
"Jangan mengada-ngada kita tunggu aja besok tapi kalau filling gue bakal ke Pantai Cindai,” ucap Aluna sambil mengunyak sebuah cemilan.
“Hah? Pantai Cindai? Kalau enggak salah di dalam pantai itu ada pulau yang terkenal angker Pulau Niara iya Nama pulau nya,” ucap Sandy dengan nada pelan.
“Halah! Itu Cuma mitos lagi pulau kalau emang bener ngapain harus takut gue malah penasaran sama pulau pasti ada hal yang terselebung,” sambung Ali dengan nada lantang.
“Tapi gue denger-denger ada ular bersayap kira-kira beneran enggak ya?” tanya Prilly dengan nada pelan.
“Ular bersayap? Kok gue malah penasaran ya sama bentuknya apa?Apa kayak gini bentuknya?” tanya Ali sembari menunjukkan sebuah foto di ponselnya.
“Hahahahaha ya ampun li, enggak mungkin kayak gitu ngada-ngada aja loe,” tawa Prilly dengan suara cukup Keras.
“Kemana pun kita study wisata kita harus tetap taat dan patuh dan yang paling penting jangan nyari ribut Bima dan gengnya ya kalau mereka mincing-mancing pliss jangan di tanggapi ini demi kebaikan kita juga kita
Jangan sampai kejadian kemarin terulang lagi.”Aluna mengatakan hal tersebut dengan nada suara cukup Lantang.
“Siap lun, btw sorry banget udah bikin kalian khawatir soal kejadian tadi di sekolah terutama loe lun,” ucap Al dengan nada pelan.
Ali,Sandy,dan Prilly memahami perkataan Aluna.Tak terasa hari semakin larut malam mereka pun pulang ke Rumah masing-masing karena besok adalah pengumuman study wisata SMA Pelita Nusantara.Aluna sudah
tiba di rumah ia memutuskan untuk bersih-bersih lalu tidur baru beberapa menit ia menutup matanya ia terbangun lagi sepertinya Aluna mimpi buruk.Di mimpi tersebut ia berada di sebuah tempat misterius yang felap dan sepi sepertinya sebuah pulau di sana Aluna seorang diri tiba-tiba ia di hampiri makhluk aneh dan Aluna pun kaget dan terbangun dari tidurnya.
“Maksud dari mimpi itu apa ya?Dan makhluk itu? Apa ia ular bersayap? Aku harus cari tau soal ini semua pasti Ini ada hal yang terselubung,” ucap Aluna sambil mengangguk-nggangukan kepalanya.
Aluna, Sandy,Al, dan Prilly sudah bersiap\=siap pergi ke sekolah mereka berempat mengendarai sepeda biasanya remaja seusia mereka mengendarai motor atau bahkan mobil.Namun, mereka lebih memilih
__ADS_1
Mengendarai sepeda karena lebih ramah lingkungan dan lebih menyehatkan.Mereka berempat tertawa lepas dan bercerita-cerita saat di gerbang sekolah pun mereka tak lupa bertegur sapa dengan satpam sambil membagikan sebuah roti sandwich untuk sarapan.
“Widih! Makasih banyak lho ini repot-repot ngasih sendwit,” ucap Pak Ogah sang satpam.
“Sandwich pak, bukan sendwit,” ucap Prilly sambil memperjelas suaranya.
“Halah! Neng Prilly sama aja kok, cuma beda hurup,” ucap Pak Ogah dengan gaya kocak.
“Hahaha iya-iya pak, sama-sama kayak sama siapa aja,” ucap Aluna sambil tersenyum.
Sendau gurau mereka tiba-tiba terhenti mendengar bunyi klakson dari sebuah mobil berwarna putih bunyi klakson itu tidak hanya sekali tapi berkali rupanya itu adalah mobil BIma musuh bebuyutan Geng ASAP.
“WOY! Malah di tengah jalan minggirin sepeda butut kalian apa mau gue tabrak,” bentak Bima dari dalam mobil.
“Biasa aja enggak usah bentak-bentak loe pikir ini jalan punya nenek loe,” geram Al.
