
Kenangan...?
"Angin nya kecil. Lebih kuat dong ngipas nya" Sejak kecil Yoona selalu memerintah Nari sesukanya.
"Kalau mijat irama nya beraturan, dong" Yonna terus memperlaku kan Nari sebagai pembantu nya saat Yoona masih kecil.
"Iya" Nari hanya bisa melakukan apa yang di suruh Yoona.
"Kenyang, kamu saja yang habis kan"
"Eh?"
****
"Kenangan.... Ha..ha..ha... Buat kamu saja itu kenangan" ucap Nari yang tidak bisa menerima kenangan itu.
Sebenarnya apa yang dipikir kan Yoona?
Yang canggung dan nggak nyaman duduk bareng begini....
Cuma aku?
Apa lagi sebenarnya persahabatan kami hampir putus.
"3 tahun nggak ada kabar, terus tiba tiba jadi se-akrab ini..."
Dia pasti anggap aku remeh karena bisa dekati aku kapan pun dia mau...
"Nari sudah selesai? permen nya tambah lagi" ucap Ayah Nari.
"Ah... I, iya" Jawab Nari.
Yoona berdiri dari kursi nya.
"Oom, sudah lama nggak ketemu"
Ayah Nari tampak bingung.
"Oh!! kamu Yoona, ya?"
"Waa, sekarang sudah besar. Kenapa selama ini jarang main ke sini?" tanya Ayah Nari.
"Mulai sekarang aku akan sering main" jawab Yoona.
Mirae berdiri dari kursi nya.
__ADS_1
"Selamat siang, Oom! Aku Seo Mirae, teman sekolah Nari" Mirae mengucap kan salam.
"Oh, iya iya. Bersenang-senang lah di sini"
"Nanti oom juga bakal sering lihat wajah ku. Oh, iyaaa. Roti nya enak banget!!"
"Anak yang menyenangkan"
"Anak ku Nari punya banyak teman cantik di SMA. Hebat!"
"Akrab terus, ya dengan anak ku"
"Kami pasti akan akrab banget" ucap Yoona.
"Tentu saja" ucap Mirae.
Nari hanya terdiam seorang diri...
"Oh, yang oom bawa apa?" tanya Yoona.
"Permen kura kura. Gimana? cantik kan? mau coba?" jawab Ayah Nari.
"Permen? ku pikir tadi itu obat tradisional milik oom" ucap Yoona.
Perkataan Yoona barusan seperti menusuk hati Ayah Nari.
Pertanyaan Mirae membuat Ayah Nari seperti hati nya di tusuk lebih dalam.
"Dasar bodoh!" ucap Yoona kepada Mirae.
"Soalnya warna nya kura kura juga" jawab Mirae.
"Sudah lihat sendiri, kan? itu reaksi yang wajar, Ayah!" ucap Nari kepada Ayah nya.
_______
"Permen kura kura nya enak!" Mirae memakan satu buah permen kura kura.
"Ya kan? enak kan?" tanya Nari.
"Iya, enak banget. Bentuk nya lokal. Tapi rasanya Prancis. Nanti beli, ah!" jawab Mirae.
"Bahan bahan nya juga berkualitas bagus. Tapi nggak laku, gara-gara bentuk nya" Nari menatap sebuah permen kura kura di tangan nya.
"Jadi ayah mu masih suka kura kura. Dari dulu begitu, kan?" ucap Yoona.
__ADS_1
"Padahal Ayah serius membuat nya, tapi setiap tahun harus di buang. Jadi sedih"
"Heum... Bentuk nya yang jadi masalah" Gumam Mirae.
Tiba tiba Mirae mendapat kan sebuah ide.
Nari dan Yoona sedang mengobrol ngobrol sementara Mirae sedang mengambil sesuatu dari tas nya.
"Coba target nya di ubah. Gimana kalau untuk usia paruh baya. Seperti konsep permen kura kura untuk panjang umur?" tanya Yoona kepada Nari.
"Makan permen nggak akan panjang umur" Nari heran dengan ucap an Yoona.
"Kamu jual nya pakai kostum kura kura di depan panti jompo. Pasti cocok" ucap Yoona.
"Heh..." Nari kesal dengan perkataan Yoona barusan.
"Kamu ngapain?" tanya Yoona malas kepada Mirae.
"Tada...!!" Mirae menunjuk kan sesuatu.
Dari tadi Mirae menggambar wajah orang dengan tulisan 'Super Enak' di bungkus permen kura kura.
Nari dan Yoona terdiam sebentar.
"Ke sini cuma ganggu saja. Bodoh! siapa yang mau beli kalau kayak gitu?" tanya Yoona marah kepada Mirae.
"Akhir-akhir ini yang begini yang tren! kan jadi kelihatan unik! lihat, seru kan?" jawab Mirae santai.
"Seru buat orang yang kayak kamu aja" ucap Yoona kesal.
Nari terdiam dan hanya menatapi bungkus permen kura kura yang di gambar Mirae.
Tiba tiba...
"Phuffttt....." Nari tertawa.
"Ah, Nari tertawa. Dia tertawa!" Mirae melihat Nari tertawa.
Nari menahan tertawa nya.
"Nari, sudah! itu nggak pantas untuk di tertawa kan" ucap Yoona.
"Ah, aku punya ini" Mirae mengambil sticker bunga dari tas nya kemudian menempel kan nya ke bungkus permen kura kura yang di gambar tadi.
"Tada~~ versi upgrade-nya!"
__ADS_1
Nari tertawa sangat kencang saat melihat gambar Mirae.