Girls World

Girls World
Jangan Menilai Orang Dari Penampilan (2)


__ADS_3

Di Restoran...


"AAAAAAAAA" Nari mengetes suara nya.


"Waa, karaoke an nya asyikk banget. Suara ku sampai hilang" ucap Nari.


"Ahahaha. Sampai keluar suara kambing" ucap Mirae.


Seorang pelayan menghampiri meja Nari dan Mirae.


"Aku pesan set A dan fish cake, ya" Mirae memesan dan kemudian di catat oleh pelayan tadi.


"Bukan nya pesanan mu itu terlalu banyak, ya? kayaknya nggak bakal habis, deh" ucap Nari.


"No no no no"


"Dari pada lapar karena kurang, lebih baik kenyang dan bersisa" ucapan guru Seo Mirae satu.


"Perkataan yang bagus" puji Nari.


"Terima kasih karena menyadari nya" ucap Mirae bangga dengan perkataan nya.


"Tapi, kenapa kamu nggak dateng bareng Yoona?" tanya Nari sambil memakan kue ikan nya.


"Oh... Dia sih nggak asik kalau di ajak main. Nggak suka jajan di tempat seperti ini juga" jawab Mirae yang tidak menyukai sifat Yoona.


"Hahaha, benar. Yoona nggak bakal mau makan ini" ucap Nari.


"Padahal enak banget. Ketahuan banget kalau anak orang kaya" ucap malas Mirae.


"Aku saja waktu SD nggak bisa makan Pikachu Deel-Fried Pork di bohongi, katanya dari kepala dan jambul ayam" ucap Nari.


Brak~


Mirae menggebrak meja pelan.


"Memangnya kenapa kalau kepala atau jambul ayam?" ucap Mirae dengan tegas.


"Yang penting enak" ucapan guru Seo Mirae dua.


"Itu kata-kata paling brilian yang pernah aku dengar"

__ADS_1


"Makasih..."


Waktu terus berjalan.


Sore hari, Nari dan Mirae keluar dari Restoran.


"Ah, kenyang banget" ucap Mirae kegirangan.


"Ku pikir bakal tersisa, tenyata habis" ucap Nari yang merasa kekenyangan.


"Mau pulang tapi masih nanggung. Sekarang mau ngapain? Apa pulang saja?" Nari melihat jam di handphone nya.


"Kamu ngomong apa, sih?" ucap Mirae dengan nada rendah.


"Habis makan yang asin, kita makan yang manis" ucap Mirae dengan semangat.


A... Anak ini....


Aku jadi makin suka padanya!


"Ayo makan es krim~ es krim~" ajak Mirae yang lari dan tidak sabaran.


"A ha ha ha, oke~" kemudian di susul oleh Nari.


"Kayak nya sudah masuk musim semi. Siang nya semakin lama" ucap Nari yang memandangi sekitar taman.


"Iya, nggak lama lagi sakura pasti mekar" jawab Mirae yang memakan Es krim nya.


"Ku harap tahun ini sakura nggak cepat gugur..."


"Aku juga. Tahun lalu hujan terus, makanya cepat rontok, ya?"


"Iya, benar"


"Katanya di gunung belakang sekolah ada pohon sakura King. Nanti lihat, yuk"


Hari yang jauh lebih menyenangkan dari yang ku kira.


Awalnya aku pikir aku nggak cocok dengan nya.


Memang benar, nggak boleh menilai seseorang dari penampilan nya.

__ADS_1


"Ah, iya!" Nari tersadar sesuatu.


"Dari dulu aku penasaran, sejak kapan kamu dekat dengan Yoona?"


"Eum... Mungkin sejak pertama kali ketemu, kelas 5 SD" jawab Mirae.


"Waktu itu dia juga menyebalkan" ucap Mirae yang teringat sifat Yoona waktu SD.


"Serius? kok aku nggak tau, ya? ku pikir kalian ketemu pas SMP"


"Ooh, bukan~"


"Aku nggak lulus SMP, jadi ikut tes lagi*"


(*Semacam paket B).


"Aku juga nggak yakin kalau Im Yoona anggap aku teman. Dia kan tipe orang yang lebih suka menjaga jarak"


"Eh?"


"Sekarang pulang yuk!" ajak Mirae yang berdiri dari ayunan.


"Sudah waktunya pulang"


Mirae mengambil handphone kemudian ada yang jatuh dari tas nya, semacam vitamin.


"Ah, ini jatuh" Nari mengambil vitamin Mirae yang jatuh tadi kemudian di ambil ambil oleh Mirae.


"Kamu bawa-bawa vitamin C?" tanya Nari.


Pertanyaan Nari tidak di jawab oleh Mirae, seperti Mirae menyembunyikan sesuatu yang tidak ingin diketahui oleh siapapun.


Nari heran dengan Mirae. Nari merasa ada sesuatu yang aneh dengan Mirae.


"Sudah jam 7 lebih" ucap Mirae mengalihkan pembicaraan supaya Nari tidak curiga.


"Waktu nya anak baik pulang, kan?"


"Aku pergi~ Hari ini menyenangkan. Sampai jumpa besok"


"Iya. Hati-hati~" Nari melambaikan tangan.

__ADS_1


"Ohh??"


"Aku berbuat kesalahan, ya?" gumam Nari yang tengah sendiri an di taman itu.


__ADS_2