Ghost' Island

Ghost' Island
Bab 9. Gagalnya rencana Bima.


__ADS_3

"Wah! Pemandangan di sini indah banget," ucap Prilly sambil tersenyum.


"Iya enggak salah banyak wisatawan yang datang ke sini," sambung Sandy sambil membantu kakek Danur.


"Di sini memang banyak wisatawan yang datang tapi, akhir-akhir banyak wisatawan yang hilang secara misterius dan sampai sekarang belum di temuka," ucap Kak Danur sambil mendayung kapal miliknya.


"Astaga! Mereka hilangnya bagaimana, kek? Di culik?" tanya Aluna sambi mendayung kapal milik Kakek Danur.


"Mereka hilang di Pulau Niara waktu itu banyak wisatawan yang masuk ke Pulau Niara dan tidak kembali menurut kepercayaan orang sini mereka itu di culik oleh penunggu dari pulau tersebut kalian hati-hati ya jangan masuk ke pulau itu," ucap Kakek Danur dengan nada pelan.


"Halah! Paling cuma settingan biar makin banyak yang penasaran," ucap Bima dengan nada ketus.


"Bim, jaga omongan loe kakek Danur ini orang asli sini dia lebih tau tentang daerah sini pliss, sekali ini aja jangan bikin ulah," ucap Ali dengan nada ketus.


Kapal kecil yang di tumpangi mereka sudah menjauhi tepi pantai.Ini lah momentum yang tepat bagi Bima untuk melaksanakan rencananya.Perlahan ia mulai mendekati Aluna.


"Loe ngapain, Bim?" tanya Aluna dengan ekspresi muka curiga.


"Enggak ngapain-ngapain kok," ucap Bima dengan nada pelan.


"Wah! Si Bima kayaknya ada niat buruk sama Aluna gue harus waspada," batin Al sambil memperhatikan Bima.


"Lun, loe harus hati-hati sama Bima," bisik Al pada Aluna.


Perlahan Bima berniat untuk mendorong Aluna agar jatuh ke air sekarang momen yang tepat.


Byurr...


Bukannya Aluna yang terjadi tapi, malah Bima yang terjatuh ia terjatuh karena ulah nya sendiri.Kakek Danur,Prilly,dan Sandy kaget melihat Bima tercebut ke laut.


"Astaghfirullah eh, itu kok bisa jatuh ayo cepat di tolong," ucap Kakek Danur dengan ekspresi panik.


"Eh, itu si Bima jatuh," ucap Prilly dengan ekspresi panik.


"Udah biarin aja kek, dari tadi saya udah duga kalau dia ada niatan buruk sama Aluna anggap aja ini balasan," ucap Al dengan nada ketus.


"Eh, tapi kok dia enggak muncul-muncul ya jangan-jangan dia tenggelam Al," ucap Aluna dengan nada pelan.

__ADS_1


"Halah enggak mungkin lun, udah kek, kita terus aja biar tau rasa dia dari kemarin bikin ulah melulu," ucap Al dengan suara lantang.


.


"Tapi kasihan dia kalau dia meninggal gimana?" tanya Kakek Danur dengan muka sedikit panik.


"Udah kek, biarin aja enggak ada gunanya juga ngurusi dia," ucap Sandy dengan muka santai.


Sementara itu Bima tampak sudah terdampar di sebuah pulau yang tak berpengghuni sepi, sunyi itu yang di rasakan Bima pada saat itu dia terlihat bingung dan clingak-clinguk meiihat kondisi sekitar.


"Astaga ini gue di mana ya?Apa gue ada pulau hantu itu ya?" tanya Bima pada dirinya sendiri lalu bangkit dengan kondisi baju basah kuyup.


Awalnya  Bima ragu tapi karena ia tidak percaya bahwa pulau tersebut berhantu ia pun langsung masuk ke pulau tersebut dengan langkah yang santai.Sepi dan sunyi tidak ada satutanda kehidupan di pulau tersebut hanya suara desiran ombak dan angin yang di dengar Bima saat itu.Suasana kala itu cukup mencengkam karena banyak pohon-pohon besar dan rimbun.


“Kayaknya ini pulau yang di anggap angker itu tapi, ya emang agak nyeremin tapi mana katanya ada setan dan siluman nyatanya emang enggak ada dasar pada halu aduh! Kok gue tiba -tiba kebelet ya udah tak kencing di sini aja toh, di sini enggak ada orana aman


lah,” ucap Bima dan langsung buang air kecil di sebuah pohon besar di sampingnya.


