
"Apa kamu nggak capek berada di tengah tengah putri duyung?" tanya cewek berambut panjang.
"Pasti di banding banding kan terus!"
"Tentu saja aku...." jawab Nari.
"Capek banget.....!!!!"
"Tiap kali jalan bareng mereka, aku merasa kan tatapan orang - orang yamg seakan bilang ngapain aku ada di situ..." ucap Nari dengan gemetaran.
"Untuk pertama kalinya dalam hidup ku, aku merasa kan yang namanya kejahatan pandangan!!"
"Waktu makan, waktu ke toilet, semuanya memperhatikan kami, bernapas pun aku mesti berhati - hati!" Nari masih gemetaran.
"Ukh..Jantung ku!!"
"Nari!!! kamu nggak apa apa kan?!"
"Sadar lah Nari!!"
__________
Sementara itu.....
Keadaan Sunji di kelas.
Duduk sedirian, tanpa ada yang memperdulikan nya.
Sambil memegangngi sebungkus makanan yang terus dia tatap dengan wajah kecewa.
Sunji menengok ke belakang.
Ternyata Nari sudah balik ke kelas bersama tiga cewek tadi.
Nari berada di depan pintu kelas.
"Sekarang sudah baikan?" tanya cewek berkacamata.
"Iya tadi aku nggak bisa kendalikan diri ku" jawab Nari.
"Kayaknya kamu stres banget, ya" sambung cewek berambut pendek.
__ADS_1
"Makasih minum an nya!"
"Nari......." Sapa Sunji.
"Ada yang ingin aku bicarakan"
"Kalau kamu ada waktu jam makan siang nanti...." ucap an Sunji terpotong.
"Ah! Nari, nanti kita makan siang bareng, ya" ajak cewek berambut pendek.
"Iya, boleh" jawab Nari.
"Sunji, tadi kamu mau bilang apa?"
"Ah, nggak..."
________
SAAT JAM PELAJARAN OLAHRAGA.
"Ukh...aku nggak mau olahraga di cuaca sedingin ini" keluh dari cewek berambut pendek.
"Kalau bergerak, nanti juga jadi panas" jawab Nari.
"Lepas kan selimut ku!" ucap cewek berkacamata sambil menarik paksa selimut yang di gunakan cewek berambut pendek.
"Nggak mau, dingin!" cewek berambut pendek membantah dan menarik kembali selimut nya.
Sedang kan Nari bergandeng an tangan bersama cewek berambut panjang.
Sunji hanya bisa melihat Nari bersama dengan mereka.
Tatapan sedih Sunji membuat Nari menengok ke belakang.
Tatapan Sunji yang begitu sedih.
"*Apa ini…? kenapa dia terus - terusan menatap ke arah ku?"
"Jangan - jangan dia merasa di khianati karena aku dekat dengan teman teman lain?"
"Tapi...kami juga belum se akrab itu..."
__ADS_1
"Maaf!!! aku juga harus cari jalan hidup ku!!!"
"Kamu terlalu cantik untuk main bersama ku*!!"
"Ah...Nyebelin banget, sih" ketus cewek berambut pendek.
"Nari, dari tadi Im Sunji liatin kamu terus!"
"Ah...I, iya"
"Aku ngomong gini untuk jaga jaga saja, jangan dekat dekat dengan Sunji. Banyak gosip jelek tentang dia di SMP"
Nari dan tiga cewek berhenti di tangga.
"Oh..?" Nari bingung.
"Eh? Nari nggak tau? anak anak di kelas kita semua tau" sambung cewek berambut panjang.
"Nggak heran sih, tiap hari kan kamu bareng Im Yoona"
"Sunji itu di depan itu pura pura baik, tapi di belakang mengoceh sembarangan" ucap cewek berambut pendek.
"Karena nggak ada yang ngajak main, jadi dia nempel terus pada mu, Nari"
"Sebelumnya aku dan kamu ingin akrab dengan nya juga kan? Soal nya dia cantik banget. Tapi terus muak, jadi menjauh deh"
"Ah, Nyebelin banget deh" ucap cewek berambut panjang seakan jijik dengan sifat Sunji.
"Dulu ada kasus yang terkenal, terus ada satu orang yang tetap bersama nya"
"Bahkan orang yang bersama Sunji sampai di campak an pacarnya. Dan akhirnya di kucil kan. Apa yang di tabur, itu lah yang di tuai"
"Ha....haa..haha..." reaksi Nari merasa nggak nyaman dengan cerita Sunji.
"Ah...Telat. Ayo cepat!" Nari mengalih kan topik pembicara an.
"Nari, mau kemana? bukan nya kesana?"
"Ayo cepat sebelum guru datang"
"Guru olahraga kan seram!"
__ADS_1
Nari menengok ke belakang.
Sunji yang tengah sedirian, kesepian dan pandangan mata ke bawah yang tampak sangat sedih.