Girls World

Girls World
Perlu Ketegasan (1)


__ADS_3

Waktu kecil...


"Nah! mulai dari sini sampai sana harus sekali lompat, ya!" ucap Yoona memerintah Nari.


"Ka.... kayaknya aku bakal jatuh, deh" jawab Nari takut.


"Makanya lompat yang benar supaya nggak jatuh" ucap Yoona.


Nari memasuk kan tangan nya ke air untuk memeriksa apakah air nya dingin atau tidak.


"Yoo... Yoona air nya dingin banget" ucap Nari gugup.


"Sudah, jangan mengulur-ulur waktu! cepat lompat!" ucap Yoona tegas.


Nari hanya bisa melakukan apa yang di suruh Yoona.


#Author kasian sama Nari 😥😢#


________


Aku teringat lagi kenangan buruk.


Oh, iya.... Waktu itu aku menelan air banyak banget.


Sampai keluar dari hidung...


Terkadang kenangan ku bersama Yoona waktu kecil kembali muncul.


Membuatku ingin menangis.


Kenapa waktu kecil aku berpikir perintah Yoona adalah keharusan?


Seperti orang bodoh, aku kena lagi dan kena lagi....


Melompati kolam itu hanya salah satu dari candaan nya yang keterlalu an.


Tapi...!!


Aku sudah berubah total! Nggak bodoh kayak dulu lagi!


Kalau nggak suka, akan aku katakan dengan tegas!


Karena aku sudah SMA!


"Ngapain berdiri di tengah jalan?" tanya Yoona tiba tiba yang di belakang Nari.


"HUWAAA!!!!"


"Kamu selalu kaget kalau lihat aku, perasaan ku jadi nggak enak!" ucap Yoona.


"Sebisanya aku menelan perasaan itu, tau!"


"Nggak! Bukan gitu" ucap Nari.


Yoona yang seperti ini lah yang membuatku sempat berpikir kalau dia cewek Superpower.

__ADS_1


Angin berhembus pelan.


Rambut Yoona yang panjang itu mengenai lembut muka Nari.


Nari mencium aroma wangi dari rambut Yoona.


"Wah... Kamu wangi banget. Pakai parfum, ya?" tanya Nari.


"Ah... Mungkin aroma shampo dan handcream yang ku pakai" Jawab Yoona.


"Aku nggak suka aroma yang campur aduk, Makanya pilih aroma yang sama"


Huwaa.... Aroma yang sama... Keren.


Kalau aku... Pakai Shampo tradisional gratis an hadiah tahun lalu...


"Ngomong in tentang aroma... Jadi ingat waktu itu" ucap Yoona.


"Kamu pernah makan sabun gara-gara sabun nya beraroma strawberry"


"Baru sadar setelah habis setengah nya"


"Wa... Kau!! Wa.... Im Yoona!!! Kau!!" Nari kesal.


"Kamu yang kasih dan nggak bilang kalau itu sabun, terus di bungkus kayak kue juga!!" ucap Nari emosi dan kesal.


"Semua orang pasti mengira itu kue!! kamu sengaja, kan?!"


"Masa, sih?! Kalau gitu, lain kali aku kasih tau dulu" Jawab Yoona santai.


"Ahahaha. Baiklah aku minta maaf" ucap Yoona.


"Nari~" Sapa Subin dari belakang.


"Ah~ Subin!" Nari dan Yoona melihat ke belakang.


"Hai~ Pagi. Kamu juga ke sekolah dari arah sini, ya" ucap Nari.


"Ini pertama kalinya. Biasanya diantar pakai mobil ayah"


"Oh ya? enak banget kalau aku setiap hari harus naik bus 30 menit"


"Oh, hai!" Sapa Subin kepada Yoona.


"Kamu kenal aku? Dulu kita satu SMP"


"Nggak, tuh" ucap Yoona dingin.


Suasana pun langsung jadi canggung.


"Ah... Waktu SMP rambut ku lebih pendek" ucap Subin.


"Makanya kamu jadi nggak kenal"


"Terus aku harus bagaimana?" ucap Yoona yang menatap sinis Subin.

__ADS_1


"Huh" ketus Yoona.


Suasana semakin canggung.


"Ah.... Emang nya kamu mau panjang in rambut terus?" tanya Nari.


"I, iya. Mau nya gitu. Sekarang panjang nya nanggung, jadi rambut ku mencuat keluar terus" Jawab Subin.


"Sebenarnya aku mau punya kayak kamu (Yoona) rambut mu bagus banget" ucap Subin.


"Oh ya, kenapa nggak sekolah di luar negeri? aku pikir kamu akan pergi setelah lulus SMP" tanya Subin kepada Yoona.


"Aku kaget pas tau kita satu SMA nggak ku sangka kamu masuk biasa begini"


"Haha... kalau aku, bahkan gagal sampai 8 pilih an"


"Ah, apa kamu masih berhubungan dengan Yoo Sunghyun? dan teman teman? mereka kemana?"


Nari khawatir dengan Subin, takut akan Yoona yang akan marah karena Subin berturut-turut menanyakan kehidupan Yoona di masa lalu.


Hoh!!! gawat!!! kayaknya Yoona bakal marah besar!!


"Su... Subin, sudah bikin Pr sosial? Jam pertama, lho" Nari mengalih kan pembicara agar Subin berhenti bertanya.


"Eh? Ah... Sudah" ucap Subin.


Tetapi Pengalih an Nari tidak bisa menghentikan Subin untuk bertanya.


"Ah, iya! boleh aku tanya satu hal?" ucap Subin.


"Siapa yang jadian dengan mu? Yoo Sunghyun atau Kim Jaejoon?"


"Heh!" ucap Yoona.


"Buat apa aku kasih tau kamu soal itu?" Yoona mulai emosi dan kesal sambil menatap sinis Subin.


"Bahkan nama mu saja aku nggak tau, tapi kamu tanya-tanya seolah tau segala nya"


"Bikin kesal, tau?!"


Nari dan Subin hanya bisa terdiam.


"Aku nggak berniat menjawab rasa penasaran mu, jadi tutup rambut mu. Dan jalan saja sendiri"


Nari terdiam dan Subin merasa sakit hati.


"Ah... Ma... Maaf. Aku sok akrab. Terlalu banyak bicara..." ucap Subin dengan gemetaran.


"Nari, aku duluan, ya. Sampai ketemu di kelas"


"Su... Subin!" ucap Nari.


"Bareng.... Kekh!" Yoona menarik jaket Nari yang membuat Nari tercekik.


"Mau kemana, hah? Sini, bareng dengan ku" ucap Yoona.

__ADS_1


Benar...! Inilah saat nya aku harus tegas!!


__ADS_2