungkam Bima agar tidak ketahuan Aluna mereka pun pergi ke tempat persembunyian dan kembali ke hotel.Semantara itu Aluna ia masih syok dengan apa yang ia liat sekarang ia terus memejamkan matanya karena
orang-orang itu sangat menyeramkan.Perlahan kemudian imembuka kedua bola matanya sosok menyeramkan tersebut sudah tidak ada.
“Itu tadi apa ya?Nyeremin apa mereka berasal dari Pulau Niara?Gue harus cari tau mending sekarang gue balik ke hotel,” ucap Aluna dengan eskpresi kaget.
“Si Aluna mana sih?Kok enggak balik-balik katanya cuma bentar gue takut kalau dia kenapa-kenapa,” ucap Prilly dengan ekspresi khawatir.
Ceklekk…
“Lunaa, loe dari mana aja?Gue khawatir kalau loe di culik penunggu pulau hantu itu,” ucap Prilly lalu memeluk sahabatnya itu.
“Ada-ada aja loe ya enggak mungkin lah tadi gue cari angin aja kok loe belum tidur?” tanya Aluna lalu merebahkan tubuhnya di ranjang.
“Gue enggak bisa tidur lun, khawatir sama loe,” ucap Prilly dengan nada pelan.
“Khawatir apa takut?” tanya Aluna sembari menggoda sahabatnya itu.
“Ya khawatir lah ngapain gue takut orang enggak ada apa-apa udah yuk kita bobok besok padat jadwalnya,” ucap Prilly sembari
menarik selimut dan memejamkan matanya.
“Soal yang tadi gue ceritain besok pagi aja sama Al dan Sandy semoga aja penampakan itu cuma gue yang ngeliat,” batin Aluna lalu memejamkan matanya.
Waktu terasa begitu cepat siswa dan siswi sudah di kumpulkan di tepi pantai hari ini kegiatan mereka ada membantu para nelayan untuk menangkap serta mengindentifikasi apa yang mereka lakukan selama membantu para nelayan.Siswa dan siswi sangat antusias dengan kegiatan tersebut kecuali Bima,Amanda,dan Ilham mereka terlihat sinis dan tidak suka dengan kegiatan tersebut.
“Wii, kayaknya bakal seru,” ucap Al dengan wajah semringah.
“Kapan lagi coba kita bisa bantu nelayan bisa ngerasain gimana susahnya nangkap ikan di lautan kayak gini,”sambung Sandy dengan wajah tak kalah semringah.
“Pak, enggak ada kegiatan lain apa?Diving atau Snorkling gitu enggak penting banget bantuin mereka,” ucap Bima dengan wajah kesal.
“Iya pak, enggak banget deh, bantuin mereka,” ucap Amanda menatap sinis Kakek Danur.
“Bener pak, yang ada mereka pasti keenakan karena di bantuin,” sambung Ilham dengan nada pelan.
__ADS_1
“Kalau emang keberatan mending kalian enggak usah ikut dari pada ngomong kayak gitu sadar enggak kalau omongan kalian itu bisa nyakitin orang,” ucap Aluna dengan nada tegas.
“Idih! Dasar cari muka,” ucap Amanda dengan nada ketus.
“Sudah-sudah jangan berantem tolong ya jangan ada berkomentae ini sudah agenda dari osis jadi tolong di patuhi kalau ada yang enggak patuh atau lalai siap-siap menerima sanksi untuk penjelasan dari Bu Inggit,” ucap kepala sekolah lalu menyingkir dari hadapan para murid.
“Selamat pagi anak-anak semua salam sejatera untuk kita sesuai dengan agenda kita hari ini kalian akan membantu kegiatan para nelayan dan membuat laporan kegiatan di sini saya ingin menambahkan beberapa informasi selama berkegiatan tolong jaga etika dan sikap ya jangan ceroboh dan untuk contoh laporannya seperti ini tolong di perhatikan
baik-baik” ucap Bu Inggit dengan suara tegas dan lantang.
