Girls World

Girls World
Perlu Ketegasan (3)


__ADS_3

"Huwa lihat nggak jaket yang di pakai Im Yoona hari ini?"


"Nggak. Emang kenapa?"


"Itu kan mahal banget. Merek yang sering di pakai artis"


"Serius...? banyak ya uang nya..."


Di bicarakan anak anak nggak di kenal juga...


Yoona pasti sakit kepala dengar itu semua....


Huh!! kenapa aku bilang begitu?!


Aku terserang *Sindrom Solomon...


Niat nya mau tegas pada Yoona, tapi kayaknya aku kelewatan....


(*Berusaha bersikap netral padahal tidak tau permasalah an sebenarnya)


"Ngapain bengong di koridor?" ucap Yoona yang tiba tiba muncul.


"Sebentar lagi masuk, kan?"


"I-iya... Aku mau masuk, kok" jawab Nari.


"Kalau gitu, sampai nanti makan siang" ucap Yoona.


"Iya! sampai nanti!"


Wah, Yoona sama sekali nggak peduli, tuh.


Yah, dia memang cool sih...


Dan tanpa sadar, ternyata di punggung Nari ada tempel an keras bergambar labu dengan tulisan "Tegas atau Labu?" "By pelukis Seo Mirae"


Waktu itu aku nggak sadar.


Kalau itu adalah awal mula penderitaan ku...


*******


"Ah.... Ini kan aku yang gambar. Aku nggak tau kalau di pakai untuk ini" ucap Mirae.


Komisi pemecah masalah Yoona.


"Nari, ada masalah apa di antara kamu dan Yoona?" tanya Mirae.


Nari menjelaskan situasi nya.


"Ah... Yang nama nya gosip itu jelas bikin pusing" ucap Mirae.


"Aku mau pun Yoona benar-benar di buat repot"


"Terutama yang berhubungan dengan cowok. Yoona sampai marah saking santernya"


"Aku juga pernah... Kena gosip itu..." ucap Sunji.

__ADS_1


"Di bilang perebut pacar teman. Padahal sebenarnya aku lebih butuh teman di banding pacar...."


"Mereka memang menyebalkan" ucap Mirae.


"Ah... Aku apa, ya? Oh ya, katanya aborsi 2 kali"


Nari dan Sunji terkejut.


"Yah, itu sudah lewat, sih" ucap Mirae.


"Ada gosip nggak berdasar kayak gitu? Keterlalu an" ucap Nari.


"Bagi mereka, benar atau nggak nya itu nggak penting"


"Cuma asal terima saja"


"Tapi apa kamu nggak mikir begini? pasti ada sesuatu hingga timbul gosip itu" ucap Mirae.


"Ada istilah 'Tak ada asap kalau tidak ada api'."


"Kami kan tipe orang yang bisa saja melakukan itu"


"Heum...." Nari berpikir sejenak.


"Tak ada asap kalau tidak ada api?" ucap Nari sambil berpikir.


"Dulu kalau nggak salah kelas 3 SMP, ada gosip kayak begini..."


"Katanya kakak ku ganteng banget..." ucap Nari seperti tidak bisa menerima itu.


"Ternyata teman ku yang asal ngomong, lalu tersebar lah gosip semacam itu"


"Makanya aku nggak percaya sama gosip"


_______


"Nari, kamu kan baik, kamu saja yang minta maaf" ucap Mirae yang menuruni tangga bersama Nari dan Sunji.


"Bisa-bisa Yoona lama seperti ini!"


"Iya, niat begitu" jawab Nari.


"Sebenarnya, dia begitu pasti punya alasan lain yang lebih besar" ucap Mirae.


"Alasan lain?" tanya Nari.


"Katanya di depan Yoona, kamu bela Subin, ya?" tanya Mirae.


"Dia marah karena kamu nggak memihak nya. Konyol, sih"


"Aku kan nggak akrab-akrab banget sama Yoona? aku punya sahabat lain" ucap Nari.


"Kalau Yoona dengar omongan mu barusan, setahun penuh kamu pasti menderita!" ucap Mirae.


"Rupanya kamu jahat juga, ya"


_____

__ADS_1


Nari telah berdiri di depan pintu kelas 1-8.


Ya... Itu adalah kelas yang Yoona tempati.


Benar.... Jangan di tunda-tunda. Cepat minta maaf. Susah payah aku kumpul kan keberanian.


Nari mengintip Yoona yang sedang membaca buku dari balik pintu.


"Eumn... Yoona..." ucap Nari yang sedang mengumpul kan keberanian untuk meminta maaf.


"Tumben?? kamu belum pernah main ke kelas ku, kan?" ucap Yoona yang sedikit cuek.


"Ma..." Nari mengumpul kan keberanian nya.


"Maaf" ucap Nari dengan mata berbinar-binar.


"Untuk apa?" tanya Yoona.


"Untuk yang tadi pas kita berangkat. Aku berbuat salah pada mu..." ucap Nari.


"Tanpa tau kejadian yang sebenarnya, aku ngomong seenak nya"


"Kedepan nya aku akan hati-hati"


Yoona menatap Nari.


"Ya ampun, kau ini. Untuk apa minta maaf? aku sama sekali nggak peduli soal itu" ucap Yoona tersenyum.


"Ah... Nggak peduli, ya... Haha" ucap Nari.


"Oh, kebetulan kamu ada di sini" Yoona mengambil sesuatu dari dalam tas nya.


"Ini, bawalah. Baru ku pakai beberapa kali" Yoona memberikan Handcream kepada Nari.


"Wah, makasih! tapi, bukan nya ini mahal, ya? boleh buat ku?"


"Nggak apa-apa, nggak apa-apa"


Yoona memangku Nari.


"Di rumah masih ada beberapa set lagi. Kalau habis bilang, ya" ucap Yoona.


"Serius?" tanya Nari.


"Iya" Jawab Yoona.


"Ah... Terus sama Subin atau siapa tadi, kamu nggak akan dekat-dekat lagi kan?" tanya Yoona.


"Dia itu tipe orang yang bisa menusuk mu dari belakang. Lebih baik jauh-jauh dari nya!"


.......


Nari hanya terdiam....


"Kok nggak jawab?" ucap Yoona kesal kemudian mencubit pipi Nari.


"Kyaaa" Nari kesakitan.

__ADS_1


__ADS_2