Sementara Itu Geng ASAP  dan Kakek Danur terlihat sedang bahu membahu menangkap ikan dan tak berselang lama mereka mendapatkan ikan kakap merah yang cukup besar.


“Alhamdullilah sama-sama kek, ini pengalaman pertama kami nangkap ikan di laut ternyata susah juga ya btw nasibnya Bima gimana ya?” tanya Aluna dengan muka sedikit panik.


“Udahlah enggak usah mikirin dia kalau dia meninggal ya kita doain aja semoga segala dosa-dosa  nya di ampuni,” ucap Al dengan nada ketus.


“Iya ngapain mikirin dia biarin aja biar tau rasa,” ucap Sandy dengan nada pelan.


“Bener lun, toh itu juga sallahnya dia,” sambung Prilly.


“Kalian enggak boleh seperti itu seburul-buruknya teman kalian dia tetap teman kalian sekarang kita cari semoga aja dia masih selamat dan enggak terdampar di Pulau  Niara,” ucap Kakek Danur sembari menyebarkan jaring-jaring ke laut.


“Pulau Niara? Kita ke sana aja kek, siapa tau Bima ada di sana,” ucap Aluna dengan spontan.


“Saran kakek mending kalian jangan ke sana ya pulau itu sangat berbahaya mending sekarang kita ke arah pesisir pantai karena hari sudah semakin sore,” ucap Kakek Danur dengan nada pelan.


“Yah! Niat gue kan mau cari tau,” batin Aluna dengan ekspresi datar.


“Legaaa mana katanya berhantu orang biasa aja udah jam segini gue harus balik ke hotel enggak mungkin gue bermalam di sini sore aja hawanya nyeremin apa lagi malam,” ucap Bima setelah ia buang air kecil di bawah sebuah pohon besar dan rimbun.

__ADS_1


Bima pun memilih kembali ke


pinggir pantai untuk meminta pertolongan lewat sambungan telefon saat ia ingin melangkahkan kakinya tiba-tiba Bima merasa ada yang menyentuh bahunya.


"Kok kayak ada nyentuh punggung gue ya?Udah lah yang penting sekarang gue harus balik ke hotel oke kali ini emang gue gagal tapi kalian semua liat aja ya," ucap Bima dengan tatapan tajam.


Sosok makhluk tak kasap mata muncul sesai setelah Bima meninggalkan lokasi sosok wanita berambut pendek dengan muka setengah hancur dan menyeramkan dan berselang lama ternyata banyak sekali penunggu- penunggu lain di Pulau Niara.


Sementara itu...


Beberapa siswa dan siswi sudah berkumpul di pinggi pantai.


"Eh, kalian kok cuma berempat Bima mana? " tanya Amanda dengan nada panik.


"Eh, iya si Bima kemana ya kita baru sadar," ucap Sandy sambil clingak-clinguk.


"Malah pada diem kalian pasti nyelakain Bima ya?" tanya Amanda dengan nada emosi.


"Si Bima nyemplung ke laut nda, gara-gara mau ngerjain Aluna puas loe," ucap Al dengan nada meninggi.


"Tuh kan, bener-bener ya kalian terus kenapa kalian ada di sini cari Bima dong," ucap Amanda dengan wajah panik.


"Semua gara-gara kalian kalau Bima kenapa-kenapa awas ya kalian," ucap Ilham dengan tatapan tajam.


"Ini definisi senjata makan tuan kalau kalian mau cari ya silahkan," ucap Prilly dengan nada pelan.


"Udah-udah pada intinya nda, ini semua salahnya Bima loe enggak bisa nyalah-nyalahin kita," ucap Aluna dengan nada tegas.


" Enak aja bukan salah kalian terus salah siapa? Pokoknya kalau ada apa-apa sama Bima gue enggak akan tinggal diam," ucap Amanda sembari menatap tajam Aluna.


Wah! Kira-kira apa yang akan terjadi ya?


Bima bakal selamat enggak ya? Atau malah ini menjadi awal bencana?


di tunggu kelanjutannya ya😊


Mohon maaf lama tidak update 🙏karena ada kesibukan lain terima kasih 🥰

__ADS_1


__ADS_2