Girls World

Girls World
Hari Yang Menyedihkan


__ADS_3

Yang Mi, Sahabat ku waktu aku SMP, populer di kalangan anak cowok karena manis dan ceria.


Saat SMP...


"Nari, kamu juga ngomong sesuatu dong. Dia (Yang Mi) mencari mu kalau butuh aja" ucap salah satu teman Nari saat SMP.


"Lihat itu, Yang Mi Jung bersama cowok-cowok lagi"


Nari tidak memperdulikan apa yang di bicarakan teman nya tentang Yang Mi, malah Nari sibuk dengan permainan yang sedang Nari main kan.


"Yesss! bisa ku tangkap semua. Nilai ku 30 kan?" ucap Nari.


"Heh!! Masa kamu aja yang main. Aku aja belum sentuh"


"Hebat. Di tangan mu ada mesin *penghisap, ya?"


"Hufh... Ini keahlian ku, dong"


(*Vakum Cleaner)


"Jangan lupa nanti belikan aku Es krim pas istirahat, ya!"


"Iya aku, tau"


"Hai itik~ Ayo ke toilet~~" tiba-tiba Yang Mi memeluk Nari dari belakang.


"Nggak mau. Permainan nya lagi seru" Nari menolak.


"Ah~ jangan gitu dong. Ayo ikut" Yang Mi memohon.


"Pergi saja sama anak cowok. Kenapa sih kamu temui Nari kalau dia lagi bersama kami" ucap teman Nari.


"Iya" lanjut teman Nari satu nya lagi.


"Kalau gitu, semua nya aja ke toilet!" ucap Yang Mi.


"Yang Mi Jung" ucap laki laki yang memanggil Yang Mi.


"Sampai kapan kamu pakai seragam olahraga ku? kembali kan pada ku" lanjut laki laki itu.


"Nggak mau~ untuk sementara jadi milik ku" Yang Mi menolak.


"Wah, Nggak punya perasaan. Jelas-jelas nama ku ada di kerah nya"


"Itik~ tolong usir cowok ini~"


"Dasar licik...." sindir teman Nari.


"Mau ku singkirkan dia?"


"Nari, nanti jam istirahat ke kantin, yuk!"


Nari dan dua teman nya membereskan karpet dan permainan yang di main kan tadi.


"Oh Na Hee (Nari)" ucap cowok yang manggil Yang Mi tadi.


"Kamu nggak kesal main sama dia? Dia kan mau seenaknya sendiri" tanya cowok tadi.


"Ya, ampun~ Bukan Na Hee, tapi Nari. Sudah 4 Bulan sekelas, tapi masih belum tau nama teman mu sendiri?" jawab Yang Mi.


"Kamu bodoh, ya?"

__ADS_1


"A ha ha ha. Mau mati, hah?"


Aku sudah terbiasa dengan cowok-cowok yang tertarik pada Jung Yang Mi.


Tapi, melihat air mata ku menetes seperti ini...


"Hei, bulu mata mu panjang, ya!" puji cowok teman sebangku Nari.


Kayaknya rasa suka ku padanya melebihi perkiraan ku.


Karena itulah aku berusaha keras...


Dan berharap, mungkin saja aku di sukai jika berubah...


________


Saat ini.


Lalu setelah aku berhasil diet...


"Tunggu, kamu Oh Nari dari kelas 8 kan?" tanya seorang cowok.


"Maaf tiba-tiba aku ngomong begini..." lanjut nya.


"Bisa tolong sampaikan ini ke Im Sunji?" cowok itu memberikan hadiah kecil kepada Nari dan kemudian di berikan kepada Sunji.


Aku sadar kalau kenyataan tetaplah sama.


Uh, kesal banget! padahal bukan satu atau dua kali.


Akhir-akhir ini aku capek sekali berperan sebagai burung merpati pengantar pesan.


Isi pesan teman kakak Nari kepada Nari.


Teman Younghoon (Kakak Nari) : Nari, kenalin dong sama Im Sunji.


Teman Younghoon (Kakak Nari) : Nari, ku mohon *_* *_T setidak nya sebut nama ku.


Teman Younghoon (Kakak Nari) : Nari yang cantik!!


"Mereka semua meremehkan aku!" ucap Nari kesal.


Sampai di kelas.


"Ini" Nari memberikan hadiah tadi kepada Sunji.


"Ada cowok yang minta aku kasih ini ke aku"


"Ma... Maaf, Nari. Bikin kamu kesal terus, ya?"


"Ooh.... Nggak, kok...." Sebenarnya Nari kesal dengan semua ini tetapi Nari tidak ingin Sunji merasa nggak nggak nyaman dan bersalah.


Aku bisa merasakan keresahan Sunji.


Meski tau ini bukan salah Sunji, tapi aku nggak bisa ucap kan kata-kata yang bisa menenangkan nya.


Apa aku berhati sempit?


Teeng Teeng~


Waktu nya istirahat makan siang!

__ADS_1


"Nari, ayo beri roti~" ucap Mirae yang menghampiri Nari di kelas nya.


"Katanya ada roti baru di kantin! Ayo buruan~"


"Aku nggak mau" ucap Nari lemas.


"Eiii~ Jangan gitu! aku cuma ambil sticker nya, roti nya buat kamu!" Miare mengangkat paksa kedua tangan Nari, tetapi Nari tetap menolak.


"Sekarang aku lagi ingin sendiri. Ke kantin nya bareng Sunji aja" ucap Nari yang tampak suram.


Nari pun pergi meninggalkan mereka berdua.


Dan Sunji dan Mirae saling memandangi satu sama lain.


Di tangga, Nari tengah duduk sendiri an dan sedang lelah dengan semua ini.


Ku pikir ketidak populer an ku gara-gara gemuk.


Makanya, aku pikir semua nya akan membaik kalau aku berhasil diet.


Tapi... Ternyata bukan masalah berat badan...


"B*bi mau di dandanin gimana juga tetap saja jadi b*bi" By si Kakak Bodoh.


Apa aku nya saja yang nggak menarik?


Ha ha ha ha. Dengan tubuh gemetar, Nari mengambil cermin di saku nya.


Setiap hari di lihat, tetap saja nggak bisa ku perkirakan...


Pipi ku memang gemuk, tapi mata ku besar.


Ayah bilang kalau aku itu cantik banget sedangkan Kakak yang bodoh itu bilang kalau aku itu jelek banget.


Pendapat nya mereka sangat berbeda, jadi nggak bisa di jadikan referensi.


Dan juga!!


Ada penelitian yang menunjukkan kalau cermin membuat orang terlihat cantik 7 kali lipat!!


Apa ini tampang asli ku?!


Jadi seperti inikah yang dilihat orang?


"KYAAA!!!" Nari berteriak dan semua orang memperhatikan nya.


Hidup ini nggak adil. Setelah menurunkan berat badan, orang jelek gemuk cuma jadi orang jelek kurus.


Begitulah batin Nari.


Awas aja kalau ada cowok yang minta bantuan ku antara kan hadiah!!


Akan ku remuk kan!!


"Hei tunggu sebentar!" ucap seseorang dari belakang.


"Ya, ada apa?" Jawab Nari.


"Boleh minta nomor hp-mu?" ucap cowok yang memanggil Nari tadi.


"Apa...?" Nari terkejut!

__ADS_1


__ADS_2