“Udah Al san, mending sekarang kita masuk jangan cari ribut sama ni orang pak, kita masuk dulu jangan lupa di makan sandwichnya,” ucap Aluna dengan nada pelan
“Mau gue klakson-klakson mau gue gini gitu terserah gue dong dasar geng kampungan dari dulu pake sepeda melulu hahhhhaha,” tawa Bima dengan suara cukup kencang sambil terus mengklakson-klason mobil.
Geng ASAP pun masuk tanpa memperdulikan perkataan Bima.Bima pun langsung nyelonong masuk sambil memberikan tatapan yang tajam ke arah Geng ASAP.Sebelum pembelajaran di mulai siswa-siswi di kumpulkan di lapangan upacara untuk menerima pengumuman terkait Kegiatan Study Wisata SMA Pelita Nusantara tahun 2022/2023.Tanpa membuang-buang waktu Kepala Sekolah akhirnya mengumumkan bahwa Study Wisata akan di laksanakan besok hingga 5 hari ke depan para siswa dan siswi terlihat sangat antusias dan senang mendengar penjelasan dari kepala sekolah.
“Yeee, lumayan lama kali ini study wisata nya,” ucap Prilly dengan nada antusias.
“Nanggung banget pak, mending sebulan sekalian aja bosennn di sini terus,” ucap Bima dengan nada cukup lantang.
__ADS_1
“Ketawan banget ya di sini siapa yang kurang piknik dasar aji mumpung,” ucap Al dengan nada tak kalah keras.
“Bener banget tuh, dasar kurang piknik,” sambung Aluna sambil tertawa.
“Gue bukannya kurang piknik ya cuma gue males aja tiap hari liat mula loe-loe pada,” gumam Bima dengan nada sewot.
“ Sudah-sudah ini kenapa jadi ribut harap tenang ya semuanya ini sudah keputusan bersama di sana kalian tidak untuk bersenang-senang tapi, untuk belajar nanti setelah selesai kegiatan wajib membuat laporan penelitian dan untuk lokasi kita sudah sepakat untuk ke Pantai Cindai dan Museum Bina Nusantara yang lokasinya berdekatan,” ucap Kepala Sekolah dengan suara lantang.
Para siswa dan siswa terlihat kaget dan tercengang mendegar pernyataan dari kepala sekolah kecuali Bima ia sama sekali tidak tercengang .Sesaat kemudian beberapa dari mereka langsung mengajukan ketidaksetujuan mereka karena saat ini sedang ramai berita orang hilang di pantai tersebut sebab ada pulau yang konon berhantu.Namun, pinak sekolah sudah membubarkan para siswa dan siswi dan mereka di minta untuk kembali ke kelas untuk koordinasi dengan wali kelas.
“Beneran ke Pantai Cindai gimana nih, gyus kita kaum yang setuju apa enggak setuju?” tanya Sandy.
“Kalau gue setuju-setuju aja gue malah penasaran sama tuh, pulau,” ucap Al dengan nada santai.
“Sama sih, gue setuju oh ya kemarin gue dapat mimpi tentang pantai itu di mimpi itu gue ketemu sama makhluk aneh gitu cuma enggak terlalu jelas dan gue ketakutan sekaligus ketakutan saat gue mau megang eh, gue malah kebangun,” ucap Aluna dengan gaya nya yang tegas.
“Kayaknya ini adalah kode kalau mitos itu emang ada dan lewat mimpinya Luna kita harus menyelidiki ini semua,” ucap Al penuh keyakinan.
“Kalau emang iya apa kalian sanggup gue kok ragu ya," Sandy berkata dengan ekspresi wajah tidak yakin.
“Iya soalnya ini berhubungan dengan hal yang di luar nalar gue takut kalau kita bakal kenapa-kenapa,” ungkap Prilly dengan nada pelan.
“Gyus, pokoknya kita enggak boleh takut kita harus berani inget kita ini geng petualang insyallah Allah SWT selalu melindungi kita di mana pun kita berada,” ucap Aluna dengan nada pelan agar teman-temannya lebih tenang.
“Bener tuh, katanya Luna yuk semangat yukk,” ucap Al dengan nada cukup lantang.
__ADS_1
Mereka bertiga pun tersenyum dan lalu kembali ke meja masing-masing di sisi lain Bima terlihat sinis dan mencoba menguping pembicaraan mereka.