Siswa dan siswi memperhatikan
contoh laporan yang di perlihatkan Bu Inggit.Setelah itu mereka di bubarkan dan
bergabung dengan kelompok masing-masing untuk melaksanakan kegiatan yang tadi
di jelaskan.
"Gyus, sebelum kita mulai kegiatan ini gue mau cerita sesuatu tapi tolong ya jangan kaget semalam waktu gue lagi di pinggir pantai gue ketemu sama penampakan misterius lumayan nyeremin," ucap Aluna dengan nada pelan.
"Ini sih, bener kalau rumor pulau itu angker emang bener tapi, kok gue malah pengen ke sana ya," ucap Al sembari memperhatikan Pulau Niara.
"Eh, jangan Al bahaya nanti kalau kita kenapa-kenapa gimana," ucap Sandy dengan muka khawatir.
"Tenang aja San, kalau kita ngelakuin bareng-bareng insyallah aman," ucap Aluna dengan nada pelan.
"Bener siapa tau ada hal yang terselubung," sambung Al dengan nada pelan.
"Eh! Kalian malah pada ngerumpi bukannya ngerjain tugas," ucap Bima dengan nada ketus.
"Ini kita mau ngerjain kok, bukannya tadi nolak ya?Kok tiba-tiba semangat," ucap Aluna dengan ekspresi heran.
"Jawab apa ya gue," niatnya nya kan gue mau ngerjain mereka semua," batin Bima dengan mimik wajah berpikir.
"Ayo Jawab! Malah diem aja," ucap Al dengan nada ketus.
__ADS_1
"Yaa guu-guee berubah pikiran aja dari pada gue kena sanksi," ucap Bima dengan nada terbata-bata.
"Kok gue enggak percaya ya yuk gyus, kita samperin Kakek Danur hari ini kita bantuin dia," ucap Al dengan nada ketus.
Geng ASAP pun menghampiri Kakek Danur sementara Bima ia masih di belakang.
"Liat aja kalian apa yang bakal gue lakuin," ucap Bima sembari tersenyum licik.
"Selamat pagi kek, hari ini kelompok kami yang bantuin kakek menangkap ikan," ucap Aluna sambil tersenyum.
"Oh iya-iya silahkan saya sangat berterima kasih anak-anak semua mau bantu saya menangkap ikan," ucap Kakek Danur dengan nada pelan.
"Halah! Enggak usah sok berterima kasih kek, ini karena tugas kok," ucap Bima dengan nada ketus.
"Ni orang mulutnya di jaga dong, rasanya pengen gue semprot," ucap Prilly dengan nada kesal.
"Kalau perlu di solasi sekalian biar enggak kebanyakan ngomentari orang," sambung Al dengan tatapan sinis.
"Maaf ya kek, omongan temen saya," ucap Aluna.
"Enggak papa neng, tenang saja ya udah yuk sekarang saja mumpung ombak laut masih tenang dan cuaca mendukung," ucap Kakek Danur sembari tersenyum.
Mereka pun perlahan menaiki kapal yang biasa di gunakan Kakek Danur untuk menangkap ikan walaupun kecil dan sudah tua karena kapal itulah Kakek Danur bisa bertahan hidup selama ini.Mereka pun sudah. berlayar untuk menangkap ikan.
"Cuaca hari ini lumayan cerah semoga hari ini bisa nangkap ikan yang banyak ya kek," ucap Aluna dengan wajah sedikit tertutupi rambut.
"Iya neng ,Aamiin semoga saja biasanya saya bisa bawa sampai 50 kg kalau cuaca mendukung," ucap Kakek Danur sambil menjaga keseimbangan kapal.
Wah! Banyak juga ya kek, terus pendapatan kakek per hari berapa?" tanya Sandy yang bertugas sebagai pencatat.
"Asli! Gue males banget di sini mana kapal nya kecil banget pokoknya kalau udah ke tengah ni kapal gue mau njorokin salah satu dari mereka biar nyemplung ke laut," batin Bima dengan wajah kesal.
Wah! Kira-kira rencana Bima bakal berhasil enggak ya?
Tunggu lanjutannya ya🤗
__ADS_1